Macam Macam Majas dan Contoh

 04 Oct 2019  Bima P

Macam Macam Majas dan Contoh

Macam macam majas - Image from qualtrics.com

Bagi anda yang sering mendengar percakapan berbahasa Inggris, seringkali percakapan tersebut penuh dengan kiasan-kiasan yang membuat anda sebagai pendengar merasa tergelitik, kagum, atau bahkan tersindir. Percakapan yang terkesan formal tersebut tetap dapat menyampaikan candaan, sindiran di saat yang sama.

Ternyata dalam bahasa kita, bahasa Indonesia, gaya bahasa percakapan tersebut disebut dengan majas. Majas seringkali memiliki lebih dari satu arti dalam kalimat atau penyampaiannya.

Adapun pengertian majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan dibalut kalimat imajinatif atau kiasan.

Majas sendiri terdiri dari 4 bagian dan bagian tersebut masih memiliki sub bagian sendiri. Bagian bagian itu adalah majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan.

Tentu dari 4 bagian itu masih ada lapisan dalam yang akan kami jelaskan, berikut macam macam majas dan contoh : 

Macam Macam Majas dan Contohnya

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan merupakan gaya bahasa ungkapan dengan cara menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek yang lainnya, yakni melalui proses penyamaan, pelebihan, atau penggantian.

Berikut macam macam majas perbandingan : 

1. Personifikasi

Gaya bahasa ini memposisikan benda mati yang seakan-akan memiliki sifat manusia.

Contoh Majas: 

-Daun kelapa tersebut seakan melambai kepadaku dan mengajakku untuk segera bermain di pantai.
-Ombak itu bergulung-gulung ditiup angin.
-Peluit sang wasit menjerit panjang pertanda berakhirnya pertandingan.


2. Metafora

Adalah majas yang meletakkan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan.

Contoh: 

-Pegawai tersebut merupakan tangan kanan dari komisaris perusahaan tersebut.
-Ibu pulang dengan membawa buah tangan dari Bali.
-Kita harus waspada dengan orang itu karena ia terkenal panjang tangan.


3. Asosiasi

Majas ini membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti.

Contoh: 

-Kakak beradik itu bagaikan pinang dibelah dua.
-Setelah kejadian memalukan itu Rina bagaikan hilang ditelan bumi.
-Tangisan anak itu bagai suara kaset kusut.

4. Hiperbola

Majas ini mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan, bahkan hampir tidak masuk akal.

Contoh: 

-Orang tuanya memeras keringat agar anak tersebut dapat terus bersekolah.
-Gadis itu berbicara dengan lantang sampai suaranya memenuhi dunia.
-Luluk girang setengah mati karena mendapat lotre.

5. Eufemisme

Gaya bahasa yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik atau tabu dengan kata padan yang lebih halus.

Contoh: 

-Tiap universitas dan perusahaan sekarang diwajibkan menerima difabel.
-Karena terjerat kasus korupsi, ia harus dihadapkan di meja hijau.
-Andi terlahir tuna rungu.

6. Metonimia

Majas ini menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada pada benda umum.

Contoh: 

-Supaya haus cepat hilang, lebih baik minum Aqua.
-Andi membeli Odol untuk di warung.
-Ayah bepergian menggunakan Honda.

7. Simile

Hampir sama dengan asosiasi yang menggunakan kata hubungan bak, bagaikan, ataupun seperti; hanya saja simile bukan membandingkan dua objek yang berbeda, melainkan menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan.

Contoh: 

-Kelakuannya bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
-Lili memang sudah terkenal sebagai pemalas, seperti beruang di musim dingin.
-Adikmu tampak sangat lapar, jalannya seperti singa kelaparan.

8. Alegori

Majas ini menyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan.

Contoh: 

-Suami adalah nahkoda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.
-Jika sudah sampai pada dermaga kehidupan, pada anaklah kita akan berlabuh.
-Ani sedang mencari pelabuhan cintanya, dan pada Adilah ia berlabuh.

9. Sinekdok

Gaya bahasa terbagi menjadi dua bagian, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda. Sementara itu, sinekdok totem pro parte adalah kebalikannya, yakni gaya bahasa yang menampilkan keseluruhan untuk merujuk pada sebagian benda atau situasi.

Contoh:

Pars pro Toto:
-Hingga bel berbunyi, batang hidung Reni belum juga kelihatan.

Totem pro Parte:
-Indonesia berhasil menjuarai All England hingga delapan kali berturut-turut.

Baca Juga :
1. Penjelasan Lengkap Ciri-ciri Pantun Beserta Contohnya
2. Materi Matematika Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2
3. Contoh Soal Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013 Lengkap dengan Kunci Jawabannya

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan yang memiliki maksud atau arti yang bertentangan dengan kalimat yang disampaikan.

Berikut macam macam majas pertentangan :

1. Litotes

Berkebalikan dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan untuk merendahkan diri, meskipun seringkali kenyataannya adalah yang sebaliknya.

Contoh: 

-Selamat datang ke gubuk kami ini.
-Apalah daya bagi seorang dungu seperti aku.
-Makanan sederhana ini setidaknya dapat mengisi perut anda.

2. Paradoks

Majas ini membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.

Contoh: 

-Meski aku berkumpul dengan teman-temanku, tetap saja aku merasa kesepian.
-Dalam ruangan kosong ini, kepalaku bising dengan pikiran-pikiran aneh.
-Andi tetap berusaha mendinginkan kepala di tengah suasana rapat yang panas.

3. Antitesis

Majas ini memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.

Contoh: 

-Film tersebut disukai oleh tua-muda.
-Baik buruknya seseorang hanya Tuhan yang bisa menilai.
-Cepat atau lambat pasti akan terungkap pelakunya.

4. Kontradiksi Interminis

Majas ini memiliki gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja.

Contoh: 

-Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.
-Rumah itu terlihat mewah, hanya saja pemiliknya tidak pernah terlihat.
-Mobil-mobil di dealer ini sangat modern, kecuali satu mobil yang ada di ujung sana terlihat kuno.

3. Majas Sindiran

Majas sindiran bertujuan untuk menyindir seseorang dibalut dengan kata-kata kiasan.

Berikut macam macam majas sindiran :

1. Ironi

Majas ini menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.

Contoh: 

-Rapi sekali kamarmu sampai sulit untuk mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.
-Pria itu terlalu tampan hingga tidak ada wanita yang meliriknya.
-Pandai sekali kamu, matematika bisa mendapatkan nilai nol besar.

2. Sinisme

Majas ini menyampaikan sindiran secara langsung. Berbeda dengan ironi, sindiran menggunakan kalimat lugas tanpa kata-kata halus.

Contoh: 

-Suaramu keras sekali sampai telingaku berdenging dan sakit.
-Gemuk sekali kamu sampai menyaingi sapi di rumahku.
-Suaramu sangat fals hingga burungpun terbang menjauh.

3.Sarkasme

Majas ini menyampaikan sindiran secara kasar.

Contoh: 

-Kamu hanya sampah masyarakat tahu!
-Pestanya sungguh kacau sehingga aku tidak bisa menikmatinya.
-Burung itu memang buruk rupa sehingga tidak ada yang mau membelinya.

4. Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan gaya bahasa yang bertujuan meningkatkan pengaruh kepada pembaca atau pendengarnya agar menyetujui sebuah ujaran ataupun kejadian.

Berikut macam macam majas penegasan :

1. Pleonasme

Majas ini menggunakan kata-kata yang bermakna sama sehingga terkesan tidak efektif, namun memang itu tujuan sejak awal sengaja untuk menegaskan suatu hal.

Contoh: 

-Bagi yang merasa mampu mengerjakan soal ini boleh maju ke depan.
-Kita harus selalu mengingat sejarah di masa lalu.
-Kita tidak boleh mundur ke belakang meninggalkan dia sendirian.

2. Repetisi

Majas ini mengulang kata-kata dalam sebuah kalimat.

Contoh: 

-Lili adalah gadis cantik, Lili adalah gadis baik, Lili adalah gadis yang sempurna.
-Siti begitu baik, Siti begitu mulia, Siti-lah yang selalu menolongku setiap kali aku ada masalah.
-Buku ini buku yang bagus, buku ini sangat istimewa, buku inilah yang mampu merubah sudut pandangku.

3. Retorika

Majas ini memberikan penegasan dalam bentuk kalimat tanya yang memang tidak perlu dijawab.

Contoh:

-Siapa yang rela jika harus kehilangan orang yang dikasihinya?
-Apa kita pernah meminta mendapatkan semua keberkahan ini?
-Siapa yang senang bila orang tua bercerai?

4. Klimaks

Majas ini mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah ke tinggi.

Contoh: 

-Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.
-PAUD, TK, SD, SMP, SMA, kita harus bisa menyisipkan pendidikan karakter di setiap tahapannya.
-Kecil, sedang, besar, semua buah ini akan kubeli.

5. Antiklimaks

Berkebalikan dengan majas klimaks, majas antiklimaks menegaskan sesuatu dengan mengurutkan suatu tingkatan dari tinggi ke rendah.

Contoh: 

-Masyarakat perkotaan, perdesaan, hingga yang tinggi di dusun seharusnya sadar akan kearifan lokalnya masing-masing.
-Lansia, dewasa, remaja, anak-anak, juga bayi, boleh datang ke pesta yang kita adakan.
-Tua, muda, juga anak-anak punya hak yang sama untuk bahagia.

6. Pararelisme

Majas ini biasa terdapat dalam puisi, yakni mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Jika pengulangannya ada di awal, disebut sebagai anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian akhir kalimat, disebut sebagai epifora.

Contoh majas: 

Kasih itu sabar.
Kasih itu lemah lembut.
Kasih itu memaafkan.

Yang terbaik itu cinta.
Yang terkasih itu cinta.
Yang paling sempurna itu cinta.

7. Tautologi

Majas ini menggunakan kata-kata bersinonim untuk menegaskan sebuah kondisi atau ujaran.

Contoh: 

-Hidup akan terasa tenteram, damai, dan bahagia jika semua anggota keluarga saling menyayangi.
-Gadis di pelaminan itu adalah gadis yang cantik, manis, dan anggun.
-Suasana di pesta ini sangat ramai, meriah, gegap gempita.

Demikianlah artikel kami tentang macam-macam majas serta contohnya. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan komen di bawah.