Tata Cara dan Niat Puasa Bayar Hutang Bagi Ibu Menyusui

 17 Sep 2019  Taufiq F

Tata Cara dan Niat Puasa Bayar Hutang Bagi Ibu Menyusui

Niat puasa ganti - Image from news.diwarta.com

Mengenai kewajiban puasa Ramadhan, selama bulan ramadhan ibu hamil dan menyusui mendapat keringanan boleh meninggalkan puasa ramadhan namun tetap harus menggantinya di hari lain di luar bulan ramadhan.

Hal ini dikarenakan pada kondisi kesehatan ibu dan janin yang harus diperhatikan, jika tetap berpuasa dikhawatirkan membahayakan kesehatan ibu dan janin, dengan begitu ibu hamil dan menyusui boleh meninggalkan puasa dengan menggantinya dan membaca niat puasa untuk mengganti puasa Ramadhan.

Mengganti puasa dengan membaca niat puasa senin kamis sekaligus membayar hutang puasa ramadhan juga bisa dijalankan bagi ibu hamil dan menyusui. Namun harus dengan ketentuan khusus yang harus anda ketahui.

Beragam permasalahan qadha puasa dengan membaca doa buka puasa bayar puasa ramadhan dan juga niat puasa senin kamis dan bayar hutang puasa masih belum dipahami oleh sebagian umat muslim, maka dari itu wajibbaca.com akan menjelaskan pembahasan berikut ini.

Orang yang Diringankan untuk Mengqadha Puasa

Ada sebagian umat muslim yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa ramadhan, namun harus menggantinya dengan mengqadha dengan membaca doa niat bayar hutang puasa dan niat buka puasa qadha ramadhan, berikut ini beberapa golongan yang mendapat keringanan tersebut:

1. Orang yang sakit dan sakitnya memberatkan untuk puasa. Termasuk wanita hamil dan menyusui apabila berat untuk berpuasa.

2. Seorang musafir dan ketika bersabar sulit untuk berpuasa atau sulit melakukan amalan kebajikan.

3. Seorang wanita yang mendapati haid dan nifas.

Adapun dalil yang menyatakan beberapa golongan diatas adalah sebagai berikut:

Dalil golongan pertama dan kedua, dalam firman Allah SWT:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Dalil bahwa seorang wanita haid tidak boleh berpuasa, dari hadist Aisyah, beliau mengatakan:

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

“Kami dulu mengalami haid. Kami diperintahkan untuk mengqodho puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqodho’ shalat.”[2]

Niat Puasa Mengganti Puasa Ramadhan Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui termasuk dalam golongan yang dikategorikan sakit yang tidak memungkinkan berpuasa, maka ia boleh meninggalkan puasa.

Tetapi harus juga mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain dengan membaca niat puasa membayar hutang dan doa mengganti puasa ramadhan dengan cara sebagai berikut:

1. Membayar fidyah tanpa perlu mengganti puasa yang diawali dengan membaca niat berbuka puasa ganti. Pendapat ini dikeluarkan para sahabat dan tabi'in seperti Ibnu Abbas. Ibnu Umar dan Said bin Jabir.

2. Cara kedua wajib qadha dengan membaca niat membayar hutang puasa dan doa puasa bayar hutang tanpa perlu membayar fidyah. Pendapat ini didukung oleh Imam Hanafi. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dan Syekh Taqiyuddin An-Nabhani.

3. Ibu hamil dan menyusui wajib membayar fidyah dan mengqadha puasa dengan membaca niat buka puasa ganti dan doa niat puasa qadha. Hal ini berdasarkan pendapat dari Imam Syafi'i dan Imam Hambali serta Imam Nawawi. Ibu hamil dikatakan harus mengganti puasa dengan diawali membaca niat bayar puasa ramadhan dan doa membayar puasa dan membayar fidyah jika kehamilan dan menyusui tidak berbahaya bagi kesehatan. Jika meninggalkan puasa karena khawatir akan kesehatan, ibu hamil serta menyusui cukup mengganti puasa dengan membayar fidyah.

Untuk mengganti puasa bisa juga dengan mengganti pada puasa senin kamis dengan membaca niat puasa senin kamis dan ganti serta doa buka puasa bayar hutang. Bacaan niat puasa qadha digabung puasa senin kamis ini bisa juga dipelajari dan dipahami pada artikel wajibbaca.com yang berhubungan dengan niat puasa qadha ramadhan dan senin kamis.

Sedangkan untuk takaran membayar fidyah bagi ibu hamil bisa dibayarkan sebesar 1 mud gandum atau setara dengan 675 gram atau 0,75 gram gandum untuk setiap satu hari yang dilewatkan berpuasa.

Untuk takaran ini menurut Imam Malik dan Imam Syafi'i sedangkan menurut ulama Hanafiyah. Fidyah yang perlu dibayar untuk satu hari puasa yang ditinggalkan adalah 2 mud gandum.

Sedangkan kita yang berada di Indonesia gandum bisa diganti dengan beras atau makanan.

Demikianlah penjelasan mengenai niat puasa ganti dan puasa senin kamis, bacaan niat puasa qadha dan senin kamis, niat puasa senin kamis dan puasa ganti, doa buka puasa ganti, dan doa niat puasa qadha dan senin kamis yang bisa wajibbaca.com sampaikan.

Untuk dapat memahami lebih dalam lagi mengenai doa bayar hutang puasa, niat puasa ganti dan senin kamis, doa buka puasa qadha ramadhan, doa buka puasa qadha dapat dengan mudah diketahui dalam artikel wajibbaca.com yang berhubungan dengan niat puasa senin kamis dan mengganti puasa ramadhan, doa bayar puasa, niat buka puasa qadha, niat puasa bayar hutang. Semoga bermanfaat untuk kita semuanya.