Rukun Khutbah dan Contoh Bacaan Khutbah Jumat Singkat

 20 Aug 2019  Taufiq F

Rukun Khutbah dan Contoh Bacaan Khutbah Jumat Singkat

Khutbah Jumat - Image from nasional.tempo.co

Khutbah pada sholat Jumat merupakan bagian rukun penting dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain dengan tata cara pelaksanaan sholat Jumat itu sendiri.

Bacaan khutbah jumat pertama dan kedua hukumnya menjadi satu martabat dengan sholat, yang artinya apa yang menjadi syarat sahnya sholat, maka itu juga menjadi syarat sah khutbah Jumat.

Untuk itu mengetahui dan memahami contoh bacaan khutbah jumat dan rukun khutbah itu sendiri penting kiranya bagi syarat wajib sholat Jumat.

Pada kesempatan kali ini wajib baca akan membagikan penjelasan mengenai rukun khutbah dan doa khutbah pertama dan kedua serta contoh teks khotbah jumat.

Rukun Khutbah Jumat

1. Memuji Allah di kedua khutbah

Rukun khutbah yang pertama perlu dilakukan yaitu disyaratkan harus menggunakan kata hamdun, dengan lafad yang 1 akar kata misalnya "Alhamdu","Ahmadu", dan "Nahmadu".

Demikian juga dengan kata Allah, tidak cukup dengan hanya memakai asma Allah yang lain. Pelafalan yang benar adalah "Alhamdulillah", "Nahmadu lillah", dan "Lillahi al-hamdu"

2. Membaca shalawat kepada Rasulullah di kedua khutbah

Rukun yang kedua adalah membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW di kedua khutbah, di dalam pelaksanaan ini harus menggunakan kata "Al-shalatu" dan lafad yang 1 akar dengan kata tersebut, sementara untuk bagian asma nabi Muhammad penyebutannya harus menggunakan isim dhahir, dan tidak boleh menggunakan isim dhamir atau kata ganti.

3. Berwasiat kepada ketakwaan di khutbah kedua

Rukun khutbah Jumat yang ketiga yaitu berwasiat kepada ketakwaan di khutbah kedua ini sebenarnya tidak memiliki ketentuan redaksi yang paten.

Prinsipnya adalah harus berisi pesan yang membawa kebaikan, yang mengajak ketaatan dan menjauhi segala kemaksiatan.

Tidak cukup dengan mengingatkan dari tipu daya dunianya saja, tanpa ada pesan yang mengajak ketaatan dan kemaksiatan.

4. Membaca ayat suci Al-Quran di salah satu 2 khutbah

Rukun yang keempat yaitu membaca ayat suci Al-Quran disalah satu 2 khutbah yaitu dalam membaca ayat suci Al-Quran dalam khutbah standartnya adalah ayat di dalam Al-Quran yang dapat memberi pemahaman, dan juga makna yang dimaksud dengan cara yang sempurna.

Baik yang berkaitan dengan janji-janji, dengan ancaman, mauizhah, dan juga cerita dan lain sebagainya.

5. Berdoa untuk seluruh kaum mukmin di khutbah akhir

Rukun yang kelima khutbah Jumat ini adalah berdoa untuk seluruh kaum mukmin di khutbah terakhir, mendoakan seluruh kaum mukmin dan mukminin di khutbah Jumat, harus memiliki syarat yaitu isi kandungan yang mengarah ke nuansa akhirat.

Seperti misalnya ya Allah semoga engkau menyelamatkan kami dari api neraka, atau ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimat.

Itulah rukun khutbah sholat Jumat yang perlu diperhatikan khotibul untuk menunjang bacaan khutbah jumat lengkap dengan khutbah kedua.

Kemudian berikut ini beberapa contoh khutbah jumat pertama dan kedua serta mukadimah arabnya yang bisa menjadi referensi anda bila mau mengisi khutbah pertama jumat dan khutbah jum'at kedua

Doa Khutbah Jumat Pertama dan Kedua

Rukun Khutbah dan Contoh Bacaan Khutbah Jumat Singkat

Doa khutbah Jumat - Image from thegorbalsla.com

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat dan Jelas

1. Contoh khutbah singkat tentang kebersihan hati

Contoh khutbah shalat jumat lengkap dengan doa khutbah jumat 1
Di zaman cinta dunia dengan berbagai rupa dan bentuknya menggejala seperti sekarang, sepertinya perlu mengingatkan seorang muslim akan pentingnya mencintai sesama dan berbagai kebaikan serta mencegah gangguan dan keburukan sebagai langkah terpuji yang membuat hari bersih dan bahagia.

Kebersihan hati merupakan predikat mulia dan terhormat yang membuat seorang muslim mudah meraih pahala besar dan berakhir dengan kesudahan yang baik, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

Baca Juga:
1. Contoh Teks Khutbah Jumat yang Akan Sangat Mengena ke Hati Para Jamaah
2. 5 Rukun Khotbah Jumat yang Tak Boleh Ditinggalkan

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ. [الشعرائ/88-89]

“Pada suatu hari harta dan anak-anak tidak berguna kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. Qs.As-Syuara :88-89

Tanda hati bersih setelah keimanan, ketakwaan, tauhid dan keyakinan ialah manakala hati itu jernih dari pencemaran rasa dengki, iri hati dan dendam terhadap kaum muslimin, artinya seorang muslim hidup bersama sesama muslim dengan hati jernih, bersih dan tulus.

Tidak menyimpan dendam, tidak menyimpan kebencian, penipuan dan siasat buruk terhadap mereka, namun justru hidup berdampingan dengan mereka dengan perasaan lega dan hati bersih yang membuat dirinya sendiri nyaman dan orang lain merasa aman. Sebagaimana sabda Rasulullah:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ» متفق عليه

“Tidak sempurna iman seseorang hingga mencintai saudaranya seperti halnya mencintai dirinya sendiri”. Muttafaq alaih.

Saudaraku sesama muslim :

Termasuk kenikmatan yang disegerakan di dunia ini atau bahkan merupakan puncak kenikmatan surga dunia ialah apabila seseorang telah mencapai kebersihan hati dalam bergaul dan hidup bermasyarakat bersama siapapun. Firman Allah ketika menggambarkan penghuni surga:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ . [الأعراف/43]

“Kami cabut rasa dengki yang ada di dalam dada mereka”. Qs. Al-Araf:43

Ibnu Athiyah Rahimahullah dalam memahami ayat ini mengatakan:

"Hal itu dikarenakan orang yang menyimpan rasa dendam dan kedengkian merasa tersiksa dengan perasaannya itu, sedangkan surga bukanlah tempat siksaan".

Allah memberikan gambaran tentang doa hamba-hambaNya yang berfirman dalam firmanNya:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ .[الحشر/10]

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka berdoa, Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan kawan-kawan kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, janganlah Engkau menaruh rasa dendam di dalam hati kami. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun dan Maha Pemurah”. Qs. Alhasyr :10

Saudaraku sesama muslim :

Menjaga hati agar tetap bersih dari berbagai perasaan dendam dan benci merupakan salah satu amal kebajikan termulia.

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ، صَدُوقِ اللِّسَانِ» ، قَالُوا: صَدُوقُ اللِّسَانِ، نَعْرِفُهُ، فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ؟ قَالَ: «هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ، وَلَا بَغْيَ، وَلَا غِلَّ، وَلَا حَسَدَ» راه ابن ماجه

Nabi Muhammad pernah ditanya :

“Siapakah di antara manusia yang paling mulia ? beliau menjawab : Setiap orang yang berhati “makmum” dan lisannya “Shoduuq”. Mereka berkata : Kalau orang yang lisannya shoduuq (jujur) kami telah mengenalnya, tetapi siapakah orang yang berhati “makmum” itu ?. Jawab beliau : Itulah orang yang hatinya bersih dan bertakwa; tidak tercemari dosa, kezaliman, rasa dendam dan dengki”. HR Ibnu Majah. Isnad nya dinyatakan shahih oleh Almundziri dan Albushiri dalam Azzawaid dan oleh Albani.

Generasi terdahulu umat ini memahami hakikat tersebut. Lihatlah Zaid bin Aslam ketika menjenguk Abu Dujanah yang sedang sakit, namun demikian wajahnya tetap berseri, ia bertanya: "Apa yang membuat wajahmu nampak berseri?" Jawabannya: "Tidak ada sesuatu yang lebih menenteramkan hatiku selain dua amalan, pertama aku tidak membicarakan sesuatu yang tidak penting bagiku, dan kedua hatiku selalu bersih dan tulus terhadap kaum muslimin".

Fudhail bin iyadh rahimahullah berkata: "Tidaklah orang-orang yang bersama kami mencapai suatu pencapaian derajat tertentu lantaran banyaknya melakukan sholat sunah dan puasa, akan tetapu karena kemurahan dan kejernihan hati serta ketulusan nasihat mereka kepada umat".

Bacaan khutbah Jumat kedua singkat dan teks khutbah kedua jumat

Hati yang bersih merupakan pintu gerbang bagi masuknya keberkahan secara permanen. Seorang ulama salaf berkata: Pondasi agama adalah sifat wara', sebaik-baiknya ibadah adalah ibadah melawan nafsu di malam hari dan jalan pintas masuk surga adalah hati yang bersih.

Oleh karena itu, marilah kita jaga kebersihan, kejernihan dan ketulusan hati. Nabi Muhammad sendiri senantiasa berupaya memperteguh pondasi ini dengan menangkal segala merintanginya dan mengotorinya, sebab beliau bersabda:

«لاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا، وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ» . رواه مسلم

“Janganlah saling membenci, janganlah saling mendengki, janganlah saling membelakangi. Jagalah persaudaraan di antara kalian. Tidak diperkenankan seorang muslim tidak bertegur sapa dengan sesama saudaranya melebihi tiga hari”. HR. Muslim.

Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah bersaudara dan saling mencintai, saling berkasih sayang atas dasar takwa dan saling berpesan untuk selalu taat kepada Allah.

Itulah contoh teks khutbah jumat lengkap khutbah pertama dan kedua latin yang bisa anda jadikan bahan referensi untuk berkhutbah. Silahkan dicermati contoh bacaan khutbah jumat singkat diatas dan pelajari dengan cermat contoh teks khutbah jumat singkat.

Gunakan contoh teks khutbah singkat tersebut sebaik-baiknya. Untuk memahami lebih lanjut silahkan mempelajari contoh khutbah jumat serta doanya yang sudah wajib baca bagikan.

Demikianlah penjelasan yang bisa wajib baca sampaikan mengenai bacaan khutbah pertama dan khutbah jumat kedua, semoga bermanfaat.