Riwayat Hidup Mbah Maimun Zubair dan Pesan Beliau

 27 Aug 2019  Alif Hamdan

Riwayat Hidup Mbah Maimun Zubair dan Pesan Beliau

Mbah Maimoen Zubair - Image from jabar.tribunnews.com

Innalillahi wa inna ilahi rajiun.

Ulama seribu umat, Mbah Maimoen Zubair atau biasa yang disebut Mbah Moen telah wafat. Cucur air mata para jamaah dan santrinya membanjiri bumi ini.

Banyak pesan yang ditinggalkan ulama kharismatik ini semasa hidupnya. Berikut admin ulaskan riwayat hidup dan pesan Mbah Maimun Zubair yang ditinggalkan semasa hidupnya.

Riwayat Hidup Mbah Maimoen

Tepat pada hari Selasa, 6 Juni 2019 ulama legendaris, Kyai Haji Maimun Zubair wafat, dalam usia 90 tahun. Beliau wafat saat menjalankan ibadah haji dan jenazah langsung dimakamkan di Mekkah, Arab Saudi.

Siapa Sebenarnya Sosok Mbah Maimun Zubair?

Beliau adalah kyai sepuh kharismatik yang sering menjadi tumpuan permasalahan besar kebangsaan dan dunia internasional. Rakyat, santri, masyarakat, bahkan dari pejabat pemerintahan merasa dekat dan dari beliaulah mereka mendapat solusi yang terbaik.

Berikut Biografi Mbah Maimoen Zubair

Beliau adalah putra pertama dari Kyai Zubair. Lahir di Mangu Sarang pada hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 1348H atau 28 Oktober 1928. 

Pada zamannya, ayah beliau namanya sudah tersohor karena murid pilihan dari Syaikh Sa'id Al-yamani serta Syaikh Hasan Al-Yamani Al- Makky.

Pada umur 25 tahun, beliau menikah dan selanjutnya menjadi kepala pasar Sarang selama 10 tahun. Mbah Moen, begitu masyarakat memanggilnya adalah manusia yang terlahir dari gesekan permata dan intan.

Silsilah Nasab Mbah Maimoen Zubair

Berikut silsilah Mbah Maimoen Zubair dari nenek dan kakek yang tersambung hingga Sunan Giri.

Dari Jalur Nenek ibu Nyai Hasanah, yaitu:

  1. Mbah Kyai Maulana (Mbah Lanah), bangsawan Madura yang bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro​,
  2. Mbah Kyai Ghozali bin Mbah Kyai Maulana,
  3. Hajjah Sa’idah binti Mbah Kyai Ghozali yang menikah dengan Kyai Syu’aib, kyai Syu’aib adalah penerus perkembangan pesantren yang dirintih mbah Maulana dan Mbah Ghozali,
  4. Nyai Hasanah binti Kyai Syu’aib,
  5. Nyai Hasanah menikah dengan Kyai Dahlan,
  6. Kyai Zubair bin Kyai Dahlan,
  7. Kyai Maimun Zubair.

Dari Jalur Kakek sampai dengan Sunan Giri, yaitu:

  1. Mbah Maimun bin​kyai Zubair bin
  2. Kyai Dahlan bin
  3. Mbah Carik Waridjo bin
  4. Mbah Munandar bin
  5. Kyai Puteh Podang (desa Lajo Singgahan Tuban) bin
  6. Kyai Imam Qomaruddin (dari Blongsong Baureno Bojonegoro) bin
  7. Kyai Muhammad (Macan Putih Gresik) bin
  8. Kyai Ali bin
  9. Kyai Husen (desa Mentaras Dukun Gresik) bin
  10. Kyai Abdulloh (desa Karang Jarak Gresik) bin
  11. Pangeran Pakabunan bin
  12. Panembahan Kulon bin
  13. Sunan Giri
Putra beliau antara lain:
  1. KH Abdullah Ubab,
  2. KH Gus Najih,
  3. KH Majid Kami,
  4. Gus Abd. Ghofur,
  5. Gus Abd. Rouf,
  6. Gus M. Wafi,
  7. Gus Yasin,
  8. Gus Idror.
Putri beliau antara lain:
  1. Sobihah (Mustofa Aqil).
  2. Rodhiyah (Gus Anam).

Pesan-pesan Mbah Maimoen Zubair

Banyak pesan kutipan yang ditinggalkan Mbah Maimoen semasa hidupnya. Pesan dan kutipan beliau sangat menyentuh dan bisa menginspirasi untuk generasi muda dan para umat muslim di seluruh dunia.

Berikut 9 pesan beliau menyentuh yang sudah diterjemahkan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia:

"Tidak semua “orang yang pintar/cerdas/intelektual” itu adalah orang yang “benar/lurus”

"Tidak semua orang yang “benar/lurus” adalah orang “pintar/cerdas/intelektual”

"Banyak orang “pintar/cerdas/intelektual” tapi tidak “benar/lurus”

"Dan banyak “orang benar/lurus” meski pun dia tidak/bukan “orang pintar/cerdas/intelektual”

"Namun, daripada jadi “orang pintar/cerdas/intelektual” tapi tidak “benar/lurus”

"Lebih baik menjadi orang "benar/lurus" meskipun dia tidak “pintar/cerdas/intelektual"

"Ada yang lebih hebat/bagus, yaitu menjadi orang yang “pintar/cerdas/intelektual” yang selalu berbuat “benar/lurus”

"Membuat “pintar/cerdas/intelektual” orang yang “benar/lurus” itu lebih mudah dari pada membuat “orang pintar/cerdas/intelektual” menjadi orang yang “benar/lurus”

"Membuat orang “cerdas/pintar/intelektual” menjadi orang yang “benar/lurus”, itu membutuhkan kejernihan/kebeningan hati dan keluasan jiwa….!)."

Mungkin uraian biografi singkat dan pesan-pesan ulama seribu umat ini semasa hidupnya, bisa kita petik hikmahnya.

Tidak lupa, mari kita doakan semoga beliau wafat dengan keadaan khusnul khotimah. Dan jangan lupa setiap kita menjalankan sholat, hadiahkan al-fatihah tertuju pada beliau agar kita senantiasa mendapat barokah dari beliau.

Wallahu A'lam.

KOMENTAR