Niat Bacaan Doa Puasa Qadha Lengkap

 31 Aug 2019  Fajar R

Menjalankan atau menunaikan ibadah puasa bagi setiap muslim yang sudah masuk masa akil baligh dan berakal merupakan keharusan yang wajib dilakukan selama satu bulan penuh pada datangnya bulan ramadhan.

Apabila berhalangan, kewajiban ibadah ini boleh tidak dilakukan.

Misalkan ketika sedang menempuh perjalanan yang jauh maka boleh memilih tetap berpuasa atau tidak berpuasa, ketika sedang sakit atau untuk muslimah bila kedatangan tamu bulan diperbolehkan tidak menjalankan puasa.

Halangan yang diesbutkan diatas tentunya dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Meng-qadha atau mengganti puasa di bulain lain hukumnya terdapat pada beberapa dalil baik hadits atau Al-Qur’an, sebagaimana terdapat di dalam surat Al-Baqarah ayat 184 sebagai berikut.

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 184)

Meski apabila halangan tersebut terjadi dan diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadan. Maka wajib hukumnya bagi seorang muslim yang meninggalkan atau tidak menngerjakan puasa maka wajib baginya mengganti puasa yang tidak dikerjakan tersebut di hari lain setelah bulan Ramadhan.

Utang puasa yang tidak dikerjakan wajib dibayar sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan. Puasa ini sering disebut juga dengan puasa qadha.

Nah ketika menjelang bulan Ramadhan bagi mereka yang berhutang puasa bisa meng-qahda atau mengganti puasa sesegera mungkin atau jauh-jauh hari sebelumnya.

Agar tanggungan hutang kewajiban puasa kita tidak semakin menumpuk.

Nah pada kesempatan kali ini wajibbaca.com akan membahas mengenai puasa ini yang terdiri dari doa qadha puasa ramadhan atau doa mengganti puasa lengkap Arab dengan latin beserta artinya.

Doa untuk mengganti puasa ini berlaku untuk semua hutang puasa Ramadhan dengan berbagai halangan baik yang disebabkan karena haid sampai yang berhalangan karena menempuh perjalanan jauh.

Doa bacaannya sama saja dengan niat puasa qadha pada umumnya.

Tata cara melakukan untuk membayar hutang puasa Ramadhan caranya sama saja seperti melakukan puasa pada umumnya.

Berikut adalah niat bacaan doa yang dapat dibaca ketika akan melakukan qadha puasa atau mengganti puasa pada hari lain.

Niat Bacaan Doa Puasa Qadha Lengkap

Niat Bacaan Doa Puasa Qadha Lengkap - Image from designdakwah.com

Niat Bacaan Doa Puasa Qadha

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin ‘An Qadaa’in Fardho Romadhoona Lillahi Ta’alaa.

Artinya : Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah puasa pengganti ramadhan ini harus di lakukan secara berurutan?

Misalnya seorang muslim meninggalkan puasa ramadhan karena haid atau sakit sebanyak 7 hari terus menerus. Apakah dalam mengqadha puasa pun harus berurutan terus menerus.

Dalam hal ini ada perbedaan dua pendapat yang di kalangan para ulama, Pertama menyatakan bahwa jika hari puasa yang di­tinggalkannya berurutan, maka qadha’ harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran puasa qadha merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan, sehingga harusnya dilakukan secara sepadan.

Sedangkan pendapat kedua menyebutkan bahwa pelaksanaan puasa qadha tidak wajib dilakukan secara berurutan, karena tidak terdapat pada dalil manapun yang menyatakan bahwa meng-qadha puasa harus berurutan.

Sementara di surat Al-Baqarah ayat 184 ditegaskan bahwa qadha’ puasa wajib hukumnya dilaksanakan sebanyak jumlah puasa yang telah ditinggalkan.

Pendapat ini kuat karena didukung oleh sebuah hadits yang sharih yang jelas dan tegas).

Sabda Rasulullah SAW:

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ

“Qadha’ (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. ” (HR. Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar)

Diantara kedua pendapat tersebut , yang paling kuat adalah pendapat terakhir atau pendapat kedua.

Karena pada pendapat kedua didukung oleh adanya hadits yang shahih. Sementara itu pada pendapat pertama cuma sekedarlogika yang bertentangan dengan nash hadits yang sharih.

Untuk waktu melaksanakan atau menjalankan puasa qadha sebenarnya tidak ketentuan khusus, asalkan jangan sampai belum membayar hutang atau meng-qadha puasa sementara puasa yang berikutnya sudah datang.

Kesimpulannya qadha puasa tidak diwajibkan dilakukan secara berurutan. Namun bisa dilakukan dengan leluasa, kapan saja ketika mampu atau dikehendaki. Dapat secara berurutan, dipersilahkan juga secara terpisah.

Sekian ulasan mengenai puasa qadha atau mengganti puasa dan niat doa bacaannya. Semoga dapat menambah pengetahuan mengenai puasa qadha.