Mengenal Sosok Siapa Sir William Henry Perkin itu

 16 Jul 2019  Taufiq Firmansah
Mengenal Sosok Siapa Sir William Henry Perkin itu

Sir william henry perkin - Image from liputan6.com

Sir William Henry Perkin itu siapa? Sir William Henry Perkin adalah seorang kimiawan Inggris dan pengusaha yang dikenal baik atas penemuannya

Sir William Henry Perkin memiliki kisah kehidupan luar biasa yang bakal bikin siapapun tercengang dan bangga dengannya.

Ia menemukan secara kebetulan dari pewarna organik sintetis pertama, yaitu mauveine, yang terbuat dari bahan anilin.

Warna itu disebut warna mauve oleh Sir William Henry Perkin sehingga membuat permaisuri Napoleon III jatuh hati hingga pada saat itu dipakai semua wanita modis di Perancis.

Mengenal Sosok Siapa Sir William Henry Perkin

Sir William secara kebetulan menemukan pewarna organik sintetis pertama, yaitu mauvenie yang terbuat dari bahan anilin. Ia pernah gagal dalam usahanya untuk men sintetis kina untuk pengobatan penyakit malaria.

Kemudian pada usia 18 tahun ia sukses di bidang industri pewarna setelah menemukan bahan sintetis pertama tersebut. Lalu ia mendirikan pabrik untuk memproduksi pewarna dengan proses industri.

Lee Blaszczyk seorang profesor sejarah bisnis, mengatakan dengan meletakkan dasar untuk industri pewarna sintesis kimia organik, Sir William membantu untuk merevolusi dunia fashion.

Awal kehidupan Sir William Henry Perkin

Ia adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara, nama ayahnya yaitu George Perkin sebagai tukang kayu yang sukses, dan ibunya bernama Sarah keturunan dari Skotlandia.

Di usia 14 tahun Parkin ke kota London School, dimana ia diajarkan oleh Thomas Hal yang memupuk bakat ilmiah dan kemampuannya, ia pun mendorong Parkin untuk mengejar karirnya di bidang kimia.

Hingga akhirnya Perkin menemukan pewarna sintetis yang sangat-sangat berguna. Bila tak ada  Perkin yang bisa menemukan pewarna tekstil mungkin industri tekstil saat ini mungkin masih kesulitan memproduksi pewarna, khususnya warna ungu yang pada saat dulu terkenal mahalnya yang luar biasa.

Pada saat itu Perkin sedang membersihkan laboratorium dengan tidak sengaja ia menemukan awal dari warna yang ditemukannya.

Waktu itu ia sedang melakukan eksperimen untuk membuat quinine (obat malaria) sintetis pada 1856.

Residu larutan kimia yang dibersihkan Sir Henry William Perkin dengan noda alkohol ternyata meninggalkan noda berwarna ungu terang.

Setelah melakukan pengujian ternyata nodanya tersebut bisa digunakan sebagai pewarna pakaian yang stabil dan tahan lama. Dengan alih-alih membuat quinine

Kalau bukan karena penemuan Sir Henry William Perkin, industri tekstil saat ini mungkin masih kesulitan memproduksi pewarna, khususnya untuk warna ungu yang dulu terkenal mahal.

Sir Henry William Perkin, seorang ahli kimia asal Inggris, menemukan pewarna sintetis secara tidak sengaja saat sedang bersih-bersih laboratorium usai melakukan eksperimen untuk membuat quinine (obat malaria) sintetis pada 1856.

Residu larutan kimia yang coba dibersihkan Sir Henry William Perkin dengan alkohol ternyata meninggalkan noda berwarna ungu terang. Setelah diuji, ternyata “noda” tersebut bisa digunakan sebagai pewarna pakaian yang stabil dan tahan lama.

Dengan alih-alih membuat quinine ditugaskan oleh dosennya di Royal College of Chemistry. Perkin malah menemukan pewarna sintetis tersebut sehingga ia menciptakan produk perdananya yang berwarna ungu tadi dinamai sebagai "mauveine".

Saat pada masa itu memang warna ungu banyak dicari orang untuk pewarna pakaian karena menurut mereka warna ungu terkesan aristokrat. Tapi dengan banyak pencari harga warna ungu menjadi super mahal dan sulit untuk diperoleh.

Dengan penemuan yang di ciptakan Perkin ini membuat warna ungu menjadi mudah dan murah diterapkan di pakaian.

Sehingga Perkin pun memilih untuk beralih ke bidang manufaktur tak disangka mendapat respon baik dan jualannya laku keras hingga memicu tren warna ungu di dunia fashion pada saat itu. Sehingga Ratu Inggris Victoria pun mengenakan gaun ungu yang diwarnai dengan mauveine saat berada di Royal Exhibition tahun 1862.

Dengan itu penemuan Sir Henry William Perkin segera diikuti oleh kemunculan warna sintetis lain. Misalnya penemuan warna fuchsine, safranin, dan induline. Ia pun mengawali berdirinya industri kimia untuk pewarna sintetis.

Penemuan-penemuan warna berikutnya pun banyak terjadi setelah penemuan warna oleh Sir Henry William Perkin. Sir Henry William Perkin sekaligus mengawali berdirinya industri kimia untuk pewarna sintetis dan kerabatnya, industri farmasi.

Baca Juga :

Itulah biodata dari Sir Henry William Perkin sang penemu warna ungu yang disebutnya mauveine. Penemuannya ini sangat berharga karena dapat merevolusi dunia fashion hingga dapat dipakai di jaman ini.