10 Keutamaan Puasa Arafah (Salah Satunya dijauhkan Dari Api Neraka)

Penulis Vernandhea | Ditayangkan 01 Jul 2019


10 Keutamaan Puasa Arafah yang Luar Biasa Beserta NiatnyaKeutamaan puasa Arafah

Puasa Arafah berapa hari? 

Puasa Arafah sering dikenal sebagai puasa yang bisa menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang. 

Padahal tak hanya itu saja, banyak sekali keutamaan puasa Arafah yang jarang diketahui. 

Begini penjelasan lengkapnya.

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan di Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Rasulullah S.A.W tentang puasa Arafah:

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata): 

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?" Maka dia menjawab, " Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya." (HR. Muslim no.1162)

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. 

Selain itu banyak keutamaan puasa arafah yang bisa diambil.

Untuk itu, karena keutamaannya luar biasa semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. 

Puasa Arafah Berapa Hari?

Banyak dari Umat Islam yang bertanya-tanya mengenai jumlah hari dalam puasa Arafah. 

Berikut ada berbagai penjelasan dari hadist 

9 Hari di awal dzulhijjah 

Menurut hadist oleh Hunaidah ibn Khalid yang berbunyi, 

“Rasululllah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis” (HR. Abu Daud)

1 Hari di 9 dzulhijjah 

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ yang termasuk dalam Kitab Hanabilah menjelaskan: 

“Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu Hari Arafah. Demikian disepakati para ulama.” 

Itulah kedua pendapat dari hadist dan pendapat jumhur ulama. Jadi jika kamu mampu untuk berpuasa di 9 hari awal Dzulhijjah dipersilakan. 

Namun jika hanya sanggup berpuasa satu hari di tanggal 9 Dzulhijjah juga tak diperbolehkan. 

Niat Puasa Arafah

Di dalam hadist, tidak dijumpai bagaimana lafal niat puasa arafah. Rasulullah dan para sahabat biasa mengerjakan amal dengan niat tanpa dilafalkan.

Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. 

Melafalkan niat bukanlah syarat, namun ia disunnahkan oleh jumhur ulama selain mazhab Maliki dengan maksud membantu hati dalam menghadirkan niat. 

Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah SAW.

Namun, jika Anda ingin menjalankan puasa arafah, Anda bisa melafadzkan niat puasa Arafah sebagai berikut:

وَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma 'arofata sunnatan lillaahi ta'laa

Artinya : "saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala"

Manfaat Puasa Arafah 

Selain keutamaan dari segi agama, ternyata puasa itu sendiri memiliki manfaat baik bagi kesehatan yakni untuk jantung dan pembuluh darah. 

Manfaat puasa arafah bagi kesehatan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Meningkatkan kemampuan berpikir yang lebih tajam dan menyehatkan ginjal. 

Menurut penelitian puasa memang sangat baik apabila dilakukan secara berkesinambungan.

Puasa ini mempunyai beberapa keutamaan yang luar biasa bagi umat Islam yang menjalankannya. 

Lalu apa saja keutamaan puasa arafah 9 dzulhijjah? Wajibaca.com telah merangkumnya dalam artikel berikut ini:

10 Keutamaan Puasa Arafah

1. Menghapus dosa selama 2 tahun

Keutamaan puasa arafah yang pertama adalah dapat menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. 

Sebagaimana disabdakan Rasulullah dalam banyak hadits shahih berikut ini:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah bersabda: "Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang." (HR. Muslim)

2. Dilaksanakan di Hari arafah

Keutamaan puasa arafah selanjutnya ialah, puasa ini dilaksanakan bertepatan dengan hari dimana orang yang melaksanakan ibadah haji sedang melakukan wukuf di arafah. 

Sehingga bagi orang yang tidak melaksanakan haji diimbau untuk menunaikan puasa arafah.

Keutamaan puasa arafah juga ditunjukkan dalam hadist berikut ini, tertulis bahwa di hari Arafah, Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka. Sebagaimana dalam hadist berikut ini:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

Rasulullah bersabda: "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka melebihi hari arafah". (HR. Muslim).

3. Amalan 10 hari pertama bulan dzulhijah

Keutamaan puasa arafah selanjutnya ialah puasa arafah dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. 

Secara umum, amal-amal pada 10 hari ini merupakan amal yang memiliki banyak keutamaan.

Karena amal salih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dicintai Allah. 

Bahkan setara dengan jihad fi sabilillah yang membuat seorang mujahid syahid dan hartanya habis di jalan Allah SWT.

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah). Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits senada juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad) 

4. Tidak pernah ditinggalkan rasulullah

Keutamaan puasa arafah selanjutnya ialah tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW. 

Lantas, mengapa puasa arafah sangat istimewa bagi Rasulullah SAW hingga tak pernah ditinggalkannya? 

Hal tersebut dijelaskan dalam Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Prof Dr Wahbah Az Zuhaili:

رَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْمِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

"Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu puasa asyura, puasa hari arafah, puasa tiga hari setiap bulan dan shalat dua rakaat sebelum subuh" (HR. An Nasa'i dan Ahmad)

5. Jauh dari siksa api neraka

Keutaman puasa arafah selanjutnya ialah dijauhkan dari api neraka memang salah satu keutamaan puasa arafah bagi yang menjalankannya, bahkan Rasulullah SAW bersabda: 

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

"Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim" (Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah "70 musim" yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48)

6. Dikabulkan doanya

Keutamaan puasa Arafah selanjutnya ialah mendorong terkabulnya doa. 

Bagi Anda yang ingin doanya dikabulkan oleh Allah SWT, cobalah untuk berpuasa arafah karena puasa arafah bisa membantu terkabulnya doa seseorang. 

Rasulullah saw bersabda, "Sebaik baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR Tirmidzi)

7. Mendapat pahala yang besar

Keutamaan puasa Arafah selanjutnya ialah Allah SWT juga menjanjikan sebuah pahala yang besar bagi siapapun yang melaksanakannya, hal ini terdapat pada surat A-ahzab ayat 35:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمً

"Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya), dan kaum pria serta wanita yang khusyu', dan kaum pria serta wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum pria serta wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar" [A-Ahzab : 35]

8. Dimudahkan masuk surga

Keutamaan puasa arafah selanjutnya adalah dimudahkan baginya jalan untuk masuk ke surga.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'anhu katanya, 

"Aku berkata (kepada Rasulullah SAW): Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga? 

Beliau menjawab: "Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu" [Hadits Riwayat Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih]

9. Mendapat tempat di surga

Selain dimudahkan jalannya masuk ke surga, keutamaan puasa arafah juga menjanjikan sebuah tempat di surga bagi yang menjalankan puasa tersebut. 

Dari Sahl bin Sa'ad ra., dari Nabi Muhammad SAW (bahwa beliau) bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ = فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقُ، وَمَنْ دَخَلَ شَرِبَ، وَمَنْ شِرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا

"Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903]

10. Mendapat syafaat di hari kiamat

Keutamaan puasa arafah yang terakhir adalah mendapatkan syafaat dan pertolangan pada hari kiamat nantinya. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

"Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan 'Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.' Al-Qur'an pun berkata, 'Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafaat karenanya." Rasulullah mengatakan, "Maka keduanya akan memberikan syafaat." (HR. Ahmad, Hakim)

Demikianlah beberapa keutamaan puasa arafah bagi setiap umat Islam yang menjalankannya. 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan semakin menambah wawasan bagi para pembaca.

loading...