Info Terbaru Alasan Egy Maulana Vikri Lebih Memilih Lechia Gdansk

 11 Jul 2019  Taufiq Firmansah
Info Terbaru Alasan Egy Maulana Vikri Lebih Memilih Lechia Gdansk

Egy Maulana Vikri - Image from liputan6.com

Egy Maulana Vikri berasal dari Medan, Sumatra Utara, 7 Juli 2000; umur 19 tahun) adalah pemain Lechia Gdańsk yang berasal dari Medan, Indonesia.

Pemain muda Indonesia ini akhirnya bicara soal alasannya memilih Lechia Gdansk daripada Saint-Etienne. Setelah semusim beradaptasi, Egy Maulana Vikri mengaku siap untuk bermain lebih sering bersama Lechia Gdansk.

Egy Maulana pasang target tinggi di Lechia Gdansk. Setelah ia resmi bergabung dengan klub Lechia Gdansk Egy sempat dilirik klub Espanyol sebelum bergabung. Namun tak ada persetujuan apapun.

Hingga akhirnya Egy ditawarkan kontrak dari klub liga Prancis, Saint-Etienne. Namu Egy menolaknya karena lebih memilih bergabung ke Lechia Gdansk.

Egy ditawari sesaat usai pertandingan Espanyol B dan Indonesia kalah 2-4 namun yang mencetak 2 gol itu Egy. Akhirnya menarik perhatian klub Spanyol, namun tidak ada kelanjutan dari klub Spanyol

Info Terbaru Alasan Egy Maulana Vikri Lebih Memilih Lechia Gdansk

Aksi pemain Timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri saat akan melewati kiper Timnas U-19 Taiwan - Image from bolasport.com

Setelah Espanyol, Egy mengaku mendapat tawaran dari Klub Prancis. Namun Egy menolak karena ada tawaran yang lebih bagus dari Polandia.

Egy juga memutuskan memilih Polandia karena ia beralasan karena lebih baik untuk kariernya.

Pada musim lalu, Egy lebih sering masuk ke dalam squad tim kedua Lechia Gdansk ketimbang tim utamanya.

Pada kesempatan ini egy bertekad untuk menembus squad utama pada pramusim 2019-2020. Kesempatan Egy masuk kedalam squad utama dimulai sejak saat ini.

Kabar egy maulana vikri hari ini pada pramusim 2019-2020 dicoba diturunkan pada tim utama oleh pelatih Piotr Stokowiec.

Pelatih Piotr Stokowiec memberi kepercayaan kepada Egy Maulana Vikri pemain usia 19 itu kedalam squad utama. Egy termasuk dalam squad Lechia Gdansk untuk melakoni pemusatan latihan yang berada di Cetniewo.

Diuji dalam tiga pertandingan, pemain berusia 19 tahun itu sudah mendapat kepercayaan untuk turun sejak awal pertandingan. Tak main-main Egy juga diberi kepercayaan untuk tampil saat melawan klub besar seperti Israel, Hapoel Beer Sheva, Klub Yunani, Olympiacos, serta satu tim lokan lainnya.

Namun dari ketiga laga itu, Egy selalu diganti pada babak kedua. Meski Egy telah mencapai ke starting line-up, namun Egy tak lantas puas dengan pencapaiannya itu.

Karena Egy tidak mendapatkan banyak menit bermain di Lechia. Contohnya sepanjang 2018-2019 Egy hanya bermain selama 10 menit saja di dalam dua pertandingan di Liga Polandia.

Egy lebih sering membela Lechia Gdansk II, meski begitu Egy tetap menganggap musim pertamanya itu sebagai ajang untuk beradaptasi dan kini dirinya mengaku siap bersaing untuk menembus tim inti Lechia agar dapat ikut masuk dalam bertanding di tim utama

"Saya senang bisa bermain sejak menit pertama, tetapi itu hanya pertandingan uji coba," ujar Egy.

"Saya belum puas bermain sejak awal di laga uji coba," katanya.

Egy mengaku tetap berjuang keras agar bisa masuk ke dalam squad utama mulai musim ini. Ini hanya permulaan sekarang harus melakukan segalanya untuk masuk kedalam Liga dan Piala Super begitulah ujar Egy.

Baca Juga:

Dan kini keinginan Egy mungkin bisa terwujudkan meski pasti ada keinginan yang lebih besar yang ingin ia capai lagi.

Kini Egy menjalani pemusatan latihan, karena Egy dan timnya akan melakoni laga Piala Super Polandia melawan Piast Gliwice.

Saat ditanyai Egy mengatakan bahwa awalnya ia kesulitan berkomunikasi, karena memang Egy belum menyiapkan bahasa yang akan ia gunakan. Sehingga ia biasanya menggunakan bahasa sepak bola yang lebih universal.

Berada di luar negeri pada usia muda tentu saja menjadi pengalaman dan tantangan baru buat Egy Maulana Vikri. Apalagi saat terkendala dengan bahasa yang berbeda. Egy menyatakan dirinya memang masih mengalami kendala penguasaan bahasa Polandia.

Cara Egy mengatasi hal ini ia menggunakan bahasa sepak bola yang lebih universal untuk membantunya berkomunikasi untuk bermain di lapangan. Meski sulit baginya namun ia mengatakan perlahan bisa dimengerti olehnya.