Cara Menghilangkan Bekas Luka Koreng Berbekas di Badan

Komentar
Cara Menghilangkan Bekas Luka Koreng Berbekas Ditubuh yang Efektif
Image Source: alodokter.com

Bagaimana cara menghilangkan bekas luka koreng? Memiliki bekas luka atau biasa disebut koreng pada bagian tubuh tertentu akan sangat menyebalkan dan mengganggu penampilan. Terlebih, beberapa bekas luka tersebut tak kunjung hilang. Bekas luka atau koreng tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi setiap orang karena dapat mengganggu keindahan kulit.

Koreng termasuk termasuk salah satu reaksi tubuh agar mampu melindungi area kulit yang terluka dari segala kemungkinan terjadinya infeksi. Untuk itu, masalah kulit yang satu ini perlu diatasi segera agar koreng tidak mengeras dan membutuhkan waktu untuk segera dihilangkan.

Bekas luka atau koreng yang ada pada permukaan kulit pastinya akan sangat mengganggu sekali. Kulit yang korengan akan terlihat kotor dan pastinya membuat tidak percaya diri.

Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini wajibbaca.com akan membagikan tips bagaimana cara menghilangkan bekas luka sekaligus bekas koreng dengan menggunakan cara yang efektif. Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Baca Juga:

Cara menghilangkan koreng yang berbekas

Selain penggunaan obat koreng, ada beberapa perawatan sebagai cara menghilangkan koreng yang berbekas. Ada beberapa cara menghilangkan bekas luka koreng di kaki dan perawatan yang dapat mengurangi penampakan bekasnya. Tapi, perawatan cara menghilangkan bekas luka koreng di tubuh ini hanya dilakukan oleh dokter kulit dan ahli bedah plastik saja.

1. Suntikan kortikosteroid 

Suntikan kortikosteroid digunakan untuk mengobati beberapa keloid dan bekas luka hipertrofik. Kortikosteroid disuntikkan ke dalam bekas luka untuk mengurangi pembengkakan (radang) dan untuk meratakan bekas luka. Suntikan ini umumya diberikan sebanyak tiga kali dalam interval 4-6 minggu.

2. Gel silikon

Hipertrofik atau keloid banyak digunakan untuk mengurangi kemerahan dan meminimalisir bekas luka. Agar efektif, gel atau lembaran silikon harus ditempatkan di atas bekas luka selama 12 jam sehari, setidaknya selama tiga bulan. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan saran lebih lanjut tentang berbagai perawatan dengan bahan silikon untuk luka yang Anda alami.

3. Prosedur operasi 

Prosedur operasi bisa memperbaiki penampilan bekas luka, karena bisa digunakan untuk mengubah posisi, lebar dan bentuk jaringan parut akibat luka. Pembedahan tidak disarankan untuk bekas luka keloid, karena bekas luka dapat tumbuh kembali bahkan lebih besar. Prosedur operasi untuk keloid sering dikombinasikan dengan suntikan kortikosteroid pada bekas luka yang hilang segera setelah operasi. Anda bisa berbicara pada dokter bedah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang perawatan ini.

4. Perban tekan untuk bekas luka

Tujuan perban tekan yaitu untuk meratakan dan melembutkan bekas luka. Perban ini sering digunakan untuk bekas luka bakar yang luas atau setelah operasi pencangkokan kulit. Perban tekan biasanya terbuat dari bahan yang elastis. Perban digunakan setiap hari selam 6 sampai 12 bulan. Perban ini dipakai menggunakan kombinasi pelapis gel silikon. Anda bisa membeli perban ini di apotek tapi harus digunakan dalam pengawasan spesialis.

5. Make-up untuk bekas luka

Ada riasan yang tahan air dan bisa bertahan selama dua atau tiga hari. Perlu diketahui bahwa pengujian warna kamuflase untuk penyesuaian terhadap warna kulit terkadang membutuhkan waktu cukup lama, dan perlu dilakukan oleh seseorang yang berkualifikasi.

6. Terapi laser

Terapi laser atau sinar (pulses of light) dapat mengurangi kemerahan pada bekas luka dengan penggunaannya diarahkan pada pembuluh darah di jaringan parut yang berlebihan. Terapi ini menggunaan laser untuk menghilangkan lapisan atas kulit yang merangsang produksi kolagen di lapisan yang lebih dalam. Tapi, belum banyak penelitian yang mendukung efektivitas dan keamanan dari terapi laser ini. Jika Anda ingin mencoba terapi laser, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter spesialis kulit untuk mendapat penanganan yang tepat.

7. Dermal Fillers 

Dermal fillers adalah zat yang disuntikkan ke dalam lapisan dermis kulit untuk mengencangkan, mengurangi garis halus dan kerutan statis pada kulit, serta meremajakan kulit. Perawatan ini cenderung mahal dan hasilnya sementara. Untuk menjaganya tetap dalam kondisi kulit yang diinginkan, dermal fillers harus dilakukan secara berulang-ulang.

8. Skin Needling 

Prosedur yang juga disebut dengan istilah microneedling ini adalah teknik menggunakan jarum-jarum halus yang ditusukkan ke kulit untuk merangsang peremajaan kulit. Hal ini berguna untuk memudarkan koreng yang berbekas. Untuk mencapai hasil maksimal, perawatan jenis ini harus dilakukan secara berulang. Dan pastinya hasilnya dapat berbeda setiap orang.

9. Radioterapi

Radioterapi dosis rendah dapat mengurangi tingkat kekambuhan dari bekas luka hipertrofik dan keloid setelah operasi. Prosedur radioterapi efektif pada beberapa kasus, namun karena efek sampingnya jika digunakan dalam jangka panjang, teknik ini hanya digunakan untuk kasus yang serius. Efek samping radioterapi ini seperti kemerahan pada kulit, nyeri, kulit kering, hingga (meskipun jarang) meningkatkan risiko kanker.

10. Krim, salep, atau gel

Krim, salep, atau gel banyak digunakan untuk mengobati bekas luka akibat luka gores, maupun cedera lainnya. Seringkali, perawatan dengan obat-obatan oles ini mengandung steroid atau krim antihistamin tertentu untuk bekas luka yang menyebabkan gatal dan sangat sensitif. Krim vitamin E banyak direkomendasikan untuk mengatasi koreng yang berbekas. Kendati belum ada bukti medis terkait khasiatnya untuk menghilangkan koreng, tapi mengoleskan krim dengan vitamin E ke bekas luka dapat bermanfaat untuk melembapkan kulit. Yang perlu diperhatikan juga yaitu penggunaannya harus dengan resep dokter.

11. Tabir surya

Untuk meminimalkan visibilitas bekas luka, lindungi dan kulit dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15. Jangan berjemur atau terpapar terlalu lama dengan sinar matahari.

Pola hidup sehat juga dapat membantu cara menghilangkan koreng yang berbekas. Minumlah air putih delapan gelas sehari. Pilih makanan yang bernutrisi dan kurangi asupan kafein, serta melakukan perawatan kulit secara rutin.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghilangkan bekas luka koreng pada tubuh Anda. Beberapa cara tersebut diharapkan dapat menyamarkan, menipiskan, bahkan menghilangkan bekas luka. Bila bekas luka masih baru, segeralah untuk mengobatinya agar luka tidak semakin parah.

Demikian penjelasan tentang cara menghilangkan bekas luka koreng di tubuh. Semoga bermanfaat.
Top