Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

 29 Mar 2019  Wahyu Fajar
Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Image Source: grid.id

Ciri dan gejala sakit ginjal yang harus diwaspadai memang jarang diketahui. Penyakit ginjal pada tahap awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala mudah ditemui. Ya, ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal sering tak disadari oleh pengidapnya lantaran gejalanya begitu ringan dan samar-samar. Padahal jika terus dibiarkan akan sangat berbahaya sekali.

Penyakit ginjal pada stadium awal memang sulit dideteksi dengan mudah. Namun gangguan ginjal pada tahap pertama bisa diketahui melalui kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Penyakit ginjal tentu akan ditandai dengan berbagai ciri-ciri. Apabila dibiarkan dapat menimbulkan masalah yang cukup berat hingga nantinya meningkat menjadi stadium akhir.

Bagaimana jika ginjal bermasalah dan tidak bisa menyaring darah seperti biasanya? Maka dari itu, ketahui apa saja Bagaimana jika ginjal bermasalah dan tidak bisa menyaring darah seperti biasanya? Ketahui apa saja ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal?

Baca Juga:

Ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal 

1. Mudah lelah

Ginjal melakukan fungsi penting tubuh seperti mengatur kandungan asam, kalium, dan kandungan garam. Penghapusan kotoran juga merupakan fungsi dari ginjal bersama dengan memproduksi vitamin D dan menyeimbangkan cairan tubuh. Ginjal juga menghasilkan hormon yang merangsang pembentukan sel-sel darah merah. Ketika fungsi ginjal ini mulai terganggu, maka tubuh pun akan mudah lelah dan lemas tidak seperti biasanya. Meskipun rasa lemah itu sering kali tidak terasa, terutama pada stadium awal.

2. Perubahan dalam buang air kecil

Biasanya tanda yang paling jelas dari gangguan ginjal adalah perubahan kebiasaan buang air kecil. Produksi urin adalah fungsi ginjal yang utama dan karena itu, ketika ada perubahan besar seperti: urin lebih sedikit, buang air kecil lebih sering, perubahan warna, urin berbusa, bau, rasa sakit saat berkemih, atau darah dalam urin, semua bisa menunjukkan adanya masalah pada ginjal.

3. Protein dalam urine

Kerusakan ginjal akan menyebabkan protein dari darah bocor ke dalam urin, bersama dengan sel-sel darah. Kebocoran bisa terjadi sangat minimal sehingga tidak menimbulkan gejala berarti, namun jika berat dapat menyebabkan edema atau pembengkakan pada tubuh. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tahunan, terutama pada orang yang memiliki faktor lain yang dapat berkontribusi pada penyakit ginjal seperti diabetes. Baca: Sindrom Nefrotik, si Ginjal Bocor

4. Retensi cairan (Edema)

Dampak dari bocornya protein darah, menyebabkan cairan dalam pembuluh darah tidak dapat dipertahankan. Sebagian cairan merembes ke luar dari pembuluh darahh dan masuk ke dalam jaringan. Akibatnya, terjadilah pembengkakan, yang paling sering pada kaki, perut, dan paru-paru yang menyebabkan sesak nafas (terutama pada stadium lanjut).

5. Nyeri punggung bawah

Rasa sakit dari ginjal dapat dirasakan sebagai nyeri punggung bawah, tepatnya di bawah tulang rusuk, atau bahkan menjalar sampai ke perut. Gejala lain yang harus diperhatikan selain sakit punggung bawah adalah: perubahan rasa makanan, rasa metalik di mulut, kehilangan nafsu makan, kesulitan untuk berpikir jernih, pusing, sakit kepala, kelelahan, dan kulit gatal atau ruam. Ingat, penyakit ginjal seringkali terdeteksi ketika kondisinya sudah lanjut dan menjadi sulit ditangani.

Padahal jika terdeteksi pada stadium awal, maka hasil penanganannya akan jauh lebih baik. Oleh sebab itu, jangan remehkan setiap gejala dan ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal di atas, dan jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Terutama bagi Anda yang berisiko tinggi, seperti pengidap diabetes, darah tinggi, dan lansia.

Bagaimana Memastikannya?

Selain melihat pengukuran GFR dan mengamati gejalanya, ada cara lain yang dilakukan untuk menentukan diagnosis status penyakit ginjal, yakni dengan pemeriksaan sebagai berikut:

  1. Ureum - Kreatinin, kadanya lebih tinggi dari kadar normal dalam darah
  2. Darah atau protein dalam urin
  3. Bukti kerusakan ginjal pada MRI, CT scan, ultrasound atau kontras X-ray
  4. Riwayat keluarga penyakit ginjal polikistik (PKD)

Bagaimana Mengobati Penyakit Ginjal Stadium Awal?

1. Makan makanan sehat

  • Sertakan berbagai biji-bijian, buah-buahan segar dan sayuran.
  • Pilih diet yang rendah lemak jenuh dan kolesterol.
  • Batasi asupan makanan olahan dan makanan tinggi gula dan garam natrium.
  • Pilih dan siapkan makanan yang rendah garam.
  • Bidik berat badan yang sehat, konsumsi kalori yang cukup dan sertakan aktivitas fisik setiap hari.
  • Jaga asupan protein dalam tingkat yang sehat, seperti yang direkomendasikan oleh dokter Anda.
  • Konsumsi vitamin dan mineral seperti yang direkomendasikan oleh dokter.

2. Jaga tekanan darah pada tingkat yang sehat.

  • 125/75 untuk mereka yang menderita diabetes
  • 130/85 untuk non-diabetes dan non-proteinuria
  • 125/75 untuk non-diabetes dengan proteinuria

3. Jaga gula darah atau diabetes agar terkendali 

4. Lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter dan sertakan tes kreatinin serum untuk mengukur GFR 

5. Minum obat sesuai resep dokter 

6. Berolahraga secara teratur 

7. Berhentilah merokok

Nah itulah ciri ciri penyakit ginjal stadium awal yang bisa Anda ketahui agar menambah wawasan tentang penyakit ginjal ini. Selain menjaga kesehatan tubuh, Anda juga harus konsultasi dengan dokter.

Demikian ciri ciri penyakit ginjal stadium awal. Semoga bermanfaat.