Terjemahan dan Kandungan Surat Al-Kafirun

 21 Feb 2019  Wahyu Fajar
Terjemahan dan Kandungan Surat Al-Kafirun

Image Source: adinawas.com

Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Qur'an bagi umat Islam berfungsi sebagai pedoman hidup didunia maupun diakhirat. Al-Qur'an itu sendiri terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan 6236 ayat.

Surat didalam Al-Qur'an membahas tentang toleransi dalam beragama diantaranya adalah Qs. Al-Kafirun. Surat Al-Kafirun ini merupakan surat yang ke 109 dengan jumlah ayat 6. Diturunkannya surat Al-Kafirun karena orang-orang kafir mengajak Rasulullah Saw untuk menyembah berhala (patung).

Kemudian Allah Swt menurunkan salah satu wahyu kepada Nabi Muhammad Saw untuk menjawab ajakan kaum kafir mekkah tersebut yaitu surat Al-Kafirun. Apa isi kandungan surat al-kafirun ayat 1-6? Berikut ini terjemahan dan kandungan surat al kafirun.

Baca Juga

Bacaan surat Al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir".

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

Kandungan Qs. Al-Kafirun ayat 1-6

Apakah kandungan surat al kafirun ayat 1-6?

  1. Pada surat Al-Kafirun ayat pertama dan kedua, Nabi Muhammad Saw memanggil orang-orang kafir dan menjawab pertanyaan untuk menyembah berhala sesuai wahyu yang diturunkan oleh Allah Swt. Kemudian jawaban tersebut dipertegas dengan menolak ajakan dari orang-orang kafir Quraisy untuk menyembah tuhan (berhala) yang orang-orang kafir sembah.
  2. Orang kafir adalah orang yang tidak mengakui Allah Swt sebagai Tuhannya dan tidak mempercayai bahwa Nabi Muhammad Saw sebagai utusannya.
  3. Pada ayat kedua surat Al-Kafirun berpesan bahwa keimanan kita kepada Allah Swt tidak boleh dicampuradukkan dengan selain-Nya. Sebagai umat Islam kita tidak boleh melakukan perbuatan syirik yaitu menyembah selain kepada Allah, perbuatan syirik termasuk perbuatan dosa yang sangat besar.
  4. Isi kandungan dari Qs. Al-Kafirun yang selanjutnya setelah menolak untuk menyembah tuhannya orang kafir, Rasulullah Saw kemudian memberikan ketegasan kepada orang-orang kafir bahwa orang-orang kafir bukan penyembah Allah Swt yang Rasulullah Saw dan para sahabat sembah.
  5. Pada ayat yang ke-enam Nabi Muhammad Saw memberikan kesimpulan kepada orang-orang kafir untuk tidak memaksakan kehendak kepada umat Islam untuk menganut suatu agama selain agama Islam. Berarti setiap orang berhak memilih dan menganut agama sesuai dengan yang diyakini.

Apa kandungan surat al kafirun jelaskan? Kesimpulan dari turunnya surat Qs. Al-Kafirun adalah jawaban Rasulullah Saw atas ajakan kaum Quraisy untuk bertukar keyakinan memeluk agama. Tetapi Rasulullah Saw dengan tegas menolak dan mengatakan “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”. Rasulullah menyatakan bahwa orang-orang kafir Quraisy tidak akan ikhlas dan sepenuh hati menyembah Allah Swt sebagaimana yang mereka janjikan. Pada ayat terakhir diperjelas sikap yang ditunjukkan Rasulullah Saw dalam hal aqidah, bahwa dalam hal beribadah kita berhak untuk melaksanakan ajaran sesuai dengan tuntunan agama kita. “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” ayat ini selaras dengan QS. Al-Baqarah ayat 256 yang berbunyi,

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 

“Tidak ada paksaan dalam (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.…”  

Artinya bahwa Allah Swt menghendaki setiap orang merasakan kedamaian. Karena itu tidak ada paksaan dalam menganut keyakinan agama Islam. Tetapi begitu, telah jelas jalan yang benar dan jalan yang sesat. Sehingga  tidaklah perlu paksaan itu dilakukan.

Demikian apa kandungan dari surat al kafirun? Semoga dapat bermanfaat.

KOMENTAR