Awas, Ini Bukan Permen Tapi Narkoba Jenis Baru MXE

 28 Feb 2019  Cheryl mikayla
Awas, Ini Bukan Permen Tapi Narkoba Jenis Baru MXE

Narkoba Jenis Baru MXE (islamidia.com)

Awas peredaran narkoba mirip permen!!

Baru-baru ini Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro menggagalkan transaksi narkoba jenis baru MXE di area parkir Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat yang sangat mirip dengan permen.

Dikatakan, narkoba jenis ini sangat berbahaya dan bisa berakibat pada kematian...

Senin, 25 Februari 2019. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro menggagalkan transaksi narkoba jenis baru MXE, Polisi menangkap dua orang dalam operasi ini yakni SS dan ST.

Operasi itu sekaligus mengungkap peredaran narkoba jenis baru, MXE. Narkoba yang mengandung Metoksetamina (MXE) ini diduga berasal dari Malaysia.

Narkoba jenis baru ini ditemukan di unit apartemen milik SS di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat,” kata Kepala Sub Direktorat I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak.

Setelah menggagalkan transaksi, polisi menggeledah apartemen SS di Mediterania Boulevard Residence, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hasilnya, polisi menemukan 9 ribu butir MXE, sabu seberat 874 gram, 70 butir Happy Five, timbangan digital, alat sealer, 2 buah bong, serta 4 buah cangklong kaca.

Mxe Diperoleh Dari Seseorang di Pontianak

Awas, Ini Bukan Permen Tapi Narkoba Jenis Baru MXE

Narkoba jenis baru bernama Metoksetamin saat dipamerkan dalam rangka konferensi pers di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019. Tempo/Adam Prireza.

Tersangka SS mengaku mendapatkan narkoba MXE asal Malaysia beberapa hari sebelum ditangkap di Rumah Sakit Husada.

Tablet warna cokelat berbentuk diamond dan sangat mirip dengan permen itu dipastikan mengandung MXE setelah polisi melakukan pemeriksaan di laboratorium.

SS mendapatkan barang ini baru beberapa hari sebelum penangkapan dengan cara diletakkan di parkiran belakang Mal Sunter dan itu atas arahan dari seseorang berinisial R di Pontianak,” ujar Calvijn, seperti dilansir dari tempo.co

Tersangka SS menjualnya barang tersebut seharga Rp 400-500 ribu per butir.

Efek MXE Berbeda Dengan Ekstasi

Anggota Pusat Laboratorium Forensik Polri Ajun Komisaris Besar Jaswanto berujar, narkoba MXE dapat membuat penggunanya merasa ingin bunuh diri. Meski begitu, narkoba jenis itu kerap digunakan untuk bersenang-senang.

Dengan tujuan rekreasi atau kesenangan,” kata Jaswanto.

Selain ingin bunuh diri, efek buruk dari narkoba tersebut bagi penggunanya antara lain kesulitan berbicara, memunculkan perasaan bingung, cemas gemetar, rasa mual dan ingin muntah, serta paranoid.

Adapun efek jangka pendek yang dirasakan pengguna adalah bahagia, meningkatkan empati, perasaan damai dan tenang, serta halusinasi. “Jadi lebih banyak efek buruknya dari metoksetamina itu,” kata Jaswanto.

Baca Juga: Orang Tua Harus Lebih Aktif, Ini Akibat Pergaulan Bebas yang Sering Melanda Remaja

MXE Termasuk Narkotika Jenis 1

Jaswanto mengatakan, MXE termasuk narkoba golongan 1. Hal itu sesuai dengan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 50 tahun 2018.

MXE yang ditemukan diketahui juga mengandung analgesik dan kafein.

Dalam pengungkapan kasus narkoba jenis baru MXE tersebut, polisi tengah memburu dua orang pengedar narkoba.

Dua buron itu yaitu, R di Pontianak dan N di Malaysia. Polisi menemukan bukti transfer yang ditemukan saat penggeledahan di apartemen SS.

KOMENTAR