Penjelasan Lengkap Mengenai Infeksi Saluran Kemih dan Akibatnya

Penulis Wahyu Fajar | Ditayangkan 28 Jan 2019


Penjelasan Lengkap Mengenai Infeksi Saluran Kemih dan AkibatnyaImage Source: tstatic.net

Infeksi saluran kemih atau ISK merupakan infeksi bakteri yang menyerang daerah saluran kemih pada tubuh. 

Infeksi saluran kemih terjadi karena kuman masuk ke dalam saluran kemih dan bergerak menuju uretra. 

Hal ini berlanjut menjadi infeksi bakteri yang bisa meluas pada kandung kemih, saluran kencing, ginjal, dan uretra. 

Apa itu infeksi saluran kemih?

Definisi Infeksi Saluran Kemih

Apa yang dimaksud dengan infeksi saluran kemih? 

Infeksi saluran kemih atau istilah medisnya cystitis adalah kondisi ketika kandung kemih dan bagian atas uretra meradang (merah dan bengkak). 

Sering kali peradangan ini disebabkan infeksi bakteri. 

Kondisi ini menyakitkan serta mengganggu, bahkan dapat menjadi masalah kesehatan yang serius jika infeksi menyebar ke ginjal.

Pada umumnya, infeksi kandung kemih dapat terjadi sebagai reaksi terhadap obat-obatan tertentu serta iritasi.

Cystitis adalah infeksi yang dapat terjadi pada siapa saja. 

Apakah infeksi saluran kemih berbahaya? Akan tetapi, kondisi ini lebih umum dialami wanita daripada pria. 

Kadang-kadang cystitis bisa jadi kronik (kambuh) dan sulit diobati. 

Infeksi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. 

Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari  penyakit lain. 

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda-Tanda & Gejala

  • Rasa sakit dan terbakar ketika kencing.
  • Nyeri dan tekanan di perut bagian bawah.
  • Urin berbau amis atau berwarna keruh.
  • Kencing berdarah.
  • Sering buang air kecil.
  • Demam ringan.

Mungkin ada tanda-tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan. 

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Obat & Pengobatan

Apakah infeksi saluran kemih bisa sembuh? Pengobatan paling umum untuk cystitis adalah menggunakan obat antibiotik.

Biasanya pil dikonsumsi 3-10 hari untuk menghentikan infeksi bakteri. 

Dokter mungkin ingin melakukan pemeriksaan lain setelah 1-2 minggu, untuk memastikan infeksi tersebut hilang. 

Jika infeksi masih sering terjadi, obat mungkin perlu dikonsumsi sampai 6 bulan.

Namun dokter umumnya akan melakukan terapi untuk meringankan tanda-tanda dan gejala interstitial cystitis. 

Beberapa terapi yang dilakukan dokter meliputi:

  • Mengkonsumsi obat oral atau yang dimasukkan langsung ke dalam kandung kemih Anda.
  • Prosedur yang memanipulasi kandung kemih Anda untuk memperbaiki gejala, seperti peregangan kandung kemih dengan air atau gas (kandung kemih distensi) atau operasi.
  • Stimulasi saraf, yang menggunakan sengatan listrik ringan untuk meredakan nyeri panggul dan, dalam beberapa kasus, mengurangi frekuensi kencing.

Obat Infeksi Saluran Kemih

1. Antibiotik

Antibiotik biasanya menjadi pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kemih. 

Namun, jenis antibiotik beserta dosis dan durasi pakainya akan ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan infeksi yang Anda alami.

Pada umumnya, antibiotik untuk obat infeksi saluran kencing diminum selama 3-7 hari. 

Untuk infeksi yang tidak terlalu parah, dokter mungkin merekomendasikan durasi pengobatan yang lebih singkat sekitar satu sampai tiga hari. 

Pada kasus yang lebih parah, dokter akan menyarankan untuk rawat inap dan memberikan antibiotik lewat infus.

2. Perbanyak minum air

Memperbanyak asupan cairan dapat membantu tubuh mengeluarkan lebih banyak urin untuk membilas bakteri. 

Air putih adalah pilihan terbaik Anda, tapi bisa juga dengan minum jus buah asli atau makan buah dan sayuran segar yang mengandung banyak air, seperti semangka dan timun, untuk membantu meningkatkan produksi urin.

3. Minum vitamin C

Selain meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh, suplemen vitamin C juga membantu meningkatkan keasaman urin yang akan mempercepat proses penyembuhan.

4. Perbanyak istirahat

Istirahat total dan hindari aktivitas tertentu yang bisa memerangkap panas dan kelembapan di area selangkangan. 

Suhu lembap dapat membuat bakteri berkembang biak semakin subur. 

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk berpuasa seks dulu sampai infeksinya sembuh total agar tidak menulari pasangan Anda.

5. Jaga kebersihan pribadi

Selalu perhatikan kebersihan diri sendiri, tak hanya saat sedang sakit tapi juga sebelum dan setelah pulih. 

Untuk menghindari kuman dari kulit sekitarnya menyusup masuk ke saluran kencing. 

Ketika mandi, lebih baik menggunakan shower daripada berendam di bak mandi. 

Gunakan sabun netral yang tidak berpengharum.

SHARE ARTIKEL