Sakit di Dunia Masih Ada yang Menolong, Tapi Kalau di Akhirat Jangan Harap

 28 Dec 2018  Alif Hamdan
Sakit di Dunia Masih Ada yang Menolong, Tapi Kalau di Akhirat Jangan Harap

Gambar dari tribunnews.com

Jangan harap ada yang menolong !

Kalau di dunia sakit itu masih ada dokter ataupun orang tua. Tapi kalau di akhirat jangan mengharap ada yang menolong.

Bahkan bukan malaikat ataupun nabi, hanya ada satu cara yang bisa menolongmu !

Setiap yang hidup sudah pasti akan merasakan yang namanya kematian.

Karena kematian adalah tempat terakhir manusia menjalani kehidupan di dunia.

Dan tempat yang kekal adalah akhirat, yaitu tempat manusia akan hidup selamanya dan tidak ada lagi kematian setelah itu.

Karena itu, sebelum ajal menjemput, perbanyaklah amal kebaikan dan berbuat baiklah kepada setiap makhluk ciptaan Allah.

Karena jika ajal sudah menjemput, maka semua yang ada dan kita miliki di dunia tidak memiliki arti dan tak dapat menolongmu sama sekali, kecuali amal perbuatanmu yang menjadi pertanggungjawabanmu di hadapan Allah kelak.

Salah satu amal kebaikan yang dapat melongmu di akhirat kelak adalah Membaca Al Qur'an.

Al Qur'an merupakan kitab suci yang diwahyukan kepada nabi kita Rasulullah SAW dengan perantara Malaikat Jibril untuk dijadikan pegangan atau pedoman hidup bagi umat manusia di seluruh penjuru dunia.

Orang yang suka membaca Al Qur'an hatinya selalu merasa tenteram dan damai karena ia selalu merasa dekat dengan sang khalik.

Dan Al Qur'an akan menjadi penolong dan pendamping setiap orang yang senang membaca dan mengamalkan isinya di alam kubur.

Al Qur'an akan menjadi penerang kuburnya dan selalu mendampinginya di alam kubur sampai ia masuk ke dalan surga.

Seperti sabda Rasulullah:

"Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari kiamat daripada Al Qur'an. Bukan Nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya."
Diriwayatkan oleh Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya.

Baca Juga :

Itulah betapa tingginya derajat orang yang suka membaca Al Qur'an dan mengamalkannya

Seperti yang dilansir oleh Tribunnews.com, tak hanya orang yang membaca Al Qur'an, orang yang mendengarkannya pun akan mendapatkan kebaikan dan pengetahuan yang luas dan mendapat rahmat dari Allah Taala.

Ada banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al Qur'an itu memberikan syafaat pada orang yang membacanya maupun orang yang mendengarkannya dengan hati yang khusyuk.

Seperti diriwayatkan oleh Al Bazzar dalam kitab La'aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan melakukan segala persiapan untuk penguburannya di rumah, tiba-tiba datang seorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat.

Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, maka datang 2 malaikat yakni Malaikat Munkar dan Nakir untuk menanyakan amal perbuatan si mayat.

Kedua malaikat tersebut berusaha memisahkan orang tampan tersebut dari si mayit agar memudahkan tanya jawab.

Tetap si tampan itu berkata: "Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam surga."

Kemudian si tampan itu berkata: " Aku adalah Al Qur'an yang terkadang kamu baca dengan suara yang keras dan terkadang kamu baca dengan suara yang perlahan.

Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan,"

Kepada si Mayit, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala'il A'la.

Nah begitulah bagaimana Al Qur'an memberikan safaat kepada orang yang suka membacanya.

Semoga kita semua bisa membaca Al Qur'an dan mengamalkan isi yang terkandung didalamnya hingga kita mendapatkan syafaatnya kelak ketika sudah tiada kelak. Aamiin

Wallahu A'lam.