Tidak Sabar Menanti Waktu Shalat Tiba, Subhanallah Keutamannya

 22 Mar 2017  Unknown
Shalat merupakan tiang agama umat islam. Shalat juga merupakan penentu dan perhitungan utama saat di akhirat nanti. Nah, penting banget kan untuk laksanakan shalat?

Tidak Sabar Menanti Waktu Shalat Tiba, Subhanallah Keutamannya

BACA JUGA: Demi Nikahi Gadis Medan, Bule Tampan Rela Jadi Muallaf. Ini Kisahnya..

Selain pahala, shalat juga sangat baik untuk kesehatan kitaa. Tapi sayangnya, banyak dari kita yang masih mengutamakan urusan dunia dan menomor dua kan urusan penting ini. Padahal pahalanya bukan hanya bagi yang menerjakannya saja, tapi juga bagi yang tidak sabar menunggu waktu shalat tiba.

Dikutip dari satumedia, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah yang namanya ribath (mencurahkan diri dalam ketaatan), itulah yang namanya ribath,” (HR. Muslim, no. 251).

Dari hadits tersebut dapat disimpulkan, yakni:

1. Amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits yaitu menyempurnakan wudhu saat sulit, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat adalah sebab diampuninya dosa dan ditinggakannya derajat.

2. Al-Qadhi ‘Iyadh mengatakan bahwa terhapusnya kesalahan, berarti ibarat untuk diampuninya dosa. Juga bisa maknanya adalah dihapuskan dosa dari kitab cacatan. Itu juga maknanya dosa tersebut diampuni. Sedangkan meninggikan derajat, maksudnya meninggikan derajatnya di surga.

3. Isbaghul wudhu’ maksudnya adalah menyempurnakan wudhu. Menyempurnakan wudhu ketika sulit maksudnya menyempurnakannya ketika keadaan sangat dingin, badan dalam keadaan tidak fit, atau semisal itu.

4. Itulah yang namanya ribath. Ribath asalnya bermakna menahan diri dari sesuatu. Disebut ribath di sini maksudnya orang yang melakukannya berarti menahan diri untuk melakukan amalan tersebut terus menerus (menyempurnakan wudhu saat sulit, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat). Ada juga yang memaknakan yang dimaksud adalah itulah ribath (penjagaan) yang paling afdhal. Yang lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah itulah ribath yang paling mudah dan mungkin dilakukan.

5. Pengulangan dua atau kali untuk kalimat “fadzalikumur ribath”, hikmahnya menunjukkan penting dan agungnya amalan yang disebutkan.

6. Hadits ini juga menjelaskan keutamaan rumah yang jauh dibanding yang dekat karena makin jauh rumah, makin banyak langkah.

7. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan orang yang selalu mengaitkan hatinya dengan masjid. Keutamaan lainnya, ia juga akan mendapatkan naungan di hari kiamat yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah.

8. Hadits ini juga merupakan dalil keutamaan shalat berjamaah di masjid.

9. Perlu adanya pengajaran hal yang kecil kemudian hal yang lebih besar. Karena seseorang yang tidak bisa menahan diri untuk menunggu shalat di masjid, maka sungguh sulit untuk menahan dirinya menjaga pos saat berjihad di medan perang.

KOMENTAR