Poligami Itu Pilihanmu, Tapi Tolong Jujurlah Padaku...

 23 Mar 2017  Unknown
Sakit mana sih dibohongi pacar, atau dibohongi suami sendiri? Meski sama-sama sakit di hati, tapi ternyata dibohongi suami puluhan kali lebih sakit daripada dibohongi pacar. Apalagi dibohongi soal poligami.

Poligami Itu Pilihanmu, Tapi Tolong Jujurlah Padaku...
hanya ilustasi

BACA JUGA: Celaka Mengintai Para Muslimah yang Kenakan Busana Syar'i. Kenapa?

Tak sedikit pria muslim lakukan poligami dengan alasan sunnah nabi. Bahkan tak sedikit pula yang berpoligami secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak istri. Seperti yang terjadi pada ustad Al Habsyi.

Tak hanya dia seorang, ternyata ustadz Bangun Samudra juga pernah berpikir untuk melakukan poligami, hanya caranya saja yang agak berbeda. Ini kisahnya..

“Jeng, kalau Mas menikah lagi boleh?” tanyanya kepada Istri.

“Ndak boleh”

“Lho kenapa?” Lalu Ustadz Bangun Samudra pun membukakan Al Qur’an. Mantan pastor itu membukakan surat An Nisa’ yang di dalamnya ada ayat

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

”Dan jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (apabila engkau menikahinya), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang engkau sukai: dua, tiga atau empat. Kemudian jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja” (QS. An Nisa’ : 3)

“Kalau engkau melarang poligami berarti melanggar firman Allah”

“Lalu Mas menikah untuk apa?”

“Sunnah Rasul. Ibadah”

“Mas, kalau Mas memang betul-betul menjalankan sunnah Rasul dan betul-betul untuk ibadah Mas, tak siapkan dua istri”

Ustadz Bangun Samudra sangat kaget dengan jawaban ini. “Kapan ta’aruf?” tanyanya tidak sabar.

“Nanti sore siap” Jawaban ini lebih mengagetkan lagi. Maka sorenya, ia pun berdandan rapi.

Sore harinya, sang istri menepati janji. Ia mengajak Ustadz Bangun Samudra pergi ke sebuah rumah. Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan. “Kenalkan Mas, ini Mbah Darmi. Janda. Usianya 75 tahun”

“Lho, ini?”

“Iya Mas. Janda. Berapa kitab hadits sudah Mas baca sejak masuk Islam sampai hari ini?” Ustadz Bangun Samudra terdiam. Ia telah membaca 15 kitab hadits. Mulai Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasa’i hingga Hakim. “Siapa istri muda dari Rasulullah?”

“Aisyah”

“Sebelumnya?”

“Saudah”

“Usianya?”

“69 tahun”

“Status?”

“Janda”

Istri Ustadz Bangun Samudra tahu persis jika suaminya sudah tahu bahwa semua istri Nabi janda dan berusia tua ketika dinikahi beliau. Hanya Aisyah yang masih gadis. Dan semua pernikahan itu pun karena ibadah, dakwah dan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Calon kedua yang hendak ditaarufkan kepada Ustadz Bangun Samudra juga seorang janda lanjut usia. Akhirnya keinginan poligami itu pun kandas oleh kata-kata pamungkas istrinya.

“Istri Rasul semuanya janda dan tua, Mas. Jadi kalau Mas mau mengikuti sunnah Rasul, aku rela Mas. Ini Mbah Darmi dan calon berikutnya Mbah To, usia 76 tahun.”

“Kalau begitu Mas menjalankan sunnah Rasul yang lainnya saja,” simpul Ustadz Bangun Samudra.

Subhanallah.. poligami memang pilihan paling sulit dalam rumah tangga. Tapi yang terpenting, harus ada persetujuan dari kedua pihak ya..

KOMENTAR