Nenek yang Dipaksa Mengemis di Semarang itu Ternyata Dulu adalah Orang yang Berada

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 08 Mar 2017

Nenek yang Dipaksa Mengemis di Semarang itu Ternyata Dulu adalah Orang yang Berada
Seorang nenek tua yang dipaksa mengemis diamankan di unit PPA Polrestabes Semarang, Senin (6/3/2017). Video nenek dipaksa mengemis viral di media sosial, via Kompas.

Seorang pria dengan tega memaksa nenek renta untuk mengemis di depan RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun berkat video yang diunggah oleh netizen pria itu akhirnya ditangkap dengan ancaman 15 tahun penjara.

Nenek Supini (80), memang hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal. Dahulu, ia adalah seorang pengusaha material bangunan.

Pekerjaan Nenek Supini memasok pelanggan yang membutuhkan meterial seperti pasir, semen, kayu dan sebagainya. Namun, pekerjaan itu sudah lama ditinggalkan Nenek Supini semenjak suaminya meninggal puluhan tahun lalu.

Nenek Supini ini sudah lanjut usia yang kemudian pergi ke Kota Semarang berjualan buah-buahan di Pasar Karangayu, Kota Semarang.

Dikutip dari Kompas, Nenek Supini dulunya adalah penduduk Dusun Ngaran, Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menurut penuturan Muh Sukeni (58), salah satu keponakan Supini, saat masih hidup dengan suaminya nenek Supini adalah pengusaha bahan bangunan, namun usaha itu tidak dilanjutkan sepeninggal suaminya.

"Beliau Nenek Supini itu bibi biyung (bibi/bulik) saya. Dahulu jualan material, lalu sekitar lima tahun lalu saya pernah bertemu beliau di Pasar Karangayu, jualan mangga dan buah-buahan. Tapi setelah itu saya tidak tahu kabarnya," ujar Sukeni, Selasa (7/3/2017) sore.

Baca Juga: Salut, Para Sopir Angkot Mogok, Relawan ini Sigap Angkut Penumpang Terlantar

Nenek Supini, kata Sukeni, memang hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal. Ia sama sekali tidak memiliki anak kandung.

Nenek Supini hanya memiliki kakak, adik, dan keponakan yang beberapa di antaranya tinggal di Desa Ngasinan.

Sejak merantau ke Kota Semarang, Nenek Supini sangat jarang pulang ke kampungnya. Hanya beberapa kali saja ia pulang dan tinggal berpindah-pindah di rumah beberapa keponakannya.

Sebab, menurut Sukeni, Nenek Supini tidak lagi memiliki rumah, tanah ataupun harta benda lain yang ditinggalkan di kampung halamannya.

"Beliau (Nenek Supini) itu lama sekali tidak pulang, kalau pulang ya cuma sebentar, di rumah saya atau ke keponakan lainnya. Setelah itu tiba-tiba pergi lagi entah ke mana," ujar Sukeni yang bekerja sebagai buruh serabutan itu.

Sukeni mengatakan, Nenek Supini memiliki sifat yang keras. Saudara-saudaranya sudah kerap menasihatinya agar tidak perlu lagi merantau dan cukup beristirahat di rumah saudara-saudara.

"Nenek Supini itu keras, sulit sekali dinasihati, malah suka marah-marah. Mungkin karena sudah sangat sepuh (lansia) ya. Kami sampai tidak tahu mau berbuat apa," ujarnya.

Sukeni sendiri mengetahui kondisi Nenek Supini yang diduga dipaksa mengemis, dari perangkat desa dan kecamatan yang bertandang ke rumahnya, Senin (6/3/2017) malam.

Bapak tiga putra ini diminta untuk menjemput Nenek Supini yang kini ditampung di sebuah panti di Kota Semarang.

"Besok saya diminta menjemput Nenek Supini, didampingi petugas Dinas Sosial Magelang, tapi saya belum bisa memutuskan bagaimana dan dimana Bibi Biyung akan tinggal. Karena keponakan beliau tidak hanya saya, ada banyak, jadi kami harus berembuk dulu," katanya.

Astadi (80), salah seorang tetangga Sukeni, mengaku kenal dengan Nenek Supini. Namun ia tidak lagi mengetahui keberadaan Supini sejak beberapa tahun silam. Astadi hanya mengetahui bahwa Nenek Supini masih memiliki banyak saudara di Dusun Ngaran, Desa Ngasinan, ini.

"Nggih kula tepang nanging pun dangu sanget boten mangertos kahanane sakniki, pun dangu kesah (Ya, saya kenal tapi sudah lama sekali tidak tahu keadaannya sekarang, sudah lama pergi)," ujar Astadi mengenang Nenek Supini.

Camat Grabag Labaika Nugroho menyatakan Nenek Supini masih tercatat sebagai warga Desa Ngasinan karena belum pernah mengurus surat pindah. Akan tetapi, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Nenek Supini memang gemar merantau ke luar kota dan terakhir ditemukan di Kota Semarang.

“Yang bersangkutan masih penduduk Desa Ngasinan karena belum pernah mengurus pindah. Yang bersangkutan juga sering pergi dari rumah,” kata Labaika.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk menangani nenek Supeni selanjutnya, termasuk berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ada.

Seperti diberitakan, kisah Nenek Supini menjadi viral setelah seorang netizen membagikan sebuah video di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit itu, Nenek Supini ini diduga telah dipekerjakan seorang laki-laki untuk menjadi pengemis di depan RS Karyadi, Kota Semarang.

Laki-laki yang diketahui bernama Suwarno asal Klaten itu kini telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.

SHARE ARTIKEL