Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Penulis Unknown | Ditayangkan 23 Mar 2017

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sai di jalan Allah.î

Nabi pun mencontohkan, bahkan ketika beliau sedang disibukkan dengan urusan menghadap Allah SWT (shalat), beliau tidak menyuruh orang lain (atau kaum perempuan) untuk menjaga kedua cucunya yang masih kanak-kanak, Hasan dan Husain. Bagi Nabi, setiap waktu yang dilalui bersama kedua cucunya adalah kesempatan untuk mendidik, termasuk ketika beliau sedang shalat.

Namun sayangnya, di jaman sekarang banyak keluarga di Indonesia yang kehilangan figur ayah. Ayah sudah berangkat kerja saat pagi buta, ketika si kecil masih tidur. Ketika ayah pulang malam hari, sering kali anak sudah tertidur.

Minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan membuat anak mengalami beberapa masalah psikologis. Di antaranya, anak yang rendah harga dirinya, anak laki-laki yang cenderung feminin dan anak perempuan yang cenderung tomboy, anak yang lambat dalam mengambil keputusan, serta anak yang cenderung reaktif. Termasuk juga, maraknya generasi alay.

Lantas bagaimana idealnya peran seorang ayah dalam pendidikan anak? Dilansir dari Islamidia setidaknya ada 7 waktu yang perlu diluangkan ayah untuk anaknya.

Baca Juga : Memang Ayah Tak Menyusuimu, Setiap Tetesan Keringat Ayah Menjadi Air Susu Yang Membesarkanmu, Renungkan!


1. Waktu Pagi Hari

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Ayah bisa memulai dengan membangunkan anak. Luangkan 5 menit untuk bermain atau mendengar cerita anak mengenai mimpinya.

2. Waktu Siang Hari

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Luangkan 5 menit saja untuk menelepon anak di siang hari. Mulailah dengan cerita ringan mengenai aktivitas ayah di kantor dan pancing anak untuk bercerita mengenai kegiatannya hari itu.

3. Waktu Malam Hari

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Sediakan waktu untuk bermain serta mendengar cerita anak mengenai aktivitasnya seharian. Beri komentar dan arahkan anak secara positif. Malam hari merupakan waktu yang efektif untuk menanamkan budi pekerti dan sikap-sikap yang baik.

4. Saat Liburan

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Saat hari libur, ayah bisa secara total melakukan aktivitas bersama anak. Tidak harus pergi berlibur, bisa juga dengan mencuci mobil bersama, memancing, pergi ke toko buku. Aktivitas tersebut akan menciptakan ikatan yang kuat antara ayah dan anak.

5. Ketika Di Kendaraan

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Saat mengantar anak ke sekolah atau ke tempat lain, terutama jika menggunakan mobil, tersedia kesempatan untuk ngobrol dengan buah hati. Selipkan nasihat, misalnya mengenai pentingnya berkendara dengan santun, menghormati hak orang lain, mengikuti aturan lalu lintas, dan lain-lain.

6. Saat Anak Sedih

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Saat anak mengalami kesedihan, ia membutuhkan tempat untuk curhat dan menyampaikan keresahan hatinya. Jika ayah mampu hadir dalam situasi ini, anak tidak akan melabuhkan kepercayaan pada orang yang salah. Karena pahlawan bagi anak adalah mereka yang ada di dekat mereka, menghibur, mendukung dan menguatkan ketika mereka sedih dan mengalami masalah.

Baca Juga : Mama dan Adhek Sabar ya.... Ayah tidak akan Menangis 

7. Saat Anak Unjuk Prestasi

Hai Para Ayah, Hadirilah 7 Waktu Berharga Ini Agar Tak Menyesal di Masa Tua

Luangkan waktu untuk hadir saat anak mengikuti lomba atau tampil di panggung. Kehadiran ayah dan ibu dalam momen itu merupakan bentuk pengakuan akan kemampuan anak. Tepuk tangan, foto, dan rekaman yang dibuat ayah atau ibu akan menjadi kenangan yang terus mereka bawa hingga besar nanti.
SHARE ARTIKEL