4 Langkah Sederhana Yang Bisa Menumbuhkan Rasa Empati Pada Anak

 22 Mar 2017  Cang Karna
4 Langkah Sederhana Yang Bisa Menumbuhkan Rasa Empati Pada Anak

Sekarang ini sikap empati tampaknya memang sulit ditemukan dalam konteks yang seharusnya, terutama pada remaja. Remaja sedang pada tahap di mana mereka cenderung bersikap egois atau lebih melihat kepentingan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain.

Sikap inilah yang membuat remaja kerap memiliki hubungan tidak harmonis dengan ayah dan ibu, bahkan juga dengan guru. Sang remaja merasa bahwa lingkungan harus bisa memberikan semua yang ia butuhkan, bukan berpikir sebaliknya, apa yang bisa ia berikan untuk orang lain dan lingkungan sekitar.

Alangkah baiknya jika remaja—bahkan dimulai sejak kanak-kanak—mengenal, memahami dan dapat mempraktikkan sikap empati yang semestinya. Remaja yang mampu berbuat demikian, insya Allah akan mudah diterima di lingkungannya.

BACA JUGA : Bukan Hanya Orang Dewasa Yang Bisa Stress, Anak Juga Bisa, Berikut Beberapa Penyebabnya

Bicara tentang empati, maka kita juga berbicara mengenai cara dan sikap untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Misalnya, ketika orang lain terkena musibah, kita bisa merasakan bagaimana sedihnya mereka. Jika kita malah mengejek, mencemooh atau mungkin tidak peduli sama sekali untuk membantu mereka, itu artinya kita tidak bersikap empati terhadapnya. Memiliki dan mengasah sikap empati, Anda bisa mengajak remaja untuk melakukan hal-hal berikut.

1. Selalu bersyukur kepada Allah swt atas semua yang sudah kita miliki sampai detik ini.

2. Belajar konsisten mengeluarkan sedekah dan memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan.

3. Belajar menghargai orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya, karena orang lebih sering melihat penampilan dan harta seseorang daripada beningnya hati mereka.

4. Sering-seringlah berada di antara orang-orang yang secara materi kekurangan, tapi tetap bersyukur kepada Allah.

Bimbinglah anak remaja Anda dan jadikan ia pribadi yang peduli dan dihargai oleh lingkungan sosialnya.