"Ilham Mengaku Dipukul dan Dipecut Saat Ikut Diksar di Lawu", Ungkap Tantenya

Penulis Cang Karna | Ditayangkan 25 Jan 2017


Ilham Nurfadmi Listia Adi pemuda 20 tahun, menjadi peserta ketiga yang meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan diksar The Great Camping (TGC) Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) di lereng Gunung Lawu. Kepada tantenya, Ilham mengaku dipukuli, ditendang, dan dipecut saat menjalani diksar.

Tante Ilham, Siti Munawarah (47 tahun), bercerita tentang kondisi terakhir keponakannya. Setelah pulang dari Karanganyar, Ilham sempat mendapat pemeriksaan di Jogja International Hospital (JIH).

Dikutip dari detik, Siti mengungkapkan, "Lalu diberi obat, lalu pulang ke kos. Sampai kemarin (Senin 23 Januari), dia pingsan di kamar mandi kosnya. Dibawa sama ibu kosnya ke RS Bethesda masuk IGD."

Saat ditemui Siti di IGD, Ilham masih bisa berkomunikasi meski lemah. Ilham mengaku merasa sakit di bagian perut.

"Hanya cerita dia dipukul, diinjak, sama dipecut. Habis itu nggak cerita apa-apa lagi sama saya," tambah Siti.

Paman Ilham, Bambang (50 tahun), juga mengaku sempat bertanya-tanya kepada keponakannya itu. Bambang bertanya kenapa tidak ada yang melapor ke polisi jika ada kekerasan.

"Dia jawabnya, tidak karena sudah ada surat perjanjian ditandatangani meterai," ujar Bambang menirukan Ilham.

Bambang juga melihat luka di kedua lengan Ilham dan perut yang membesar. Pendarahan hebat terus terjadi.

"Saya sebagai keluarga jelas tidak terima," tegasnya.

Dua mahasiswa lain yang meninggal itu adalah Muhammad Fadli (19 tahun) dan Syaits Asyam (19 tahun). Mereka mengikuti kegiatan TGC di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017. Fadli, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015, meninggal pada Jumat 20 Januari saat perjalanan menuju Puskesmas Tawangmangu. Sedangkan Syaits Asyam meninggal di RS Bethesda Yogyakarta pada Sabtu, 21 Januari lalu.
SHARE ARTIKEL