Cara Untuk Mengajarkan Anak Berdoa Hanya Dengan Bercerita.

Penulis Unknown | Ditayangkan 15 Jun 2016
Dengan kesibukan orang tua juga ananda yang bersekolah fullday sejak pukul 7.30 pagi berangkat hingga 16.30 petang baru pulang. Sampai rumah pun ia sudah merasa letih. Malam kadang digunakan untuk menyelesaikan tugas sekolah, atau hanya sekedar membaca bersama, menulis komik, atau bahkan bermain lego kesukaannya. Tak ingin membebaninya lebih sebab khawatir overload. Hanya saja rutinitas membaca Al-Quran atau murajaah setelah shalat maghrib harus tetap dijaga. Lalu kapan kita menanamkan pondasi aqidah kepada ananda? Apa cukup kita serahkan pada sekolah? Tentu tidak, itu adalah tugas kita.

Cara Untuk Mengajarkan Anak Berdoa Hanya Dengan Bercerita.

Kami memiliki waktu yang sangat efektif untuk berkomunikasi, dalam keadaan fresh dan siap belajar, adalah saat berkendara dalam perjalanan mengantarkan ananda ke sekolah. Meski cuma 30 menit perjalanan, ternyata itu sangat efektif. Sebab kami berdua dalam kondisi yang cukup istirahat malam dan fresh di pagi hari. Di situ saya ajarkan satu per satu doa  para Nabi atau orang-orang shalih yang diabadikan dalam Al-Quran. Satu doa satu hari, atau bahkan satu doa bisa diulang selama beberapa hari. Kita buatkan seperti cerita yang mengalir, kita jelaskan gambaran bagaimana keadaan Nabi saat memohon dengan doa tersebut, dalam kondisi bagaimana, serta menjelaskan inti dari semua kisah doa itu adalah: bentuk ketergantungan Nabi kepada Rabb-nya. Jelaskan terjemahan dari doa tersebut, dan ulangi hingga ananda bisa menghafal doa beserta terjemahannya. Sebab dengan mengetahui terjemahan doa, insyaa ALLAH ananda akan mampu memikirkan makna/kandungan doa yang sedang dipelajarinya.

Misalnya, kisah tentang Nabi Yunus as. Ceritakan bagaimana kondisi Nabi Yunus berada dalam 3 kegelapan: dalam gelapnya perut ikan, gelapnya dalam samudera, dan di tengah kegelapan malam. Mengapa Nabi Yunus bisa sampai ditelan ikan. Paparkan hingga ananda mampu mengambil ibrah dari kisah tersebut, kemudian jelaskan terjemahan doa Nabi Yunus. Hingga akhirnya ALLAH menyelamatkannya kembali ke daratan, dan terangkan diambil dari ayat dan surah yang mana di dalam Al-Quran.

Closing kisah dengan menghafalkan bersama, doa yang baru saja dipelajari. Satu doa bisa membutuhkan waktu satu atau dua hari untuk menyelesaikan, dan pastikan ananda menghafalnya sebelum mengajarkan doa lainnya.

Doa Nabi Yunus:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

 Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin

“Tiada Illah melainkan Engkau (ya Allah) Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku) Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri”. [QS Al-Anbiya’: 87]

Ada banyak kisah yang bisa diceritakan kepada ananda, doa Nabi Musa as saat hendak berangkat menghadapi Fir’aun [Thaha, 20: 25-28], doa Ashhabul-kahfi saat memasuki ke dalam gua [Al-Kahfi, 18: 10], doa Nabi Ayub as saat sakit [Al-Anbiyaa, 21: 83], doa belajar (memohon ditambahkan ilmu) yang diajarkan ALLAH kepada Nabi Muhammad Saw [Thaha, 20: 114] dan masih banyak lagi. Bukankah 1/3 isi Al-Quran adalah kisah, untuk diambil ibrah dan keteladanan dari kisah-kisah tersebut.

Paparkan kondisi Nabi-Nabi dengan penjelasan sederhana yang mudah difahami oleh ananda. InsyaALLAH dengan mengajarkan doa dan kisah para orang shalih, sangat efektif untuk mengenalkan ananda kepada Rabb-nya: Rabb yang menciptakan, yang memberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mengurusi segala urusan. InsyaALLAH akan membekas dalam jiwa ananda bahwa satu-satunya tempat memohon adalah ALLAH ta’ala.

Semoga sedikit ulasan yang berhasil kami lansir dari muslimah diatas bisa membantu para orang tua untuk mengajarkan doa-doa kepada anak dan lebih mengenalkan anak kepada Allah swt.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb