Masih Ingatkah dengan Marsinah? Buruh yang Tewas Dibunuh dengan Keji Gara-gara Minta Kenaikan Upah Rp. 550

 04 May 2016  Unknown
Masih ingatkah dengan Marsinah? Mungkin kita pernah mendengar namanya dan pemberitaan tentang dirinya.

Masih Ingatkah dengan Marsinah? Buruh yang Tewas Dibunuh dengan Keji Gara-gara Minta Kenaikan Upah Rp. 550

Wanita itu diculik. Disiksa dan disekap tiga hari. Tewas mengenaskan dengan peluru menembus lubang kemaluannya.

Namanya Marsinah. Dia bukan penjahat, hanya seorang buruh. Harus mati cuma gara-gara menuntut upah naik Rp 550. Sudah 23 tahun kematiannya, kasusnya masih belum sepenuhnya terungkap.

Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebuah pabrik yang memproduksi jam tangan.

Awal tahun 1993, Gubernur Jawa Timur mengeluarkan edaran berupa imbauan pada perusahaan untuk memberikan kenaikan gaji sebesar 20 persen bagi karyawannya.

Masih Ingatkah dengan Marsinah? Buruh yang Tewas Dibunuh dengan Keji Gara-gara Minta Kenaikan Upah Rp. 550

Namun PT CPS enggan menuruti imbauan ini. Para buruh yang resah menggelar aksi menuntut upah layak dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250, sesuai dengan surat edaran Gubernur KDH TK I Jawa Timur No. 50 Tahun 1992.

"Katanya ada kenaikan upah, tapi ternyata upah buruh mulai uang makan, transport dan dinas sore (kerja shift sore) itu tidak dinaikkan dari perusahaan. Yang akhirnya Mbak Marsinah mengajak kita-kita (buruh) untuk melakukan aksi mogok kerja," kata Uus, seorang rekan seperjuangan Marsinah saat ditemui di kediamannya, di Malang, Jawa Timur.

Meski sudah 23 tahun berlalu, namun kasus Marsinah seakan hilang ditiup angin dan belum sepenuhnya terungkap. Kita berdoa semoga kasus ini dapat terungkap, sehingga Marsinah dan keluarganya dapat memperoleh keadilan.

Sumber : Merdeka