Bagaimana Hukum Orang yang Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat? Inilah Jawabannya

 28 May 2016  Unknown
Banyak sekali orang yang mengaku muslim, tapi tidak menjalankannya kewajibannya sebagai seorang muslim, terutama kewajiban untuk menjalankan shalat 5 waktu dalam sehari. Lalu, bagaimana jika seseorang menjalankan ibadah puasa Ramadhan tapi ia meninggalkan kewajiban utamanya sebagai muslim?

Bagaimana Hukum Orang yang Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat? Inilah Jawabannya
Hukum berpuasa tapi meninggalkan shalat

BACA JUGA : Tata Cara Berpuasa yang Benar Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW

Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasulullah SAW bersabda:

"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir." (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah) At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya.

Jabir meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda:“(Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). 

Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir, Allah SWT berfirman: "Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan." (Al-Furqaan: 23).

Bagaimana Hukum Orang yang Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat? Inilah Jawabannya

BACA JUGA : Manfaat dan Hikmah Berpuasa Ramadhan yang Harus Kita Ketahui

Berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah SWT, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang beterbangan. Demikian halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan shalat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras. Allah SWT berfirman:"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya." (Al-Maa'un: 4-5).

Mereka lalai dari shalat sehingga waktunya berlalu. Kalau Nabi SAW tidak mengizinkan shalat di rumah kepada orang buta yang tidak mendapatkan orang yang menuntunnya ke masjid, bagaimana pula dengan orang yang pandangannya tajam dan sehat yang tidak memiliki udzur?

Berpuasa tetapi dengan meninggalkan shalat atau tidak berjamaah merupakan pertanda yang jelas bahwa ia tidak berpuasa karena mentaati perintah Tuhannya. Jika tidak demikian, kenapa ia meninggalkan kewajiban yang utama (shalat)? Padahal kewajiban-kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisah-pisah, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.

Demikianlah hukum dari puasanya orang yang meninggalkan shalat. Semoga penjelasan di atas dapat menyadarkan dan menjadi cambuk bagi kita untuk menjalankan kewajiban kita sebagai seorang muslim dengan sepenuhnya dan hanya mengharap ridho Allah SWT semata. Wallahu’alam.