Tangisan Haru Seorang Nenek yang Akhirnya Lulus SMA di Usia 97 Tahun

Penulis Unknown | Ditayangkan 03 Nov 2015


Menjadi murid SMA merupakan suatu kebanggaan sekaligus menjadi kenangan terindah dalam hidup seseorang. Terutama saat dapat lulus dari SMA, itu bisa jadi merupakan impian untuk semua orang. Oleh karena itu, tak heran jika saat kelulusan selalu dirayakan oleh para siswa dengan meriah dan penuh kegembiraan.

Namun, sepertinya hal itu tidak bisa dirasakan oleh seorang nenek asal Amerika Serikat, Margaret Thome Bekema. Nenek berusia 97 tahun itu tidak bisa merasakan kelulusan dari SMAnya dulu di Grand Rapids Catholic Central High pada 1936.
 
Tangisan Haru Seorang Nenek yang Akhirnya Lulus SMA di Usia 97 Tahun
Margaret tampak menangis terharu saat topi kelulusan dipasangkan oleh Kepala Sekolah

Margaret yang saat itu masih berusia 17 tahun tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Ia terpaksa berhenti karena harus merawat adik-adiknya dan sang ibu yang mengidap kanker.

Namun, berkat salah satu kerabatnya Margaret akhirnya bisa lulus SMA. Baru-baru ini ia menerima ijazah sebagai lulusan terhormat dari sekolah itu 79 tahun setelah dia seharusnya lulus.

Margaret yang saat itu duduk di kursi roda menangis terharu saat Kepala Sekolah memasangkan topi kelulusan untuknya. Ia juga mengungkap kecintaannya terhadap sekolah.

"Aku sangat berterima kasih dari hatiku," ujar Margaret. "Aku harus berhenti sekolah untuk merawat keluarga. Itu sangat sulit, kamu tidak akan bisa membayangkan bagaimana sulitnya. Aku mencintai sekolah dan punya banyak teman."
 
Tangisan Haru Seorang Nenek yang Akhirnya Lulus SMA di Usia 97 Tahun
Pemandangan mengharukan saat Margaret menerima ijazah dan topi kelulusan di usia 97 tahun

Kepala sekolah Grand Rapids Catholic Central High mengungkap, keputusan untuk memberikan Margaret kelulusan itu karena seluruh hidupnya ia berikan untuk merawat orang lain. Margaret merupakan sosok yang sangat menginspirasi.

Kisah Margaret ini memberi satu pelajaran yang dapat kita ambil. Di mana seseorang yang sangat mencintai sekolah dan pendidikan terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah dan impiannya demi merawat keluarganya. Hal ini sangat berbeda dengan sebagian anak yang dapat dengan mudah mendapatkan pendidikan dengan segala fasilitasnya, namun menyia-nyiakannya begitu saja dan lebih memilih menghabiskan waktu untuk bersenang-senang atau melakukan hal yang tak berguna bagi masa depannya.

Semoga dengan cerita Margaret ini dapat menjadi inspirasi para generasi muda agar tak menyia-nyiakan masa mudanya hanya dengan main-main dan bermalas-malasan saja. Jangan sampai menyesal di masa tua karena seringkali menyia-nyiakan waktu di masa muda. Karena banyak anak-anak di luar sana yang tak memiliki kesempatan untuk bersekolah, namun memiliki semangat belajar dan kemauan yang tinggi untuk menuntut ilmu.


SHARE ARTIKEL