Kata Pencarian yang Paling Banyak Digunakan Para Pencari Suaka Suriah di Google

Penulis Unknown | Ditayangkan 04 Oct 2015



Ratusan ribu warga Timur Tengah asal Suriah, Irak dan Libya melarikan diri dari tanah airnya setelah negaranya diinvasi oleh militan negara islam irak dan suriah (ISIS).
 
Kata Pencarian yang Paling Banyak Digunakan Para Pencari Suaka Suriah di Google
Para pencari suaka asal Suriah
Berbagai upaya pun dilakukan, khususnya oleh warga Suriah, salah satunya dengan cara mencari berbagai informasi di situs pencarian paling populer di Internet, Google.

Bila di Indonesia Google sering dijadikan alat untuk mencari kata-kata yang sedang tren, bagaimana dengan saudara kita di Suriah yang sedang dilanda konflik sipil, apa kata paling populer yang mereka cari di Google?
 
Kata Pencarian yang Paling Banyak Digunakan Para Pencari Suaka Suriah di Google
Pencarian di search engine Google
Warga Suriah memakai kata-kata pencarian untuk menemukan jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hidup mereka dari perang.

Dikutip Time dari al-Jazeera, menemukan dua kata terpopuler yang sampai kini banyak dipakai warga Suriah di Google, yaitu "Imigrasi ke Jerman" dan "Suaka di Jerman".

Tak hanya itu, bagi mereka yang berusaha bertahan di negaranya mencoba mencari sesuatu di Google yang bisa membuat mereka tetap aman.

Misalnya saja, mereka banyak menggunakan kata pencarian di Google untuk mencari lokasi rumah sakit terdekat. Sisanya lagi mencari jawaban bagaimana cara merawat luka dan proses penyembuhan trauma.

Kata pencarian seperti "Palang Merah Suriah" dan "Bantuan Penangan Trauma di Rumah" juga menjadi kata paling banyak dicari di Google.

Meskipun demikian, masih banyak warga yang memutuskan untuk keluar dari negaranya daripada harus bertahan. Menurut al-Jazeera, kata pencarian rute jalan ke Turki dan Yunani juga populer dicari penduduk yang berniat mengungsi.

Dalam empat tahun terakhir, perang sipil di Suriah setidaknya telah membuat 4,1 juta penduduknya mengungsi. Sebagian besar lari ke berbagai negara di Timur Tengah dan kini ke Eropa, seperti Jerman dan Yunani.


SHARE ARTIKEL