Murid TK Kepergok Berhubungan Intim, Guru Malah Minta Adegan Diulang

Penulis Unknown | Ditayangkan 16 Jun 2015



Pergaulan anak-anak dari hari ke hari semakin bebas dan sulit diatur. Sudah semestinya peran orang tua untuk menjaga dan menciptakan generasi anak yang baik. Tak hanya orang tua, dukungan dari guru di sekolah serta orang-orang dewasa juga turut berperan dalam menciptakan generasi yang baik.
Murid TK Kepergok Berhubungan Intim, Guru Malah Minta Adegan Diulang

Namun sayang, seringkali ketika seorang anak melakukan kesalahan, tak jarang baik orang tua ataupun guru memberikan hukuman yang salah dan justru merugikan bagi anak itu, diri sendiri ataupun orang lain. Seperti kejadian seorang guru bernama Daphne Sithembe (68) asal provinsi Gauteng, Afrika Selatan yang telah ditangkap dan harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan kepada dua siswanya.

Pada Februari awal tahun 2015 lalu, Sithembe memergoki kedua siswanya di sebuah sekolah Taman Kanak-kanak sedang melakukan hubungan intim di kamar mandi. Siswa yang tak disebutkan namanya karena alasan hukum tersebut diketahui masih berusia 2 dan 5 tahun.

Karena mengetahui perbuatan yang tidak pantas yang dilakukan oleh siswanya, Sithembe membawa kedua siswa tersebut ke ruang guru sekolah dan menyuruh kedua siswa tersebut untuk mengulangi apa yang telah mereka lakukan di kamar mandi. Lebih tragis lagi, Sithembe bersama guru lainnya merekam adegan tersebut.
Murid TK Kepergok Berhubungan Intim, Guru Malah Minta Adegan Diulang

Rekaman itu rencananya akan diperlihatkan kepada orang tua siswa agar mereka mengetahui apa yang telah dilakukan oleh anaknya. Mengetahui akan hal ini, orang tua siswa merasa kecewa dan mereka pun melaporkan sang guru kepada pihak berwajib.

Saat di pengadilan, Sithembe dinyatakan bersalah karena telah memaksa anak-anak melakukan hubungan intim. "Apa yang dilakukannya ini sudah termasuk kasus pemerkosaan" ungkap seorang hakim di Pengadilan Alexandra, Johanesburg.

Menurut seorang pejabat eksekutif nasional Childline, Dumisile Nala mengungkap bahwa perlaku anak-anak ini kemungkinan besar meniru sesuatu yang mereka lihat di televisi. Anak-anak seusia mereka belum memahami dengan benar apa yang telah mereka lakukan. Mungkin, mereka hanya menganggap apa yang mereka lakukan hanya main-main.

Dumisile juga menambahkan "Apa yang dilakukan guru terhadap dua anak ini benar-benar tidak dapat diterima dan aneh. Mana mungkin dua anak dengan jenis kelamin yang sama melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan di kamar mandi."

Sobat, semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Sudah seharusnya para orang tua, guru, dan semua orang dewasa di sekitar anak berkewajiban untuk melindungi dan mengarahkan anak kepada segala sesuatu yang positif. Dan tidak sepantasnya orang tua atau guru menghukum anak dengan cara yang salah.


SHARE ARTIKEL