Gambar Kaleng Biskuit Khong Guan, Dimana Sang Ayah?

Penulis Unknown | Ditayangkan 22 Jun 2015



Biskuit legendaris bermerek Khong Guan ini tentunya sudah tak asing lagi bagi orang Indonesia. Biskuit ini sering dijumpai pada saat momen Hari Raya Idul Fitri sebagai sajian di atas meja untuk para tamu yang datang bersilaturrahmi.

Bahkan, saat isinya telah habis pun, kaleng merah ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai wadah dan mengganti isinya dengan makanan lain seperti kerupuk, rempeyek, rengginang, atau camilan lainnya.

Gambar Kaleng Biskuit Khong Guan, Dimana Sang Ayah?

Namun, Tahukan anda bahwa dibalik itu semua, Kaleng legendaries yang sudah dipakai sejak tahun 1971 ini, Memiliki desain gambar berupa Ibu dan dua orang anaknya di meja makan yang sedang menikmati biskuit dengan menampilkan senyuman mereka. Lantas yang menjadi pertanyaannya adalah, Di mana sosok seorang ayah yang ada di tengah-tengah kehadiran senyuman mereka ?  Dan kenapa gambar ayah pada kaleng  biskuit legendaries ini tidak ada ?

Diketahui dari selaku pembuat desain gambar kaleng tersebut, yaitu bernama Bernardus Prasodjo, Menyebutkan bahwa keluarga Khong Guan merupakan sebuah keluarga yang harmonis. Dan ayahnya tidak terlihat dalam gambar, karena dia sedang memotret keluarga yang disayanginya.

Gambar Kaleng Biskuit Khong Guan, Dimana Sang Ayah?

Asal  mula gambar kaleng ini dibuat oleh Bernardus ketika dia pindah ke daerah Roxy, Grogol Petamburan, Jakarta barat. Dia berjodoh dengan sebuah perusahaan separasi warna yang memintanya untuk menggambar desain dari biskuit yang kini sudah berusia 44 tahun tersebut. Sebelumnya, Bernardus adalah seorang pria yang kuliahnya tidak selesai di ITB jurusan seni rupa, Namun sempat mengajar graphic design, typography, dan reproduksi warna digital di LPKT Gramedia Jakarta. Dan dia mulai menggarap desain Khong Guan di usianya yang ke-24.

Bernadus yang juga merupakan penggambar desain wafer Nissin, mengaku bahwa ide gambar Khong Guan bukan murni darinya, akan tetapi hal demikian sudah ada contoh gambar tidak berwarna di kertas yang sudah lusuh atau ‘’lecek’’. Dan ia hanya mengubah serta mewarnai gambar tersebut seperlunya saja, kemudian disesuaikan dengan pesanan yang diminta.

Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan, Bahwa dibalik kesuksesan seorang Ayah akan selalu mengaplikasikan sikap keharmonisan  pada keluarga yang disayanginya.


SHARE ARTIKEL