Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh, 157 Penumpang Meninggal, Jenis Pesawat Sama dengan Lion Air JT 610

Komentar

Sumber gambar starfmsomalia

Kami dengan ini mengonfirmasi, pesawat nomor penerbangan ET 302 kami dari Addis Ababa ke Nairobi terlibat kecelakaan hari ini

Pesawat Boeing 737 milik Ethiopian Airlines jatuh pada minggu pagi, dalam perjalanan dari Addis ke Nairobi, Kenya.

Manajemen maskapai menyatakan pesawat membawa 149 penumpang dan 8 kru pesawat, "Kami dengan ini mengonfirmasi, pesawat nomor penerbangan ET 302 kami dari Addis Ababa ke Nairobi terlibat kecelakaan hari ini," demikian pernyataan manajamen.

Laporan dari Bloomberg menyebutkan, pesawat jatuh di sekitar wilayah Bishoftu atau Debre Zeit, sekitar 50 km sebelah selatan ibu kota Etiopia, Addis Ababa.

Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut tentang penyebab kecelakaan. Meski demikian, operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. "Kami tidak memiliki informasi tentang korban selamat atau korban terluka," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri.

Baca juga:

  1. Hafal Nama Youtuber Terkenal, Siswa Zaman Now Ini Malah Tak Hafal Rukum Islam
  2. Wanita Ini Terkejut Lihat Rumah yang Dibuat Suaminya, Ukuran 1x10 Meter Bisa Jadi Inspirasi
  3. Gamau Rugi Kali Yah, Emak-emak Ini Pergi ke Kondangan Bawa Kantong Plastik Untuk Bungkus Jamuan


Sebanyak 19 orang yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dilaporkan tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Indikasi awal adalah bahwa 19 anggota staf organisasi afiliasi PBB tewas," kata kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Antonio Vitorino, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

"Banyak anggota staf lainnya dari setidaknya lima organisasi PBB dan yang berafiliasi juga diketahui telah tewas," katanya.

Bersama dengan IOM, terdapat pula korban tewas dari Program Pangan Dunia (WFP), UNHCR, Bank Dunia, Badan Lingkungan PBB dan rekan-rekan lainnya yang hilang, ujar Vitorino.

Di antara staf IOM yang tewas dalam tragedi jatuhnya Ethiopian Airlines adalah Anne Feigl, yang bekerja untuk misi perdamaian di Sudan.

Dikutip dari liputan6.com, kepala misi Catherine Northing mengingat Feigl sebagai "seorang kolega yang sangat dihargai dan anggota staf yang populer, berkomitmen dan profesional."

Sementara itu direktur Program Pangan Dunia David Beasley, yang mengkonfirmasi tujuh stafnya telah meninggal, mengatakan: "Ketika kita berduka, mari kita renungkan bahwa masing-masing kolega WFP ini bersedia melakukan perjalanan dan bekerja jauh dari rumah mereka, membantu membuat dunia tempat yang lebih baik untuk hidup. "

Dalam sebuah pernyataan, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi yang bermarkas di Jenewa, Filippo Grandi, tidak mengkonfirmasi jumlah kolega di antara mereka yang tewas, tetapi mengatakan pihaknya mengalami "kerugian besar."
Top