Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita & Pria, Hindari Kemandulan Sejak Dini

Komentar
kesehatan reproduksi
Gambar ilustrasi dutaremajasubang.blogspot.com

PENTING!! Setiap orang harus mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi mereka, termasuk remaja.

Secara langsung, hal ini berkaitan erat dengan mencegah kemandulan dini serta berbagai resiko penyakit.

Apa itu kesehatan reproduksi? Kesehatan reproduksi adalah segala sesuatu yang menyangkut kesehatan reproduksi (s3ksu4l) yang bertujuan untuk mencegah, menjaga, dan mengembalikan fungsi organ intim dari gangguan.

Seringkali kesehatan reproduksi (kespro) hanya dikaitkan sebagai urusan perempuan. Hal ini dikarenakan kespro dianggap tidak lebih dari kehamilan dan kelahiran (fungsi keturunan).

Padahal kalau dilihat dari definisinya, ada hubungan setara antara pasangan bahwa kespro adalah urusan bersama. Bukan hanya perempuan.

Intinya menjaga kesehatan reproduksi baik wanita maupun laki-laki sama pentingnya, apalagi di usia remaja.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria maupun wanita, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, faktor lingkungan, hingga kondisi medis tertentu.

Nah kali ini kami akan membahas secara lengkap mengenai bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi. Baik kesehatan reproduksi wanita, kesehatan reproduksi pria maupun pentingnya menjaga kesehatan reproduksi pada remaja.

Langsung saja simak ulasannya yang kami kutip dari berbagai sumber.

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita


beautynesia.id

Secara umum, organ reproduksi wanita meliputi mis V, rahim, tuba falopi, dan ovarium.

Organ reproduksi wanita berperan penting dalam hubungan s3ksu4l, produksi sel telur, melindungi serta menjadi tempat sel telur berkembang, hingga dalam proses persalinan.

Mengingat fungsi organ reproduksi, penting mencermati berbagai hal yang dapat direncanakan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Berikut ini adalah beberapa yang utama.

1. Menjaga berat badan agar tetap ideal

Tidak banyak orang menyadari bahwa kelebihan berat badan dapat memengaruhi ovulasi dan produksi hormon.

Selain itu, berat badan berlebih dapat meningkatkan kelembapan pada organ intim, yang mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur, Oleh karenanya, menjaga berat badan  adalah salah satu cara paling sederhana dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita.

2. Konsumsi makanan sehat

Jadikan makanan sehat sebagai bagian dari keseharian. Pastikan Anda mengonsumsi cukup aneka sayuran, buah, gandum atau biji-bijian utuh, protein, serta lemak sehat, seimbangkan kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak, agar nutrisi yang dikonsumsi lengkap serta seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

3. Periksakan kesehatan secara teratur

Memeriksakan kesehatan teratur dapat membuat penyakit serius lebih cepat terdeteksi dan tertangani.

Waspadai gejala-gejala yang tidak biasa seperti ruam, benjolan, hingga rasa sakit yang tidak normal.

Konsultasikan dan ketahui kondisi kesehatan organ reproduksi Anda secara berkala, dengan memeriksakan diri pada dokter ahli kebidanan dan kandungan, dokter mungkin dapat melakukan beberapa jenis pemeriksaan yang dinilai perlu, mulai dari identitas, riwayat keluhan Anda, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes), USG dan papsmear.

4. Istirahat cukup

Sering bekerja di malam hari dapat memengaruhi produksi hormon. Jika Anda memang harus bekerja di waktu malam atau dengan waktu yang tidak teratur, cobalah untuk mencukupi waktu istirahat Anda di saat tidak bekerja.

5. Mengelola stres

Kelola stres dengan cara-cara sederhana seperti teknik relaksasi dan olahraga. Jika memang dibutuhkan, tidak perlu malu untuk meminta bantuan konseling profesional.

6. Kebiasaan tertentu

Mengubah kebiasaan tertentu sehari-hari seperti di bawah ini ternyata dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan reproduksi wanita.
  • Berhenti merokok. Aktivitas merokok dapat mengurangi jumlah sel telur dan mengganggu kesehatan rahim.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan risiko gangguan ovulasi.
  • Batasi konsumsi kafein.
  • Hindari penggunaan obat-obatan di luar dari anjuran dokter.
  • Lindungi diri dari paparan bahan kimia tertentu yang berlebihan, seperti pestisida.
  • Hindari kebiasaan menggunakan sabun khusus kewanitaan yang mengandung banyak bahan kimia seperti pewangi dan antiseptik, karena dapat membunuh bakteri flora normal di kewanitaan..
  • Terapkan perubahan sederhana untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan. Misalnya dengan membasuh dari depan ke belakang, dan bukan sebaliknya, setelah buang air besar.

Baca Juga: Tanda-tanda & Penyebab Perempuan Mandul yang Harus Anda Ketahui mulai dari Sekarang

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria


Matanaga.com

Selain wanita, penting juga bagi pria untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya. Pasalnya, kesehatan reproduksi yang terjaga dengan baik berkontribusi juga terhadap kemudahan program hamil Anda dan pasangan.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, faktor lingkungan, hingga kondisi medis tertentu.

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi pria, di antaranya:

1. Sunat

Kulit Mr.P bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Setidaknya ada 42 jenis bakteri yang terdapat pada kulit Mr.P.

Untuk menghindari perkembangbiakan bakteri, sunat bisa menjadi solusinya, karena lipatan kulup pada Mr.P yang tidak disunat berisiko menjadi tempat bakteri berkembang biak.

Menurut beberapa penelitian, sunat dapat memberikan beragam manfaat kesehatan, antara lain:
  • Jenis bakteri pada pria yang disunat lebih sedikit dibandingkan yang tidak disunat.
  • Sunat juga dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko terkena HIV, kanker Mr.P, infeksi HPV, hingga infeksi saluran kencing. WHO bahkan merekomendasikan sunat sebagai salah satu upaya mencegah HIV.

2. Berhenti Merokok danTidak Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Pria yang gemar merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, berisiko mengalami penurunan produksi dan kualitas sperma. Akibatnya, tingkat kesuburan juga akan menurun, sehingga Anda sulit mendapatkan keturunan.

3. Menjaga Berat Badan

Kesuburan pria juga dapat berkurang jika mengalami masalah berat badan, baik itu obesitas maupun sebaliknya, memiliki berat badan terlalu rendah.

Ini dikarenakan status gizi yang kurang baik dapat memengaruhi kualitas sperma, sehingga mengurangi tingkat kesuburan pria. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda normal, Anda bisa menghitungnya dengan kalkulator indeks massa tubuh.

4. Jaga Testis Tetap Dalam Keadaan Sejuk

Jumlah sperma dapat ditentukan oleh suhu testis. Untuk memperbesar peluang mendapat keturunan, testis harus berada dalam suhu sekitar 34,5 derajat Celcius atau lebih rendah dibandingkan bagian tubuh lain, yaitu sekitar 37 derajat Celcius.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu testis.
  • Batasi mandi air hangat.
  • Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk diam selama berjam-jam, ambil jeda sejenak untuk berdiri dan berjalan ke tempat lain.
  • Bila Anda bekerja di area yang bersuhu panas, ambil waktu beberapa saat untuk berada di tempat sejuk.
  • Kenakan celana dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
Jika testis berada pada suhu yang optimal, yakni pada suhu yang sejuk, produksi sperma juga akan berlangsung dengan baik.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Oleh Pria Jika Ingin Punya Anak


4. Hindari Paparan Racun

Hindarkan diri Anda dari paparan racun berbahaya, seperti pestisida, logam berat termasuk timbal dan merkuri, serta zat radioaktif. Paparan zat-zat tersebut berisiko mengurangi tingkat kesuburan Anda.

5. Konsumsi Makan Sehat

Sperma yang berkualitas bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan olahraga secara teratur. Namun hindari melakukan olahraga berlebihan karena bisa memicu tubuh mengeluarkan hormon steroid terlalu banyak, sehingga memengaruhi kesuburan.

Selain itu, pastikan Anda mendapatkan nutrisi yang cukup dengan mengonsumsi setidaknya lima porsi sayur dan buah setiap hari, karbohidrat, protein, serta daging rendah lemak.

6. Lakukan Hubungan Secara Teratur Bagi yang Sudah Menikah

Mr.P yang sehat adalah yang mengalami ereksi secara teratur. Saat ereksi, oksigen dalam darah memenuhi penis dan membuatnya tegang.

Melakukan hubungan secara rutin khususnya pada saat pasangan sedang dalam masa subur adalah salah satu cara menyehatkan organ reproduksi paria maupun wanita dan juga memperoleh momongan.

PENTING!!! Baik pria maupun wanita, untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda hindari perilaku hubungan berisiko.


Pentingnya Pengetahuan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja


Liputan6.com

Masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik menjaga kebersihan & kesehatan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah orang yang berusia 12 hingga 24 tahun. Masa remaja merupakan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa.

Artinya, proses pengenalan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sebenarnya sudah dimulai pada masa ini.

Secara sederhana, reproduksi berasal dari kata “re” yang berarti kembali dan “produksi” yang artinya membuat atau menghasilkan. Reproduksi bisa diartikan sebagai proses kehidupan manusia dalam menghasilkan kembali keturunan.

Karena definisi yang terlalu umum tersebut, seringnya reproduksi hanya dianggap sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Alhasih, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah tersebut pada remaja.

Padahal, kesehatan reproduksi, terutama pada remaja merupakan kondisi sehat yang meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi.

Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja.

Baca Juga: Fakta Miris!! Karena 6 Hal Ini Banyak Remaja Begitu Mudah Lepas Perawan

Nyatanya peran orangtua merupakan satu hal yang penting dalam edukasi seksual pada remaja.

Apalagi saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang bisa menyerang remaja “salah pergaulan” tersebut. Mulai dari ancaman HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat karena melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat mengambil tindakan aborsi.

Nah dengan memberikan edukasi ini, diharapkan agar para remaja mengetahui segala seluk beluk tentang kesehatan reproduksi dan meminimalisir adanya resiko-resiko diatas. Demikian, semoga bermanfaat!
Top