8 Keistimewaan Bulan Ramadhan (Bulan Penuh Ampunan)

Komentar

Image Source: tribunnews.com


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinanti umat Islam di seluruh dunia. Di bulan yang penuh berkah, hikmah dan ampunan ini, setiap amal kebaikan seorang muslim akan dilipat gandakan nilai pahalanya oleh Allah SWT. Sangat rugi jika seseorang tidak memanfaatkan bulan ini dengan berlomba-lomba dalam mengerjakan amalan-amalan kebaikan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Umat Islam selayaknya memahami keutamaan atau fadhilah dari setiap ibadah yang Allah SWT perintahkan. Menurut para ulama pemahaman terhadap keutamaan dalam melaksanakan setiap amal shaleh akan menjadi penyemengat sekaligus akan mendorong kepada peningkatan ketaqwaan seseorang.

Apa sajakah keistimewaan bulan ramadhan? Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat seperti berikut ini:

Keistimewaan Bulan Ramadhan

1. Al-Qur’an diturunkan

Apakah keistimewaan bulan ramadhan? “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang bathil )“ ( Al Baqarah : 185 ). Al Qur’an adalah sumber syariat islam yang terbaik dan nomor 1 bagi umat islam.

Dan Al Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sehingga di bulan itu terdapat firman Allah yang diungkap kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada segenap umat muslim agar umat muslim terhindar dari jalan yang sesat.

Baca Juga:

2. Pintu kebaikan dibuka

Apa saja keistimewaan bulan ramadhan? Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ). Ramadhan adalah bulan terbaik dimana kesempatan untuk berbuat amal kebaikan terbuka seluas luasnya dan tidak ada bulan dimana pintu kebaikan dibuka hingga seperti di bulan ramadhan dan memiliki banyak pahala seperti pahala sahur di bulan Ramadhan, pahala zakat di bulan ramadhan, dan berbagai kebaikan lainnya.

3. Ditutupnya pintu neraka

Apa keistimewaan bulan suci ramadhan? Ditutupnya pintu-pintu neraka di bulan ini, disebabkan oleh sedikitnya maksiat yang dapat memasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)” (QS. An-Nazi’at [79]: 37-39).

Dan juga firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (QS. Jin [72]: 23).

4. Setan dibelenggu di bulan Ramadhan

Setan tidak mampu untuk menggoda (menyesatkan) manusia, menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan, atau memalingkan manusia dari amal shalih, sebagaimana yang setan lakukan di selain bulan Ramadhan. Tercegahnya manusia di bulan yang penuh berkah ini, dari melakukan berbagai hal yang keji merupakan rahmat untuk kaum muslimin, sehingga mereka pun memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai amal kebaikan dan menghapus dosa-dosa mereka.

Dan termasuk dalam keutamaan bulan yang penuh berkah ini adalah dilipat gandakannya amal kebaikan di dalamnya. Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang sama dengan amal wajib. Satu amal wajib yang dikerjakan di bulan ini setara dengan 70 amal wajib. Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala oarang yang berpuasa tersebut sedikit pun.

5. Diwajibkan berpuasa

Ketika Allah SWT memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya (yang artinya), ”Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam, di antara kewajiban yang Allah Swt wajibkan, dan telah diketahui dengan pasti bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari agama, serta berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya (kewajiban puasa Ramadhan), maka dia telah kafir.

Barangsiapa yang  berada di negeri tempat tinggalnya (mukim atau tidak bepergian) dan sehat, maka wajib menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185) Dan barangsiapa yang bepergian (musafir) atau sakit, maka wajib baginya mengganti puasa di bulan yang lain, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Dari sini jelaslah bahwa tidak ada keringanan untuk tidak berpuasa di bulan tersebut, baik dengan menunaikannya di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan kecuali bagi orang yang sudah tua renta atau orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. Kedua kelompok tersebut tidaklah mampu berpuasa, baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. Bagi keduanya terdapat hukum (aturan) lain yang akan datang penjelasannya, in syaa Allah.

6. Pahala berlipat ganda

Apakah keistimewaan bulan ramadhan dibanding dengan bulan lain? “Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji“ (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim), Dalam riwayat Muslim disebutkan “…… menyamai pahala ibadah haji bersamaku“. Umrah di bulan biasa mendapat pahala yang biasa namun jika di bulan ramadhan mendapat pahala yang luar biasa lipat gandanya sehingga benar benar berbeda dari bulan yang lain seperti adanya malam lailatul qadar (malam istimewa berderajat seribu bulan).

7. Tidak menghalangi urusan duniawi

“Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, … (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya“ ( Al Baqarah : 187 ). Bulan puasa bukan bulan yang dilarang untuk melakukan urusan duniawi.

Yang salah satunya ialah berhubungan badan, suami istri tetap boleh melakukannya tentu saja di waktu yang diperbolehkan yaitu di jam jam yang bukan jam puasa atau bukan sejak fajar hingga maghrib tiba, di malam hari semuanya boleh dilakukan dan tetap mendapat pahala serta tidak ada dosa baginya.

8. Waktu dikabulkannya doa

“Sesungguhnya setiap muslim pada tiap siang dan malam hari pada bulan Ramadhan memiliki doa yang mustajab“ (diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan dishahihkan oleh Albani). 
Apa keistimewaan bulan ramadhan? Bulan Ramadhan juga merupakan waktu yang terbaik untuk berdoa sebab di bulan ramadhan terdapat banyak waktu yang mustajab untuk berdoa.

Tentunya doa yang dilakukan ialah dengan ikhlas dan dengan adab adab yang baik, waktu yang baik untuk berdoa di bulan ramadhan ialah ketika sahur dan berbuka, di sepertiga malam yang terakhir, setelah shalat, dan juga ketika melakukan i’tikaf dan masih banyak lagi sebab sepanjang hari orang yang berpuasa ialah hari yang penuh kebaikan.

Semua kebaikan, berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.

Demikian beberapa keistimewaan bulan ramadhan yang bisa kita ambil. Semoga bermanfaat.
Top