5 Modus Penipuan Pinjaman Uang Cepat Secara Online

Komentar

uang cepat via peluangbisnissederhana.blogspot.com

Di era modern saat ini, pastinya kebutuhan kita begitu banyak. Maka dari itu, tidak sedikit dari kita yang menginginkan pinjaman uang cepat. Salah satu medianya adalah secara online.

Uang merupakan segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lalu lintas perekonomian.

Uang digunakan untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa, maupun hutang baik sekarang maupun di kemudian hari.

Saat ini kebutuhan manusia begitu banyak, sehingga banyak sekali jasa peminjaman uang cepat yang didirikan baik secara online maupun offline. Lepas dari hal tersebut, kamu harus perhatikan 5 modus penipuan pinjaman uang cepat secara online.

Baca Juga : Bisa Dicoba, 7 Mesin Uang yang Tersedia Pada Aplikasi Android

Kenali 5 ciri penipuan pinjam uang cepat secara online



ilustrasi penipuan uang cepat via news.okezone.com

Di tengah kemajuan teknologi saat ini, tak hanya berbelanja saja yang bisa dilakukan secara online, namun mengajukan pinjaman uang cepat juga bisa dilakukan secara online tanpa perlu keluar rumah dan datang ke bank.

Peminjaman uang cepat secara online ini dilakukan oleh lembaga keuangan online atau yang lebih dikenal dengan istilah Fintech (Financial Technology). Mereka akan memberikan pinjaman dana dengan cara sederhana sehingga mudah dilakukan bagi para nasabah.

Sayangnya, hal inilah yang kerap kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sudah banyak kasus yang mengatasnamakan lembaga peminjaman uang yang kemudian membawa kabur dana milik nasabah bank tertentu.

Perihal produk yang ditawarkan, biasanya adalah pinjaman dana cepat cair dan pinjaman tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan nama KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena dinilai lebih memikat calon peminjam.

Berikut 5 ciri yang harus Anda ketahui agar Anda tidak tertipu pinjaman uang cepat secara online yang dikutip HaloMoney.

1. Adanya paksaan berlebihan

Ketika Anda ingin mengajukan pinjam uang cepat secara online, pastinya Anda akan menghubungi pihak pemberi pinjaman atau kreditur terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai produk yang mereka miliki. Pada saat Anda bertanya-tanya inilah, Anda harus mewaspadai tingkah laku kreditur.

Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat follow up, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa Anda untuk menjadi debitur atau peminjam.

2. Mengirim email tidak resmi

Pada saat follow up, kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur bodong. Mereka akan mengirim email tidak resmi.

Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar karena mereka mewakili perusahaan, bukan alamat email pribadi. Misalkan saja xxxx@halomoney.co.id, bukan xxxx@gmail.com.

3. Mengabaikan riwayat utang

Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau lembaga non-bank resmi lainnya adalah memiliki riwayat utang yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan utang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan mengecek riwayat utang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking.

Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memiliki niat untuk menipu. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat utang milikmu. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan peminjaman uang online.

4. Meminta sejumlah dana sebagai syarat pencairan

Ciri selanjutnya adalah mereka akan meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair. Alasannya adalah untuk bisa memudahkan proses administrasi.

Padahal, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, namun itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak seberapa. Sehingga, jika ada yang meminta dana hingga Rp 1 juta lebih, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan.

Kebanyakan orang yang mengajukan pinjam uang cepat sedang dalam keadaan terdesak atau benar-benar butuh sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar dengan segera. Jadi mereka pasti akan rela untuk mengeluarkan Rp 1 juta untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta.

5. Meminta pin atau password perbankan

Anda harus mencurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password perbankan yang Anda miliki dengan alasan untuk kelengkapan dana debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat email. Pin atau password perbankan adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.

Baca Juga : 25 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil Untung Besar, Tertarik? No 25 Sangat Menarik

Demikian 5 modus penipuan pinjaman uang cepat secara online yang kami kutip dari suatu sumber. Berhati-hatilah sebelum melakukan peminjaman uang cepat. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda para pembaca.
Top