BREAKING NEWS! Gunung Anak Krakatau Siaga, Jarak Aman Radius 5 Km

Komentar

Gunung anak krakatau (tribunnews.com)

Mohon diperhatikan...

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut status Gunung Anak Krakatau kini menjadi siaga.

Masyarakat diminta tidak mendekati kawah dalam radius 5 kilometer!

Gunung Anak Krakatau resmi naik status dari waspada menjadi siaga.

Dalam situs PVMBG, yang kami kutip dari detik.com, laporan periode pengamatan Gunung Anak Krakatau mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Kamis (27/12/2018). Cuaca juga dilaporkan mendung dan hujan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut. Suhu udara 24-26 celcius dan kelembaban udara 91-96 persen. Volume curah hujan tidak tercatat.

Kabut gunung 0-III, asap kawah tidak teramati. Terdengar suara dentuman di pos PGA. Kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 8-32 mm (dominan 25 mm).

Dilansir dari liputan6.com, petugas pos pantau GAK Lampung, Andi Suandi membenarkan status Anak krakatau ini.

"Iya, semenjak pukul 06.00 wib pagi ini. Ini jadi ramai setelah naik status ini," ujar Andi.

"Itu pusat yang menaikkan status. Kami hanya melaporkan aktifitas saja," ujarnya.

Hingga, Kamis (27/12/2018), gunung itu terus mengeluarkan lava pijar. Bahkan, Rabu 26 Desember 2018, abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau tersapu angin Cilegon dan sebagian Serang.

Erupsi dimulai pukul 6.00 WIB


Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau pasca tsunami beberapa hari yang lalu (grid.id)

Sementara dikutip dari CNBC Indonesia, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda dari Waspada dengan radius 2 kilometer (km) menjadi Siaga dengan radius 5 km.

Peningkatan status gunung yang terus erupsi ini dimulai pukul 6.00 WIB, Kamis (27/12/2018), menurut informasi dari Badan Geologi yang diterima CNBC Indonesia.

Erupsi Anak Gunung Krakatau ini telah menyebabkan terjadinya tsunami di Selat Sunda, Sabtu pekan lalu. Musibah tersebut telah merenggut ratusan jiwa dan ribuan luka-luka.

Demi keamanan bersama, patuhi himbauan yang ada!
Top