Istimewanya Siti Khadijah, Janda Cantik, Kaya Bergelar "Aht-Thahirah"

Komentar

siti khadijah via wartapilihan.com

Karena begitu ISTIMEWANYA RASULULLAH, hingga wanita yang cantik dan kaya yang digelari suci dan bersih ini sampai menaruh hati pada beliau.

Namun, kali ini yang kita bahas adalah Siti Khadijah, istri kaya Nabi Muhammad!

Sebagai umat muslim, pastinya sudah tidak asing jika berbicara tentang Siti Khadijah. Siti Khadijah termasuk dalam golongan orang yang pertama masuk Islam. Yuk simak kisah Siti Khadijah yang disebut-sebut sebagai wanita tangguh dan mendapat gelar gelar "Aht-Thahirah".

Siapakah Siti Khadijah? Siti Khadijah adalah putri Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Siti Khadijah mempunyai pribadi yang luhur dan akhlak yang mulia. Ia merupakan seorang wanita yang tajam pikirannya dengan bukti bahwa ia pernah menerjemahkan dan menyalin kitab Injil dari bahasa Ibrani ke bahasa Arab.

Apakah Siti Khadijah janda? Siti khadijah seorang janda yang disegani oleh masyarakat Quraisy khususnya, dan bangsa Arab pada umumnya. Siti Khadijah saudagar kaya, ia banyak memberikan bantuan dan modal kepada pedagang-pedagang atau melantik orang-orang untuk mewakili urusan-urusan perniagaannya ke luar negeri.


ilustrasi siti khadijah di mata rasulullah via ramadan.sindonews.com

Siti Khadijah di mata Rasulullah merupakan seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan dirinya berkorban demi kejayaan Islam. Dalam majelis haul dan & zikir semacam ini banyak hikmah yang dapat kita ambil. Majelis-majelis seperti inilah yang dicintai oleh Rasulullah, karena da’am majelis seperti ini, kita bisa mengetahui perjuangan orang-orang yang berjuang bersama Rasulullah.

Pada suatu ketika Rasulullah saw menyatakan, yang mana pernyataan beliau ini membuat Siti Aisyah merasa cemburu: 

“Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, dia beriman kepadaku saat semua orang ingkar,dia  percaya kepadaku ketika semua mendustakanku, dia mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan … darinyalah aku mendapatkan keturunan.” 

Begitulah pernyataan Rasulullah saw tentang kepribadian Khadijah, istrinya.

Tidak sedikit orang yang bertanya apakah Siti Khadijah bercadar? Pertanyaan ini masih menjadi teka-teki, karena sampai saat ini kami masih belum menemukan sumber yang menyatakan bahwa Siti Khadijah bercadar ataupun tidak.

Baca Juga : Abu Jahal, Paman Nabi yang Sangat Kejam dan Berambisi Membunuh Rasulullah

Mengapa Siti Khadijah menaruh simpati kepada Nabi Muhammad? Dibandingkan dengan pria kaya raya yang melamar Siti Khadijah, kekayaan Rasulullah saat menikahi Siti Khadijah tidaklah besar. Tetapi Siti Khadijah memilih pria dengan akhlak mulia.

Beliau tahu bahwa tugas seorang istri adalah mendampingi suami. Siti Khadijah juga taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah. Pilihlah pria yang taat dan memiliki akhlak mulia, juga pria yang rajin dan pantang menyerah menjemput rezeki halal.


ilustrasi pernikahan nabi muhammad via media-islamia.blogspot.com

Mengapa Siti Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad? Ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kembali ke Mekkah dari perjalanan dagangnya ke Syam, Khadijah Radhiallahu’anha melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sangat amanah dalam mengelola dagangannya dan ia juga melihat keberkahan besar dalam daganganya yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Selain itu, budak lelaki Khadijah yang bernama Maisarah juga mengabarkan kepadanya mengenai pembawaan Rasulullah yang lembut, sifat-sifat beliau yang mulia, ketajaman berpikir, perkataan yang jujur, metode beliau yang amanah.

Maka Khadijah pun seakan menemukan sosok pria yang didambakannya selama ini. Padahal banyak sekali para tokoh dan pembesar kaum yang berusaha untuk menikahinya, namun Khadijah menolak semuanya. Lalu Khadijah pun mencurahkan perasaannya tersebut kepada sahabatnya yang bernama Nafisah binti Muniyyah, dan Nafisah pun segera pergi kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membeberkan niatan Khadijah tersebut dan menganjurkan Rasulullah untuk menikahinya. Beliau pun menyetujuinya dan membicarakan hal ini dengan paman-paman beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun mendatangi paman Khadijah dan melamar Khadijah.

Menurut sebuah riwayat dari sejumlah hadits menyebutkan, Nabi Muhammad Saw melamar Siti Khadijah di usianya yang cukup matang, yaitu 25 tahun. Sedangkan, Khadijah berusia 40 tahun sebagai janda yang kaya raya dan pembisnis sukses pada zamannya di Jazirah Arab.

Tidak lama setelah itu, pernikahan pun dilangsungkan. Akad pernikahan ini dihadiri oleh para keluarga dari kalangan Bani Hasyim dan para pembesar kabilah Mudhar. Dalam pernikahan ini, Rasulullah memberikan mahar berupa 20 ekor unta muda. Pernikahan ini terjadi setelah dua bulan Rasulullah kembali dari Syam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.


ilustrasi bercadar via saudagar.info

Lalu, apakah Siti Khadijah bercadar? Pertanyaan ini masih menjadi teka-teki, karena sampai saat ini kami belum menemukan sumber yang menyatakan bahwa Siti Khadijah bercadar ataupun tidak.

Namun, bercadar sudah biasa dilakukan sebagian muslimah pada zaman Rasulullah. Para ulama pun menyatakan bahwa bercadar adalah perbuatan bagus, sunnah, dan terpuji, bahkan sebagian ulama mewajibkan.

Diantara manfaat bercadar adalah menjaga kehormatan wanita dan melindungi wanita dari godaan, mencegah maksiat dan kerusakan masyarakat, agar para lelaki tidak tergoda dan tidak merayunya, juga agar tidak menjadi sasaran kejahatan lelaki.

Baca Juga : Benarkah Jika Telinga Berdengung, Kita Sedang Dipanggil Rasulullah untuk Bersholawat?

Nah, itulah kisah singkat dari Siti Khadijah yang dapat kami sampaikan. Dengan adanya kisah di atas, diharapkan bisa menjadi teladan yang bisa menginspirasi wanita modern. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua.
Top