Sering Dikaitkan Dengan Hal Mistis! Terkuak, Ini Penyebab Bayi Meninggal Mendadak

Komentar

Gambar ilustrasi dilansir dari theAsianparent.com

Jangan pernah diabaikan...

Mungkin Anda sudah tak asing dengan kasus bayi sehat tiba-tiba meninggal.

Banyak orang yang mengaitkan dengan hal mistis, namun mirisnya mereka tak mencari tahu secara medis.

Orang tua harus waspada, ini penyebabnya sebenarnya yang wajib anda perhatikan!

Dalam dunia medis, kematian mendadak pada bayi dikenal dengan nama sudden infant death syndrome (sindrom kematian bayi mendadak) atau biasa disingkat dengan SIDS.

Bayi yang berusia kurang dari satu tahun dan dalam kondisi sehat, tiba-tiba meninggal saat ia tidur tanpa diketahui penyebabnya.

Mirisnya, banyak orang yang menganggap hal ini karena mistis.

Padahal gejala dan penyebab SIDS bisa di deteksi melalui medis. Seandainya orantua tau dari awal bisa jadi nyawa bayi bisa di selamatkan.

Lantas Apa saja yang bisa menjadi penyebab SIDS?

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab SIDS ini. Berikut penjelasannya:

1. Keterlambatan perkembangan bayi

Sebuah hipotesis mengungkapkan bahwa SIDS mungkin disebabkan oleh adanya keterlambatan atau kelainan perkembangan sel-sel saraf dalam otak yang penting untuk fungsi jantung dan paru-paru normal.

Penelitian pada otak bayi yang meninggal akibat SIDS menunjukkan bahwa adanya keterlambatan dalam perkembangan dan fungsi beberapa jalur saraf pengikat serotonin pada otak.

Jalur saraf ini dianggap penting untuk mengatur pernapasan, detak jantung, dan respon tekanan darah saat bangun dari tidur.

Kelainan perkembangan ini membawa dampak negatif saat bayi tidur. Bayi normal akan terbangun ketika ada hal yang mengganggunya saat tidur.

Misalnya, ada hal yang menghalangi jalan napasnya saat tidur, bayi secara otomatis akan memindahkan bagian tubuhnya ke tempat yang lebih nyaman atau bayi akan bangun. Namun, pada bayi dengan kelainan, refleks yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur mengalami gangguan, sehingga bayi tidak dapat mengatasi masalahnya saat tidur.

2. Berat lahir bayi rendah

Bayi lahir dengan berat badan rendah biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur atau pada bayi kembar.

Bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki otak yang belum matang, sehingga bayi kurang memiliki kendali atas pernapasan dan detak jantungnya.

3. Posisi tidur bayi

Bayi yang tidur telungkup atau tidur miring cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas.

Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbon dioksida yang baru saja ia hembuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang, dan akhirnya bayi bisa meninggal.

Selain itu, benda-benda yang ada di kasur saat bayi tidur, seperti bantal, selimut, boneka, atau mainan juga dapat menutupi mulut dan hidung bayi, mengakibatkan terganggunya pernapasan bayi saat tidur, seperti dilansir dari hellosehat.com.

4. Hipertermia (kepanasan)

Pakaian bayi yang terlalu tebal dan tertutup, atau suhu ruangan yang panas dapat meningkatkan metabolisme bayi, sehingga bayi dapat kehilangan kontrol pernapasan.

Namun, suhu panas sebagai penyebab SIDS belum dapat dijelaskan dengan baik, apakah ini sebagai faktor yang benar-benar dapat menyebabkan SIDS atau hanya faktor yang menggambarkan penggunaan pakaian atau selimut yang menghalangi pernapasan bayi.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah SIDS?

Untuk menurunkan risiko atau mencegah SIDS pada bayi Anda, Anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini.

Taruh bayi pada posisi telentang saat tidur.

Posisi ini tidak akan menghalangi jalan napas bayi, sehingga bayi tidak mengalami gangguan pernapasan saat tidur.

Pilihlah posisi telentang dibandingkan posisi telungkup kapan saja saat bayi tidur.

Jangan letakkan berbagai macam benda di atas tempat tidur anak.

Jauhi bayi dari bantal, selimut, boneka, mainan, atau hal lainnya saat bayi tidur.

Benda-benda ini dapat menghalangi mulut dan hidung bayi sebagai jalan napas, sehingga bayi dapat mengalami sesak napas saat tidur.

Jika bisa, sebaiknya bayi tidur sendiri di tempat tidurnya yang dekat dengan Anda. Ketika bayi tidur di kasur yang sama dengan orangtuanya, ini dapat membatasi ruang gerak bayi dan mungkin juga bisa mengganggu pernapasan bayi.

Jauhi bayi Anda dari rokok.

Bayi yang lahir dari ibu perokok dan meninggal karena SIDS terjadi tiga kali lebih sering daripada bayi yang lahir dari ibu bukan perokok.

Merokok saat hamil merupakan faktor risiko utama terjadinya SIDS, dan asap rokok yang bayi hirup juga dapat meningkatkan kejadian SIDS pada bayi.

Beri ASI pada bayi Anda selama Anda bisa.

Menyusui bayi terbukti dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi sebesar 50%. Beberapa ahli percaya bahwa ASI dapat melindungi bayi dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS.

Juga, sebaiknya jangan minum alkohol saat Anda menyusui karena alkohol dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami SIDS.

Baca Juga:

Beri bayi Anda imunisasi secara lengkap.

Bukti menunjukkan bahwa bayi yang menerima imunisasi sesuai rekomendasi dapat menurunkan risikonya terhadap SIDS sebesar 50% dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap.

Jaga bayi agar tidak kepanasan.

Kepanasan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS. Sebaiknya selalu jaga suhu kamar bayi Anda, hindari pemakaian pakaian yang terlalu tebal atau selimut jika bayi kepanasan, dan pakaikan pakaian tidur yang nyaman saat bayi tidur.

Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun.

Madu dapat menyebabkan bayi menderita botulisme. Botulisme dan bakteri penyebab botulisme dapat dihubungkan dengan kejadian SIDS pada bayi.

Nah itulah dia penyebab SIDS yang wajib ayah dan bunda waspadai.

Sindrom ini masih belum banyak dikenal di Indonesia. Tetapi, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja.

Demikian, semoga bermanfaat!
Top