Awas!! Bukan Hanya Menyayat Tangan, Ini 7 Challenge di Medsos yang Mengancam Remaja

Komentar

Gambar ilustrasi, jawapos.com

Challenge atau tantangan yang ada di media sosial (Medsos) kembali memakan korban.

Sebanyak 55 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Pekanbaru nekat menyayat tangannya sendiri akibat mengikuti tantangan tersebut.

Selain tantangan tersebut, berikut 7 challenge  yang pernah beredar di medsos yang nggak kalah bahayanya!

Karakter remaja yang menggebu-gebu dan akses media sosial yang tak terkendali terkadang bisa membuat teknologi menjadi sumber masalah.

Baru-baru ini Sebanyak 55 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Pekanbaru (sebelumnya 56), nekat menyayat tangannya sendiri.

Setelah ditelusuri, ternyata perbuatan itu dilakukan karena mereka mengikuti challenge atau tantangan yang ada di media sosial (Medsos).

Hal ini sungguh miris, mengingat diusia mereka seharunya lebih fokus belajar untuk masadepan.

Bicara soal challenge, ternyata  masih banyak tantangan yang bisa mengancam generasi muda kita.

Berikut 7 tantangan yang pernah beredar di medsos, beserta bahaya yang ditimbulkan:

1. Kiki challenge


sumber gambar news.solopos.com
Polisi di seluruh dunia telah memperingatkan orang-orang agar berhenti melakukan tantangan yang juga disebut sebagai In My Feelings Challenge ini. Pasalnya, beberapa orang telah mengalami kecelakaan akibat melakukan tantangan ini.

Beberapa waktu lalu diberitakan seorang wanita menjadi korban jambret akibat terlalu fokus melakukan tantangan dengan iringan musik milik Drake ini.

Bagaimana tidak? Tantangan ini dilakukan dengan satu orang mengendarai mobil sambal mendokumentasikan rekannya yang harus melompat dari mobil dan menari seiring dengan jalannya mobil dengan pintu mobil terbuka.

2. Momo


sumber gambar Catch News

Momo challenge baru-baru ini terangkat akibat ditemukannya seorang remaja berusia 12 tahun asal Buenos Aires yang meninggal gantung diri untuk menjalankan tantangan terakhir dari challenge berbasis chatting via aplikasi WhatsApp ini.

Sebelumnya, angka bunuh diri di kalangan remaja di Argentina, Meksiko, Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman pun meningkat akibat tantangan ini.

Pengikut tantangan ini harus menyimpan nomor telepon seseorang bernama Momo yang diperoleh dari sebuah grup Facebook. Setelah berkomunikasi dengan Momo via Whatsapp, tantangan demi tantangan harus dilakukan.

Seluruh tantangannya merujuk pada hal-hal yang menyakiti diri sendiri, seperti melompat dari atap rumah, menyayat lengan, bangun di jam-jam aneh, dan yang lainnya.

JIka tidak dilakukan, maka akun dengan avatar boneka instalasi karya Midoru Hayashi tersebut akan  mengirimkan rekaman suara, video, atau foto-foto yang menyeramkan.

3. Condom Snorting


sumber gambar Hindustan Times

Pertama kali muncul pada 2007 dan ramai kembali di 2013, tantangan ini langsung memicu kontroversi. Pelaku tantangan harus memasukkan kondom ke salah satu lubang hidung, menghirupnya kuat-kuat, hingga kondom keluar lewat mulut, lalu menariknya keluar.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa tantangan ini sangat berbahaya, karena berisiko menyebabkan kondom tersangkut di antara hidung dan tenggorokan, sehingga membuat orang yang melakukannya tersedak.

Dilansir dari klikdokter.com, bicara tentang fenomena tantangan condom snorting, dr. Dyah Novita Anggraini menjelaskan bahwa ketika seseorang tersedak, trakea (batang tenggorok) akan tersumbat dan menyebabkan gangguan fungsi tubuh.

Saat tersedak kondom, orang akan sulit bicara atau berteriak, wajah membiru akibat kekurangan oksigen, pelaku merasa seperti tercekik, hingga batuk dan mengalami gangguan pernapasan,” jelasnya.

4. Skip challenge


Sumber gambar LINE Today

Sempat ramai di kalangan remaja Indonesia, di Amerika tantangan ini lebih dikenal dengan sebutan passed out challenge. Pelaku diharuskan menghirup udara sebanyak mungkin, kemudian 2–3 orang akan menekan dadanya sekuat tenaga hingga ia pingsan.

Meski terlihat kocak dan sederhana, nyatanya data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat sepanjang tahun 1995–2007 terdapat 82 kasus kematian anak usia di bawah 18 tahun yang diakibatkan oleh tantangan ini.

Mendorong dada dengan tekanan berlebih dapat menghambat oksigen masuk ke dalam sirkulasi darah, serta meningkatkan risiko gangguan jantung dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, organ bagian otak yang tidak cukup mendapatkan oksigen juga akan menyebabkan pelaku kehilangan kesadaran.

5. Cinnamon challenge


Sumber gambar SlideShare

Meskipun tidak terlalu ramai dibicarakan di Indonesia, pelaku tantangan menelan sesendok kayu manis dalam 60 detik tanpa minum air ini telah mendapatkan peringatan dari para dokter.

Dalam jurnal Pediatrics tahun 2013, dijelaskan bahwa tantangan ini dapat menyebabkan masalah tenggorokan dan pernapasan, termasuk tersedak, dan paru-paru yang rusak.

Pada 2015 seorang anak laki-laki ditemukan tersedak hingga mati setelah menelan hampir seluruh bubuk kayu manis dalam satu wadah, tanpa disertai minum air.

Baca Juga:

6. Vampire biting


Sumber gambar youtube.com

Berangkat dari euforia film Twilight, ternyata ada sekelompok remaja yang menciptakan sebuah challenge yang membahayakan pesertanya.

Orang yang mengikuti tantangan ini harus menggigit pasangannya hingga muncul bintik darah seperti digigit vampire. Padahal, risiko HIV, hepatitis, dan infeksi di lokasi gigitan dapat membahayakan kesehatan.

7. Salt and Ice


sumber gambar Simplemost

Tantangan terakhir dilakukan dengan meletakkan garam di lengan, lalu meletakkan es batu di atasnya dan membiarkan es batu tersebut mencair. Secara ilmiah, garam dapat mempertahankan suhu es, meski es batu telah mencair.

Atas tantangan ini, remaja yang melakukannya berisiko terkena radang dingin, yang mirip dengan kondisi ketika seseorang membakar diri. Namun, karena es menimbulkan sensasi mati rasa, maka pelaku tidak menyadari bahwa jaringan pada lengannya tengah terluka.

Tren tantangan ini sangat berbahaya, hingga sebuah lembaga pencegahan kekejaman anak di Inggris mengeluarkan peringatan kepada orang tua seputar bahaya di balik salt and ice challenge.

Dari berbagai jenis challenge yang ditawarkan melalui media sosial tersebut, terdapat satu kesamaan. Yaitu sama-sama berbahaya!!

Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan adanya kegitan-kegiatan semacam ini.

Dan jangan sampai, aktivitas digital yang dilakukan anak-anak anda malah menjadi petaka bagi mereka.
Top