4 Lokasi Dunia yang Muncul Kembali Setelah Tenggelam Dalam Air Selama Ratusan Tahun

Komentar
 
Image from ipsnews.net

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ باِللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Bukan tak mungkin perkara dunia yang tak bisa dinalar itu selalu mustahil terjadi. Seperti halnya 4 lokasi di dunia ini. 

Hilang selama beratus tahun tenggelam di dalam air, lokasi ini kembali muncul.

Sungguh kuasa Tuhan tak bisa ditebak dan tak bisa dielakkan. 

Banyak tempat di dunia ini pernah tenggelam pada suatu waktu dan tak terlihat. Namun, beberapa di antaranya telah kembali muncul karena berbagai faktor.

Permukaan Bumi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Sehingga, ada beberapa tempat yang dulunya masih berdiri tegak kini terendam oleh air.

Tempat-tempat yang terendam di bawah laut ini juga sebagian besar belum dijelajahi manusia.

Bahkan, banyak ilmuwan dan arkeologis yang masih berupaya mencari Kota Atlantis yang kabarnya hilang tenggelam di laut hanya dalam waktu satu hari.

Beberapa lokasi dan artifak arkeologis yang tenggelam disebabkan beberapa faktor.

Baik faktor alam maupun faktor yang mengharuskan tempat tersebut dikorbankan.

Baca Juga :

Berikut deretan tempat-tempat bersejarah yang tenggelam dan kini muncul kembali ke permukaan.

1. Desa Epecuen (Villa Epecuen) - Buenos Aires, Argentina



Beberapa mil di sebelah barat daya Buenos Aires, desa wisata Epecuen muncul kembali setelah berada di bawah air selama lebih dari 50 tahun.

Pada 1920, desa Epecuen dibangun di tepian Salt Lake, “Lago Epecuen” dan menjadi dihuni lebih dari 5.000 orang pada akhir 1970an.

Dalam kurun waktu itu, cuaca semakin tidak normal selama bertahun-tahun.

Akhirnya, curah hujan semakin tinggi daripada biasanya ke daerah sekitar.

Sehingga menyebabkan Salt Lake of Epecuen meluber.

Pada 1985, air dari Salt Lake menerobos bendungan dan mulai membanjiri desa.

Pada akhir 1993, desa itu tenggelam 33 kaki di bawah permukaan air.

Beberapa dekade kemudian, cuaca mulai berubah lagi sehingga air surut pada 2009, seperti yang dikutip dari msn.com.

Sekarang, kita bisa melihat desa tersebut muncul kembali dari perairan.

2. Potosi - Venezuela



Tak ada kekuatan di dunia ini yang dapat menandingi kuasa alam.

Seperti fenomena El Nino yang mengangkat kembali lanskap sebuah kota yang telah tenggelam selama lebih dari 30 tahun.

Potosi adalah kota kecil di Venezuela yang dulunya sengaja ditenggelamkan oleh pemerintah untuk membangun bendungan hidroelektrik pada 1985.



Sekitar 30 tahun kemudian, permukaan air pada bendungan menurun secara signifikan akibat kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino.

Hal ini membuat Kota Potosi kembali terlihat.

Gereja kota yang sebelumnya tenggelam dan hanya menyisakan salib di atas permukaan air, kini terlihat seluruhnya dengan kompleks pemakaman di sekitarnya.

3. Jal Mahal - Jaipur, India



Meskipun terlihat indah, Jal Mahal atau dikenal sebagai Istana Air (Water Castle) adalah sebuah istana yang terletak di tengah Danau Man Sagar di Kota Jaipur, India.

Tidak ada yang benar-benar tahu kapan bangunan tersebut dibangun tetapi lantai dan dinding batu pasir merah menunjukkan kemungkinan Jal Mahal dibangun sekitar 300 tahun yang lalu.



Jal Mahal adalah bangunan bertingkat 5 dengan 4 lantai terendam di bawah air.

Pemerintah Rajasthan memulai proyek renovasi yang berlangsung selama 6 tahun dengan arsitek terbaik di negara itu untuk mengembalikan Jal Mahal ke kejayaan masa lalunya.

Sekarang Jal Mahal telah terbuka untuk umum dan wisatawan dapat mengunjungi balkonnya dan menjelajahi kastil dengan tur perahu.

4. Gereja St. Nicholas di Danau Mavrovo



Tak jauh dari Pegunungan Balkan di Macedonia, terbentang Danau Mavrovo, taman nasional yang terkenal dengan Gereja St. Nicholas yang tenggelam di dalamnya.

Gereja kuno ini dibangun pada 1850an dan berdiri selama lebih dari 150 tahun sampai akhirnya pemerintah Yunani memutuskan untuk membuat danau buatan di sekitar gereja untuk menyuplai air pada pembangkit tenaga listrik lokal.

Pada 2003, gereja ini tenggelam sepenuhnya di dalam air.

Namun, karena perubahan iklim di area tersebut, Gereja Saint Nicholas ini kembali muncul.

Terutama pada bulan-bulan musim panas, lebih dari separuh bangunan gereja dapat terlihat.
Top