Ustadz Abdul Somad Ngaku "Panitia diganggu dan ditangkap", Ini Tanggapan Polri

Komentar

Ustadz Abdul Somad (foto: twitter.com)

Baru-baru ini beredar video pengakuan UAS yang banyak mengejutkan publik.

Dalam sebuah video yang beredar di dunia maya, UAS mengaku bahwa saat setelah ceramah panitia diganggu dan ditangkap.

Menanggapi video pengakuan UAS, ini yang dikatakan Polri!

Sebelumnya UAS membongkar ancaman berupa gangguan yang beliau selama ceramah hingga membatalkan semu agendanya di jawa.

UAS menuturkan, saat akan berceramah di Kudus, Jawa Tengah, awalnya panitia menyatakan semua persiapan sudah selesai. Seusai acara, panitia baru mengatakan ada gangguan.

Baca Juga:
Hal yang sama terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Bahkan, kata UAS, panitia mengatakan ada beberapa anggotanya yang ditangkap polisi.

Berikut video pengakuan UAS!




Polri mengatakan tak ada penangkapan panitia ceramah Ustaz Somad.

Polri menyatakan tak ada penangkapan terhadap panitia ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Grobogan, Jawa Tengah.

"Tidak ada penangkapan terhadap panitia pengajian Ustaz Abdul Somad tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, seperti dilansir dari detikcom, Senin (10/9/2018).

Dedi mengatakan saat ini ada kasus yang telah dilaporkan oleh UAS ke Polda Riau dan sedang ditangani.

Dia menyatakan UAS bisa menyampaikan ke penyidik Polda Riau soal dugaan adanya panitia ceramah di Grobogan yang ditangkap polisi.

"Silakan kalau memang Ustaz Abdul Somad merasa (ada panitia ceramahnya) ditangkap, kan dia sudah ditangani kasusnya (kasus dugaan penghinaan Somad di akun FB milik JB) oleh Polda Riau, silakan nanti disampaikan aja ke penyidik. Nanti penyidik akan konfirmasi ke Bareskrim, atau Propam, silakan kita pasti akan melayani," ucapnya

Menurut Polri, UAS dipersilakan melapor jika memang merasa ada gangguan saat ceramah.

Sementara itu, Kapolres ungkap situasi jelang UAS tampil di Grobogan

Kapolres Grobogan, AKBP Choiron El Atiq membantah apa yang dikatakan UAS.

Dia membeberkan isi kesepakatan panitia dengan pihak kontra yang dimediasi oleh Polres saat itu.

Pengajian diadakan di Kecamatan Gubug, Grobogan, Juli 2018. Menurut Kapolres Grobogan, AKBP Choiron El Atiq, polisi saat itu memediasi antarpihak yang pro dan kontra adanya pengajian yang mengundang UAS.

"Mungkin UAS terima beritanya salah itu. Memang ada penolakannya. (Panitia) diculik ya enggak ada. Malah (kepada) kita, panitia terima kasih banyak. Jangan sampai ada miskomunikasi. Saya kaget dengan ada berita seperti itu. Kalau tidak dimediasi malah yang pro dan kontra bisa ketemu di situ," terang Choiron.

Dia menyebut, pihak kontra saat itu berasal dari salah satu bagian dari ormas tertentu.

Polisi yang mengetahui, langsung mediasi jauh hari sebelumnya. Mediasi dilakukan antara tiga hingga empat kali.

"Polisi sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan, harus memastikan fix. Akhirnya tetap bisa dilakukan dengan konsekuensi menuruti pihak kontra. Di antaranya (UAS) jangan menyampaikan yang berkaitan dengan hal memperkeruh," papar kapolres.

Akhirnya saat berlangsungnya acara, polisi dikerahkan dengan kekuatan penuh untuk pengamanan. Dengan demikian acara bisa berjalan lancar, tanpa ada gangguan apapun.

Karena iti Choiron mengaku kaget dengan adanya pernyataan UAS tersebut.

Nah bagaimana menurut Anda?
Top