Sering Dianggap Sama, Inilah Bacaan "Amin" yang Benar Dalam Sholat

Komentar

Gambar sholat jamaah, (foto: depokpos.com)

Belum banyak yang tahu, bawasanya lafal " AMIN, AMIIN, AAMIN, AAMIIN" Memiliki arti yang berbeda dalam bahasa arab.

Begitu juga dalam sholat, masih banyak yang salah dalam pelafalan kata "AMIN" ini.

Lantas bagaimana yang benar? simak penjelasan berikut!

Berikut adalah sebuah pertanyaan tentang lafal "AMIN" yang benar, beserta dengan penjelasan yang kami kutip dari situs Konsultasisyariah.com. Semoga dapat mencerahkan dalam permasalahan tersebut.

Pertanyaan:

Bismillah.

Assalamu ‘alaikum, Ustadz.

Saya mau tanya perihal lafal “Amin” saat shalat berjemaah setelah imam membaca surah Al-Fatihah.

Bagaimana dengan panjang-pendeknya bacaan “Amin” tersebut, karena saya mengetahui dalam kaidah bahasa Arab, lafal “Amin” itu ada 4 perbedaan.

Salah satu di antaranya “Aamiin” (alif dan mim sama-sama panjang), yang artinya, “Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.”

Apakah lafal ini yang dipakai, atau bagaimana yang diperbolehkan? Jazakallahu khairan.

Jawaban:

Lafal “Amin” yang Benar:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Ada beberapa kata yang mirip untuk kata “Aamiin“.

1. أَمِيْنٌ (a:pendek, min:panjang), artinya ‘orang yang amanah atau terpercaya’.

2. أٰمِنْ (a:panjang, min:pendek), artinya ‘berimanlah’ atau ‘berilah jaminan keamanan’.

Ketika shalat, kita tidak boleh membaca “Amin” dengan dua cara baca di atas.

3. آمِّيْنَ (a:panjang 5 harakat, mim:bertasydid, dan min: panjang), artinya ‘orang yang bermaksud menuju suatu tempat’.

Ada sebagian ulama yang memperbolehkan membaca “Amin” dalam shalat dengan bentuk bacaan semacam ini. Demikian keterangan Al-Wahidi.

Imam An-Nawawi mengatakan, “Ini adalah pendapat yang sangat aneh. Kebanyakan ahli bahasa menganggapnya sebagai kesalahan pengucapan orang awam.

BACA JUGA: Berdasarkan Hadits, Inilah 6 Wanita yang Sulit Masuk Surga Bahkan Sekedar Mencium Baunya

Beberapa ulama mazhab kami (Mazhab Syafi’i) mengatakan, ‘Siapa saja yang membaca ‘Amin’ dengan model ini dalam shalatnya maka shalatnya batal.'” (At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, hlm. 134)

4. أٰمِيْنَ (a:panjang 2 harakat karena mengikuti mad badal, min:panjang 4–6 harakat karena mengikuti mad ‘aridh lis sukun, dan nun dibaca mati), artinya ‘kabulkanlah’. Inilah bacaan “Amin” yang benar.

Allahu a’lam.

Nah sudah jelas bukan, pelafalan "Amin" yang benar adalah AAMIIN

Dengan demikain, mari kita sama-sama membetulkan pengucapan maupun penulisan pada kata "Amin" ini.

Didalam sholat, di setiap akhir do'a yang kita panjatkan, begitu pula dengan penulisan.

Demikian, semoga bermanfaat.
Top