Sederet Fakta Memilukan Dari Polisi Muda Kendari yang Tewas di Tangan Senior

Komentar

Rekontruksi adegan penganiayaan yang dilakukan oleh ZU dan FI terhadap juniornya, Senin (3/9/2018), (Foto : Istimewa)

Belum habis duka atas kematian tragis Bripda Muhamad Fathurahman Ismail.

Seorang bintara yang bertugas di Sabhara Polda Sulawesi Tenggara, tewas diduga dianiaya dua seniornya.

Di ungkap Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Goldenhart, berikut sederet fakta memilukan yang terjadi!

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Goldenhart, membeberkan beberapa rangkaian kronologi penganiayaan yang menimpa Bripda Muhamad Fathurahman Ismail.

Faturahman adalah seorang polisi yang baru diangkat pada 2017 lalu.


Bripda Faturahman Ismail (dok. Istimewa)

Polisi menyebut Faturahman mengalami sejumlah luka diduga dianiaya seniornya yang juga berpangkat brigadir dua (bripda).

"Dia tewas usai mengalami sejumlah luka memar pada bagian jantung dan perut," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Goldenhart, Senin (3/9/2018).

Peristiwa bermula Senin (3/9/2018) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Korban yang baru pulang patroli dipanggil dua seniornya ke barak. Korban tidak sendiri, ada 19 orang rekannya dipanggil dua seniornya bernama Bripda Sulfikar dan Bripda Fislan.

Saat itu, kedua pelaku kemudian memanggil korban. Saat itu korban bersama beberapa rekannya dibariskan dalam posisi duduk bertumpu dengan lutut.

Bripda Faturrahman Ismail langsung sesak napas.

Tidak sampai di situ, keduanya langsung bergantian memukul dan menendang korban di bagian dada dan perut.

Saat dihujani pukulan itu, Bripda Faturrahman Ismail langsung sesak napas.

Namun, saat sesak napas dikira hanya sakit biasa dan tak dipedulikan oleh kedua pelaku.

Sempat Pingsan, Kemudian Meninggal.

Korban sempat pingsan selama beberapa lama. Saat diperiksa oleh sejumlah rekannya, ternyata korban sudah tidak bernyawa.

"Kedua pelaku lebih senior 2 tahun, salah satu pelaku malah hanya berbeda satu tahun," ujar Goldenhart.

BACA JUGA: Selain Diancam, Ini Alasan Ustadz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Pulau Jawa

Para pelaku kini ditangkap dan diamankan di Propam Polda Sultra.

Untuk diketahui, dua pelaku penganiaya yakni Bripda ZU merupakan Bintara Polri angkatan 40 dan Bripda FI Bintara Polri angkatan 41. Sementar korban, berada dibawah pelaku yakni Bintara Polri angkatan 42.
Top