Pantangan Jika Alami Penyakit Herpes, Sampai Tak Boleh Keluar Rumah

Komentar

penyakit herpes via deherba.com

Banyak pantangan untuk penderita herpes, hingga tak boleh keluar rumah. Hah, separah itu? Karena memang berikut fakta berbahaya penyakit herpes.

Herpes merupakan nama kelompok virus herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia. Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).

Herpes berbeda dengan eksim lho. Apa perbedaan penyakit herpes dan eksim ? Simak berikut ini.

Perbedaan penyakit herpes dan eksim

perbedaan herpes dan eksim via masadiem.blogspot.com

Penyebab
Hal pertama yang membedakan herpes dan eksim adalah penyebabnya. Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Sementara itu, penyakit kulit eksim disebabkan oleh peradangan terkait alergi atau respon kulit terhadap zat-zat tertentu.

Penularan
Herpes bisa diderita oleh seseorang karena ditularkan dari orang lain. Penularan bisa terjadi melalui udara, baik dari batuk, bersin, saling meminjam pakaian, hingga melalui hubungan seksual. Hal ini berbeda dengan penyakit eksim. Eksim tidak akan menular ke orang lain karena penyakit ini berkaitan dengan kondisi kulit seseorang yang terlalu sensitif dan bereaksi dengan zat-zat tertentu.

Gejala
Salah satu gejala yang membedakan herpes dengan eksim adalah rasa menggigil, nyeri di persendian, hingga demam dan sesak napas. Penderita eksim juga akan merasakan kesemutan di anggota tubuh, bahkan bisa mengalami pembengkakan di area tubuh tertentu. Gejala seperti ini tidak dirasakan oleh penderita eksim.

Bentuk gelembung atau ruam
Pada herpes, akan muncul gelembung berkelompok berisi air di area tubuh yang terinfeksi. Gelembung ini dapat pecah dan mengeluarkan cairan. Sementara itu, eksim akan muncul dalam bentuk ruam kemerahan yang terasa sangat gatal. Area eksim ini akan sangat kering jika diraba, bisa muncul di beberapa daerah sekaligus.

Kekambuhan
Ada beberapa macam-macam penyakit herpes, namun penyakit ini umumnya tidak mudah kambuh jika sebelumnya telah dilakukan pengobatan secara tuntas. Hal ini berbeda dengan penyakit eksim yang sangat mudah untuk kambuh.

Jadi itukah perbedaan penyakit herpers dan eksim yang perlu kalian tahu. Next, kta akan membahas penyeab kenapa penyakit herpes bisa terjadi. Yuk simak!

Kenapa penyakit herpes bisa terjadi ?

Penyakit herpes dapat terjadi karen apenularan virus.

Penyebab herpes ialah virus herpes simpleks tipe I dan II. Kedua virus tersebut termasuk dalam virus Herpes hominis yang tergolong virus DNA. Penularan infeksi herpes terjadi secara kontak langsung yakni kulit dengan kulit penderita yang terinfeksi.

Diagnosis infeksi herpes dapat dikeluarkan dokter berdasarkan gejala dan temuan klinis yang ada. Namun untuk beberapa kasus yang meragukan, misal penampakan klinis sudah tidak khas lagi, maka dapat dilakukan tes laboratorium.

Jaringan dan cairan dari vesikel kulit dapat diambil dan diamati di bawah mikroskop. Jika pemeriksaan laboratorium gagal menemukan virus, pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan ialah pemeriksaan antibodi-virus herpes simpleks.

Jadi itulah penyebab kenapa penyakit herpes bisa terjadi pada manusia. Selanjutnya, kita akan membahas gejala apa saja yg menyertai penyakit herpes ini.

Gejala apa saja yg menyertai penyakit herpes ?

gejala penyakit herpes via hellosehat.com

Sejak sesorang terkena virus, misal melalui hubungan seksual, hingga muncul gejala (masa inkubasi) memakan waktu 3-7 hari.

Gejala dan perjalanan penyakit dapat dibagi ke dalam beberapa stadium, yakni:

Infeksi primer
Kelainan yang dijumpai berupa bintil berwarna putih tampak berisi air, atau disebut sebagai vesikel. Bintik ini berkelompok di atas kulit yang sembab dan kemerahan (erimatosa).

Fase laten
Saat gejala sudah membaik bukan berarti virus herpes telah mati. Virus tersebut ‘beristirahat’ di dalam sel saraf ganglion dorsalis (saraf tulang belakang).

Infeksi rekuren
Virus yang beristirahat pada fase laten tersebut suatu saat dapat aktif kembali. Faktor-faktor atau kondisi-kondisi yang dapat mengaktifkan infeksi tersebut antara lain:
  • Trauma fisik, seperti demam, infeksi oleh penyakit lain, penyakit HIV/AIDS, hubungan seksual, kurang istirahat, menstruasi, dan sebagainya;
  • Trauma psikis, seperti gangguan emosional, depresi;
  • Penggunaan obat-obatan, seperi kortikosteroid, immunosupresif, obat-obatan terapi kanker.

Itulah gejala apa saja yg menyertai penyakit herpes tersebut. Apakah penyakit herpes berbahaya untuk tubuh ? Berikut penjelasah apakah penyakit herpes berbahaya serta efek penyakit herpes tersebut.

Apakah penyakit herpes berbahaya ?

Berikut ini penjelasan apakan penyakit herpes berbahasa serta efek penyakit herpes jika tidak segera diobati.

Penyakit herpes termasuk penyakit berbahaya. Karena efek penyakit herpes ini banyak sekali diantaranya :
  • Iritasi dan peradangan pada permukaan kulit.
  • Demam
  • Menimbulkan gangguan pada pernafasan
  • Menimbulkan gangguan pada organ hati
  • Jika terjadi pada bayi bisa menyebabkan bayi kejang – kejang
  • Infeksi Menular Seksual
  • Gangguan pada masa kehamilan


Itulah efek penyakit herpes yang berbahaya. Apa penyakit herpes menular pada lainnya ? Berikut uraiannya.

Apa penyakit herpes menular ?

penyakit herpes menular via andro-pct.blogspot.com

Penyakit herpes adalah sejenis penyakit kulit yang menular.

Penyakit herpes memiliki karakter yang sangat unik dan bandel, karena sangat dimungkinkan bagi penderita yang sudah pernah mengalami penyakit herpes akan kembali mengalaminya dalam jangka waktu tak menentu.

Perawatan di rumah merupakan perawatan yang sangat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Itulah jawaban dari pertanyaan apa penyakit herpes menular atau tidak. Penyakit herpes memiliki beberapa fakta ynag jarang diketahui banyak orang lho! Apa saja fakta penyakit herpes tersebut ? Simak berikut ini.

Fakta penyakit herpes

terdapat 7 fakta mengenai herpes yang akan membuatmu terkejut menurut Dr. Clare Morrison, GP di Med Express, Inggris. Penasaran? Yuk, simak pembahasannya!

Kamu Mungkin Memiliki Herpes
Menurut penelitian statistik yang pernah dirilis oleh World Health Organization, satu dari enam orang memiliki herpes. Perkiraan dari penelitian ini sekitar 67% orang di dunia memiliki HSV-1 atau virus simplex herpes 1 yang mengacu pada herpes oral, tetapi juga termasuk infeksi kelamin.

Herpes Tidak Seburuk Itu
Herpes kadang bisa menjadi sangat mengganggu pada orang yang mengalaminya hingga ke beberapa bagian kulit. Namun, kabar baiknya adalah, bahwa genital herpes saat ini hampir tidak ada ancaman sama sekali. Penyakit ini tidak menyebabkan kerusakan fisik.

Wabah yang Menyebar Tidak Hanya Gejala
Pada penyakit herpes, gejalanya sulit ditemukan karena kadang tidak dapat terdeteksi sama sekali atau bahkan tidak terlihat. Tanda-tanda yang sering terjadi pada penderita herpes adalah gejala flu,  gatal, kesemutan, nyeri pada otot, dan nyeri saraf. Selain itu, sinus yang berulang juga dapat menyebabkan bakteri yang mengganggu wanita yang menderita herpes.

Kamu Tidak Akan Tahu Gejalanya
Herpes bisa juga menyebar, namun ada pula yang tetap seperti itu dan tidak menyebar ataupun berkurang. Jika saat Kamu sedang tes darah dan menunjukkan bahwa Kamu memiliki antibodi untuk HSV – 1, yang biasanya menyebabkan herpes oral seperti luka, atau HSV – 2 yang biasanya terjadi di daerah kelamin, hal itu mungkin terjadi karena Kamu pernah memiliki infeksi di masa lalu kemudian tubuh mengembangkan antibodi karena melawan infeksi tersebut.

Kamu Dapat Menularkan Herpes Walaupun Tanpa Memiliki Gejalanya
Herpes dapat ditularkan melalui kontak dari kulit ke kulit, bukan melalui darah, atau air liur. Jika Kamu sudah memiliki virusnya, maka Kamu dapat menularkannya dan menginfeksi seseorang. Hal ini dapat membuat Kamu harus berhati-hati jika sedang berkencan dengan seseorang.

Semakin Lama Kamu Terinfeksi Virus, Kecil Kemungkinan Kamu Dapat Menularkannya
Seperti yang diketahui dokter secara umum, seseorang yang baru pertama kali terkena herpes, biasanya dapat menularkan wabah herpes paling mudah dan paling buruk. Namun, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda-beda, pada beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, diawal terkena virus herpes orang tersebut kemungkinan tidak dapat menularkannya.

Semakin lama tubuh terkena infeksi atau virus herpes, antibodi dalam tubuh akan melawan virus ini sehingga tidak akan mudah menularkannya pada seseorang yang belum pernah terkena herpes

Kamu Dapat Terkena Herpes Selain dari Hubungan Seksual
Seperti yang sudah disebutkan di atas, herpes disebabkan oleh kontak dengan seseorang yang secara aktif bersentuhan. Jika Kamu memiliki HSV-1, penularan dapat dilakukan melalui mulut, karena aktivitas seperti menggunakan gelas yang sama untuk minum. Selain itu, herpes juga bisa ditularkan melalui sex toys, atau saling masturbasi, atau bahkan tempat tidur yang sama.

Itulah fakta penyakit herpes yang jarang diketahui orang. Setelah mengetahui apa saja tentang oenyakit herpes. Yuk, mengetahui apa saja pantangan penyakit herpes itu ?

Apa saja pantangan penyakit herpes ?

Pada umumnya tidak ada pantangan makanan khusus bagi penderita herpes zooster. Anda boleh saja makan makanan udang, ayam, atau telur selama Anda tidak alergi terhadap makanan tersebut. Makanan-makanantersebut tidak memperparah herpes. Namun jika sebelumnya Anda alergi atau sensitif terhadap makanan tertentu, misalnya makan telur lalu gatal-gatal, maka sebaiknya Anda memang tidak mengkonsumsinya.

Yang terpentuing adalah agar Anda makan makanan sehat dan bergizi agar daya tahan tubuh lebih kuat sehingga herpes akan lebih mudah membaik. Jaga agar luka herpes tetap kering, dan jangan memecah bintil pada luka. Pisahkan pakaian Anda saat dicuci, istirahat cukup, dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter ya.

Nah itulah artikel tentang penyakit herpes yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bermanfaat. Selalu jaga kesehatan!
Top