Miris! Demi Biaya Resepsi Mahal Anak, Pria Tua Ini Nekat Jadi Kurir Narkoba

Komentar

Seorang kakek asal Aceh ditangkap karena nekat menjadi kurir 1 kilogram sabu (foto: Raja/detikcom)

Perhatian buat kalian yang mau nikah! Kalau belum bisa mandiri jangan sok-sokan pakek resepsi mewah.

Mungkin orang tua kalian bisa menyanggupi, tapi pernahkah kalian tahu bagaiman susahnya orangtua kalian cari uang?

Apalagi sampai seperti kakek tua ini! Astagfirullah...

Seorang kakek asal Aceh, Nazir Ben (64), ditangkap karena nekat menjadi kurir 1 kilogram sabu.

Kepada polisi, Ben mengaku nekat menjadi kurir demi modal nikah putranya.

Saya diupah Rp 30 juta dan baru dibayar Rp 2 juta. Uang ini rencananya mau saya gunakan untuk biaya nikah anak,” ujar Ben berlinang air mata saat diperiksa di Polda Sumsel, Senin (3/9/2018).

Dalam pemeriksaan itu, Ben mengaku putranya menikah pada 20 September di kampung halamannya. Biaya resepsi yang mahal disebut Ben menjadi alasannya nekat menjadi kurir sabu.

Nikah tanggal 20 September, jadi butuh biaya banyak. Ini baru pertama kali saya mengantar sabu karena betul-betul butuh biaya dan ada teman yang mengenalkan kepada saya untuk antar sabu,” imbuh Ben, yang terus menangis.

Warga Bireuen, Aceh, ini ditangkap saat tiba di Terminal KM 12, Palembang, Selasa (28/8/2018). Dari dalam tas ranselnya ditemukan peket sabu yang dibungkus plastik teh China.

Awalnya kami mendapat informasi ada peredaran sabu lintas provinsi dari Aceh dan akan diedarkan di Sumatera Selatan. Saat itu kami lakukan pengintaian mobil bus Putra Pelangi yang ditumpangi oleh tersangka Ben,” terang Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Farman di Polda Sumsel.

Setiba (pelaku) di Terminal Alang-alang Lebar KM 12, kami lakukan penggeledahan. Di sana ditemukan sebuah tas ransel berisi paket 1 kg sabu. Hasil interogasi ternyata tas ini milik tersangka (Ben),” sambung Farman, seperti dikutip dari detik.com.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ben kini ditahan di Polda Sumsel. Tersangka kini dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 dengan ancaman penjara seumur hidup.

Subhanallah, bukankah Islam telah mengajarkan bagaimana menikah yang terbaik.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الصَّدَاقِ أَيْسَرَهُ

Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.”

Dalam riwayat Abu Daud dengan lafazh,

خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ

Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Daud, no. 2117; Al-Hakim, 2: 181-182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim juga shahih sebagaiman dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, 6: 344)

Baca Juga:

Hadits di atas menunjukkan bahwa mahar yang paling bagus dan menjadi mahar terbaik adalah mahar yang paling mudah untuk dipenuhi.

Maka pikirkan lagi, bagi kalian yang akan menikah!

Apakah mewahnya maharmu menjamin kelanggengan rumah tanggamu? Apakah mewahnya resepsimu menjamin kebahagiaanmu?

Jika kalian bisa mandiri, nggak ada salahnya semua mewah. Namun jika kalian masih bergantung pada uang orang tua maka itu bodoh namanya.
Top