Masalah yang Sering Terjadi Pada Mesin Motor Beserta Penanganannya

Komentar

mesin motor via youtube.com


Berbagai keluhan yang terjadi pada mesin motor, utamanya yang sudah berumur, sering mati, suara mesin berisik, mesin cepat panas dan lain-lain...

Nah, jika suatu saat Anda mengalami tak perlu kaget, karena Anda sudah tahu penyebab dan solusinya berikut ini...


Mesin motor mati saat gas dilepas merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada sepeda motor yang masih berteknologi karburator. Kemungkinan lain sebagai penyebab mesin motor mati saat gas dilepas adalah penyetelan sekrup pencampur (sekrup idle).

Sebenarnya penyetelan sekrup idle ini mudah. Anda harus turunkan RPM mesin sampai serendah- rendahnya, asal mesin tidak sampai mati. Sekrup idle dikencangkan sampai hampir mati lalu putarlah sekrup ke arah yang berlawanan sampai mesin hampir mati pula. Titit campuran yang paling tepat adalah pada tengah dari kedua titik tersebut.

Setelah itu, kendorkan atau kencang sekrup penyetel RPM sampai RPM yang ideal, yaitu antara 600 sampai 800 rpm. Seandainya mobil Anda menggunakan AC, pada saat idle up hidup, RPM mesin pada 1000 putaran permenit. Cara ini untuk menjaga agar tenaga mesin stabil walaupun mendapatkan beban tambahan.

Baca Juga : Apa Ketok Magic Memang Menggunakan Ilmu Magic? Kenapa Tidak Boleh Dilihat?

Apa saja komponen mesin motor?

ilustrasi komponen mesin motor via youtube.com

Mesin merupakan salah satu bagian terpenting dalam sepeda motor. Sebab mesin berfungsi sebagai penggerak utama yang akan sangat mempengaruhi terhadap performa sepeda motor. Apa saja komponen mesin motor? Untuk lebih jelasnya berikut nama komponen mesin sepeda motor dan fungsinya yang penting untuk Anda ketahui.

1. Kepala Silinder (Cylinder Head)
Nama komponen mesin sepeda motor dan fungsinya yang pertama adalah Kepala Silinder. Kepala silinder atau cylinder head memiliki fungsi utama sebagai penutup lubang silinder pada blok silinder dan juga sebagai tempat dudukan busi mesin.

Kepala silinder bertumpu di atas blok silinder yang titik tumpunya sendiri dipasang atau direkatkan oleh gasket yang berguna untuk mencegah terjadinya kebocoran kompresi mesin.

Kepala silinder terbuat dari bahan alumunium campuran yang bertujuan agar tahan terhadap karat dan juga tahan terhadap serangan suhu tinggi yang panas serta melindungi dari konstruksi ringan. Pada bagian kepala silinder biasanya terdapat sirip-sirip yang berfungsi untuk membantu melepaskan panas pada mesin atau yang lebih Anda kenal dengan sebutan pendingin udara.

2. Blok Silinder (Cylinder Block)
Cylinder Block atau blok silinder mempunyai fungsi utama sebagai tempat bergeraknya piston mesin. Blok Silinder piston ini terdiri dari dua komponen yang digabung menjadi satu yaitu silinder liner dan blok silinder yang keduanya saling melekat satu sama lainnya.

Silinder liner dan blok silinder ini dibuat secara terpisah, hal ini sebagai antisipasi ketika silinder liner keausan secara berlebihan yang diakibatkan terjadinya gesekan dengan piston mesin, maka silinder liner ini dapat diganti.

Sedangkan untuk blok silinder mesin sendiri dibuat dengan beberapa syarat-syarat tertentu yaitu tahan terhadap panas atau keadaan suhu yansg tinggi, tahan terhadap gesekan serta bisa menghantarkan panas dengan baik. Pada bagian silinder liner yang mendapat gesekan langsung dengan piston mesin dilengkapi dengan pelumas yan bertujuan untuk mencegah terjadinya keausan pada silinder liner.

3. Bak Engkol Mesin (Crankcase)
Bak engkol mesin atau crankcase adalah komponen yang memiliki fungsi khusus, yaitu kopling mesin, generator atau alternator, pompa oli, gigi transmisi, penampung oli dan juga poros engkol. Bak engkol mesin sendiri terbuat dari bahan alumunium die canting dengan sedikit campuran logam dan letak dari bak engkol ini berada pada bagian bawah silinder mesin.

4. Torak (Piston)
Torak merupakan salah-satu nama komponen mesin pada sepeda motor yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar ke poros engkol atau crank shaft melalui batang torak (connecting road).

5. Cincin Torak (Ring Piston)
Fungsi dari ring piston ini adalah sebagai komponen mesin yang berguna mencegah terjadinya kebocoran gas bahan bakar saat terjadi proses kompresi dan usaha. Selain itu nama komponen mesin sepeda motor dan fungsinya ini adalah untuk mencegah mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar mesin serta memindahkan aliran pana dari bagian piston ke dinding silinder.

6. Poros Engkol (Crank Shaft)
Nama komponen mesin sepeda motor dan fungsinya yang satu ini adalah untuk mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar yang kemudian dapat menggerakkan roda-roda pada sepeda motor.

7. Laher / Bearing Kruk As
Laher  atau bearing kruk as ini juga mempunyai fungsi yang tidak kalah pentingnya bagi permesinan sepeda motor yaitu untuk mencegah keausan pada silinder liner serta mengurangi gesekan pada poros engkol.

8. Roda Gila (FlyWheel)
Fungsi dari roda gila ini adalah sebagai penyimpan tenaga putar atau inertia yang dihasilkan pada langkah usaha mesin yang bermanfaat agar proses engkol tetap dapat berputar secara terus-menerus pada langkah lainnya.

9. Katup (Valve), Pegas Katup (Valve Spring) dan Pelatuk Klep (Rocker Arm)
Fungsi dari Katup atau valve ini adalah untuk menutup serta membuka saluran masuk dan saluran  buang. Sedangkan untuk pegas katupnya berfungsi untuk mengembalikan katup pada kedudukan atau posisi semula serta memberikan tekanan pada katup tersebut agar dapat menutup dengan rapat. Pada komponen tuas katup berfungsi untuk menekan katup-katup tersebut supaya dapat terbuka.

10. Batang Pendorong (Push Rod) dan Pengangkat Katup (Valve Lifter)
Batang Pendorong berfungsi untuk meneruskan gerakkan pengangkat katup ke rocker arm dan pengangkat katup berfungsi memindahkan gerakkan poros nok ke rocker arm melalui push rod.

11. Poros Bubungan, Karter dan Pena Torak
Buka tutup katup akan dilakukan oleh poros bubungan dengan oli pelumas yang ditampung pada bagian karter serta torak-torak akan terhubung dengan connecting rod melalui lubang bushing pada pena torak.

12. Bantalan Luncur Aksial, Timming Chain, dan Dudukan Katup
Bantalan luncur aksial berfungsi sebagai penahan poros angkot agar tidak bergerak atau bergeser, poros engkol yang dihubungkan ke poros nok oleh timming chain serta dudukan katup yang berfungsi sebagai tempat dudukan katup ketika menutup.

Mesin Motor Berisik

ilustrasi mesin motor berisik via youtube.com

Mesin motor berisik merupakan salah satu kondisi masalah teknis yang apabila dibiarkan dapat lebih parah kerusakan sepeda motor. Kondisi suara berisik ini sering menganggu dan membuat tidak nyaman. Berikut ulasan mengenai cara menghilangkan mesin motor berisik.

1. Lakukan pengantian dan penambahan jumlah oli
Langkah pertama sebagai salah satu cara menghilangkan suara mesin motor berisik adalah dengan menganti atau menambahkan jumlah oli pada mesih sepeda motor. Oli berfungsi sebagai pelumas yang melapisi setiap komponen mesin agar tidak bergesekan secara kasar.

Berapa lama ganti oli mesin motor? Oli mesin pada motor harus diganti secara rutin. Penggantian secara rutin akan membuat komponen-komponen tersebut akan tetap awet dan tidak mudah rusak. Agar mesin motor Anda mampu bertahan lama sebaiknya penggantian oli berdasarkan jarak tempuh.

2. Perbaiki kondisi timming chain yang kendor
Timming chain merupakan komponen mesin berupa rantai yang terletak di bagian samping kiri pada mesin sepeda motor. Rantai ini berfungsi sebagai penghubung antara poros engkol dan poros nok.  Timming yang ada pada mesin ini dapat mengalami kekendoran sehingga menimbulkan masalah bunyi mesin motor berisik yang dengan mudah ditandai apabila bunyi tersebut berasa dari sebelah kiri mesin. Cara mengatasinya dengan menganti komponen timming chain tersebut.

3. Perbaiki atau ganti tensioner manual
Tensioner merupakan komponen pada mesin motor yang berfungsi untuk menjaga ketegangan rantai agar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin. Kerusakan pada komponen ini dapat menyebabkan munculnya bunyi mesin motor berisik dan yang terparah dapat mengakibarkan pergeseran posisi gear noken yang dapat menyebabkan piston dan payung klep bertabrakan. Bila sudah diangap tidak layak pakai maka solusi terbaik adalah dengan menganti tensioner motor yang bermasalah tersebut.

4. Perbaiki Ring dan stang seher yang bermasalah
Ring dan stang seher merupakan komponen mesin yang berfungsi sebagai penahan kompresi yang terjadi pada mesin. Adanya masalah pada komponen tersebut menyababkan kompresi motor tidak teratur sehingga muncul bunyi klotok klotok dari mesin sepeda motor. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menganti bagian ring dan stang seher yang bermasalah tersebut.

5. Cek kondisi kerusakan pada komponen mesin dan perbaiki segera
Selain komponen yang disebutkan diatas ada beberapa permasalahan lainnya yang juga dapat menimbulkan bunyi pada mesin sepeda motor. Kondisi bermasalah tersebut diantaranya adalah poros nok yang aus yang disebabkan oleh kurangnya jumlah oli. Kebocoran kompresi pada mesin juga dapat menyebabkan munculnya bunyi berisik pada mesin sepeda motor.

6. Kencangkan baut yang kendor
Getaran yang terjadi pada sepeda motor dapat menyebabkan beberapa baut yang ada pada sepeda motor maupun pada mesin khususnya mengalami kekendoran. Untuk menangani hal ini cukup sederhani yakni dengan mengencangkan lagi baut yang kendor dan mengantinya bisa ada baut yang sudah dol.

Di Gas Mesin Motor Mati


ilustrasi ngegas motor via idntimes.com

Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti di gas mesin motor mati? Hal seperti ini kerap kali terjadi setelah motor dicuci, kehujanan, menerjang banjir dan sebagainya. Untuk mengatasinya, coba periksa beberapa penyebab motor mati atau membrebet jika di gas seperti berikut.

1. Busi yang rusak
Busi yang rusak atau sudah mulai melemah karena masa pakai yang lama juga dapat menjadi penyebab di gas mesin motor mati. Jangankan kedua hal tersebut, mesin juga dapat mengalami mati total atau tidak bisa menyala sama sekali jika kerusakan pada busi sangat parah.

2. Karburator kotor
Kotoran dalam karburator yang masuk dari tangki bahan bakar menyumbat serta menghambat aliran bahan bakar. Dan pada saat digas, suplai bahan bakar dari karburator ke ruang bakar kurang dan terjadilah membrebet bahkan mati.

3. Koil atau Ignition Coil bermasalah
Koil yang bermasalah membuat kecilnya percikan api pada busi, sehingga pembakaran tidak sempurna, membuat kerak sisa pembakaran menumpuk, boros bahan bakar. Efeknya, sudah pasti membrebet atau bahkan mati pada saat digas.

4. CDI bermasalah
CDI atau Capacitor Discharge Ignition yang mengalami masalah juga dapat menjadi penyebab membrebetnya atau bahkan matinya mesin saat digas. CDI bertugas mengatur waktu meletiknya bunga api pada busi untuk membakar bahan bakar. Kalau bermasalah, sudah pasti membuat kacau waktu meletiknya bunga api pada busi yang berakibat waktu pembakaran tidak tepat.

5. Pulser atau Spul bermasalah
Coba periksa apakah ada kerusakan pada lilitan kawat spul dan kerusakan lainnya. Jika spul ini ada yang gosong, Anda bisa mengganti kabel tersebut dan melilitnya kembali. Namun, jika alat di rumah kurang langsung saja bawa motor ke bengkel terdekat.

Apa penyebab mesin motor cepat panas?

ilustrasi mesin motor cepat panas via motorbalap.id

Panas mesin ada batasnya, jadi jika panas hasil pembakaran ditransfer ke komponen mesin secara berlebihan itu akan menyebabkan peningkatan suhu pada komponen mesin secara berlebih. Apa penyebab mesin motor cepat panas?

1. Proses pembakaran yang kurang maksimal
Proses pembakaran yang tidak maksimal bisa mengakibatkan bahan bakar yang sudah diproses oleh karburator terbakar sebelum waktunya. Biasanya busi yang renggang atau terlalu rapat.

Penyetelan skep dan angin angin karburator yang tidak tepat juga bisa menyebabkan mesin cepat panas. Terlalu boros dan irit mengakibatkan kinerja mesin tidak sesuai dengan pasokan bensin yang diterima oleh karbu. Proses pembakaran yang tidak tepat biasanya ditandai dengan suara ledakan pada knalpot.

2. Salah memilih Oli mesin
Oli yang tidak tepat juga akan lebih cepat mendeposit kerak pada ruang bakar, dan ini adalah penyebab utama dari kerusakan piston. Selain membuat mesin cepat panas, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap tenaga mesin.

3. Busi yang tidak standart atau bisa juga businya aus
Busi yang sudah aus biasanya percikan api yang dihasilkan tidak lagi besar, atau sudah tidak stabil. Jika kondisi busi ada masalah sebenarnya gampang dikenali, misalnya suara mesin yang menggelitik, performa yang drop, mesin tersendat sendat. Pada akhirnya akan mebuat mesin menjadi panas.

4. Penyetelan Klep yang tidak sesuai
Setelan katup mesin yang tidak tepat akan membuat asupan bahan bakar menjadi tidak sempurna. Akibatnya mesin akan menjadi cepat panas, yang ditandai dengan suara suara menggelitik.

5. Seher dan ring seher yang sudah minta ganti/aus
Seher yang telah aus juga bisa membuat mesin cepat panas. Komponen yang bernama piston ini adalah "prosesornya" mesin otomotif. Kerusakan yang diakibatkan oleh ring ring piston, serta menumpuknya kerak pada blok silinder juga bisa mengakibatkan mesin cepat panas. Ausnya ring piston biasanya ditandai oleh kenalpot mengelurkan asap putih.

Baca Juga : Ngakunya Takut Dosa Zina! Tapi Kok Masih Kredit Motor, Hp, Panci?

Demikian artikel mengenai komponen sampai penyebab mesin motor cepat panas. Semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.
Top