Menolak Vaksin Rubella Karena Babi Sama Dengan Lebih Memilih Mati Daripada Ikhtiar

Komentar

Sumber gambar ytimg.com

Masyarakat sedang dihadapkan diantara dua pilihan anatar mati ataukah harus melakukan vaksin yang mengandung babi.

Semua orang sudah pasti tahu untuk masalah kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Hal inilah yang menjadi jalan terbaik untuk mencegah penyakit yang belum ditemukan obatnya.

Pro dan kontra masih bergulir hangat mengenai vaksin rubella.

Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa untuk penggunaan vaksin rubella diperbolehkan mesti didalam vaksin mengandung babi.

Baca Juga


Yang menjadi persoalan masih banyak masyarakat yang tidak ingin di vaksin lantaran bahan yang terkandung didalamnya.

Seperti dikutip dari mojok.co, di provinsi Aceh untuk penyakit rubella sudah menyebar cukup pasif hingga muncul istilah "Tsunami Rubella" dikalangan dokter.

Hal ini dikarenakan PLT Gubernur Aceh Nova Iriansyah masih melakukan penundaan penggunaan vaksin penyakit rubella di daerah Aceh.

Penundaan ini dilakukan terkait adanya unsur babi yang ada pada vaksin tersebut.

Baca Juga


Ustadz Abdul Somad Menanggapi Masalah Vaksin Rubella


Sumber gambar makassar.tribunnews.com

"Kita kalau dipilih antara dua, mati atau makan babi, pilih mana? Makan babi. Tak boleh pilih mati," kata ustaz Somad dikutip dari Liputan6.com dalam sebuah ceramah dan tersiar di media sosial

Dia lantas memberikan contoh, ketika ada orang masuk ke hutan dan dia dihadapkan pada kondisi tidak ada makanan sama sekali untuk dimakan dan hanya ada babi.

"Masuk ke hutan, mati atau makan babi? Aku mati saja, tak boleh. Musti makan babi," kata Somad.
Top