Abu Jahal, Paman Nabi yang Sangat Kejam dan Berambisi Membunuh Rasulullah

Komentar

Pemeran abu jahal dalam sebuah film via media-islamia.blogspot.com

Sering menyiksa kaum muslimin sampai berambisi membunuh Nabi Muhammad. Paman Nabi yang kejam ini melakukan berbagai cara licik menghalangi dakwah Nabi Muhammad.

Dalam sejarah Nabi Muhammad SAW pastinya kalian mendengar sosok Abu Jahal. Lalu, apa arti Abu Jahal? Kenapa Abu Jahal memusuhi Nabi? Yuk simak kisah singkatnya disini.

Apa arti Abu Jahal? Abu Jahal nama aslinya Amr bin Hisyam bin Mughirah dari suku Makhzum. Dia termasuk pemuka suku Quraisy dari kabilah Kinanah. Sebelumnya dia digelari masyarakatnya dengan Abul Hakam (bapak kebijaksanaan) karena dianggap cerdas. 

Namun berubah menjadi Abu Jahal yang artinya orang yang bodoh. Abu artinya orang/bapak, dan jahal artinya bodoh. Nama itu adalah nama julukan atas seorang paman Nabi Muhammad yang berperilaku jahat.

Siapa yang dibunuh Abu Jahal? Abu Jahal membunuh Sumaiyah bintu Khayyath dengan tombak yang dimasukkan ke kemaluannya sampai mati.

Apakah Abu Jahal masuk Islam? Kenapa Abu Jahal memusuhi Nabi? Alasan Abu Jahal menolak beriman bukan karena Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu berdusta. Namun, Abu Jahal merasa gengsi untuk mengikuti ajakan keponakannya karena merasa lebih terhormat daripada Muhammad. 

Dia merasa malu jika dikatakan oleh orang-orang Mekah bahwa dirinya terpengaruh bujukan Muhammad yang yatim piatu itu. 

Maka dari itu, Abu Jahal bersikap keras dan kejam terhadap setiap orang yang mengikuti Islam. 

Dia menganggap orang yang masuk Islam telah murtad dari agama nenek moyangnya yang telah diikuti bertahun-tahun. 


ilustrasi kekejaman abu jahal via salafynews.com

Abu Jahal dan Abu Lahab sering menyiksa kaum pengikut Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan bahwa Abu Jahal pernah membantai satu keluarga yang telah mengikuti agama Islam. Keluarga itu terdiri atas Ammar, Yasir (ayah Ammar), Samiyyah (ibu Ammar) dan Abdullah (kakak Ammar). 

Mereka disiksa dan dipanggang di api yang menyala oleh Abu Jahal. Karena sangat dahsyatnya siksaan itu, maka Nabi Muhammad terharu dan sedih ketika menyaksikan langsung peristiwa itu. Nabi Muhammad memberi dorongan kepada keluarganya Ammar bin Yasir agar selalu tabah, kuat, dan sabar dalam menjaga keimanannya, beliau bersabda:

صَبْرًا يَا اٰلِ يَاسِرْ صَبْرًا يَا اٰلِ يَاسِرْ فَاِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّة!

Artinya:
"Sabarlah wahai keluarga Yasir! Sabarlah wahai keluarga Yasir! Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan Allah untuk kalian adalah surga"

Oleh karena Abu Jahal terus menerus memanggang dengan api yang membara, mereka akhirnya Yasir pun mati. Sedangkan Samiyyah diangkat dan dilepaskan dari siksaan yang berat itu sehingga tidak mati. Sedangkan Ammar masih dibakar diatas api yang menyala. Nabi Muhammad merasa kasihan lalu berkata kepada api:

يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَسَلاَ مًا عَلىَ عَمَّارٍ كَمَا كُنْتِ عَلىَ اِبْرَاهِيْمَ

Artinya:
Hai api, jadilah dingin dan selamatkanlah Ammar sebagaimana kau dahulu (selamatkan) Nabi Ibrahim.

Berkat do'a Rasulullah, Ammar tidak merasakan panas. Abu Jahal melihat Ammar tetap hidup dan tidak merasakan api, maka Abu Jahal segera menyiksanya dengan siksaan dari yang lebih berat. Begitu juga dengan Samiyyah setelah dilepaskan, Abu Jahal menanyainya "Apakah kau masih tetap mengikuti agama Muhammad?" Samiyyah menjawab, "Ya, aku tetap mengikuti agama Nabi Muhammad". Mendengar jawaban itu Abu Jahal segera menyeret Samiyyah ke Pasang pasir sampai mati.

Karena tindakannya itulah, selain diberi julukan Abu Jahal, dikalangan orang-orang Islam dia diberi julukan tuan jahat.

Abu jahal termauk kelompok orang yang paling kejam dalam  mengolok-olok dan mengganggu Nabi Muhammad SAW, di kalangan kaum musrik Quraisy. Sampai-sampai Abu Jahal ingin membunuh Rasulullah SAW. 


ilustrasi kejahatan abu jahal via islamlib.com

Cara Abu Jahal menghalangi dakwah Nabi dengan memerintahkan pengikut-pengikutnya untuk membuat sebuah lubang yang dalam. Di dalam lubang tersebut diisi benda-benda tajam seperti kayu yang runcing, kaca, besi baja dan sebagainya. Kemudian lubang itu ditutup untuk menjebak Nabi Muhammad SAW. 

Abu Jahal berpura-pura sakit dan memerintahkan pengikutnya supaya memberi tahukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjenguknya. Nabi Muhammad SAW menjelang sampai di rumah Abu Jahal, Nabi SAW mendapat ilham dari Allah tentang kebohongan Abu Jahal kemudian berhenti dan berpaling untuk kembali ke rumah. Abu Jahal terjatuh ke dalam lubang tersebut dan merasa kesakitan karena menginjak benda-benda tajam yang ada didalamnya.

Pada tahun kedua hijriyah terjadilah perang yang besar yaitu perang Badar antara kaum muslimin dengan orang kafir. Perang ini disebabkan kaum muslimin yang melakukan perjalanan dari Makkah dirampas harta bendanya. Orang kafir menyiksa kaum muslimin dan orang Madinah ingin menolongnya. Panglima perang orang kafir quraisy adalah Abu Jahal, Utbah bin Rbi'ah dan Al Wahid.

Dalam pertempuran itu, Abu Jahal mati terbunuh dalam perang itu, dan begitu pula panglima yang lain. Dengan terbunuhnya Abu Jahal, maka berkuranglah jumlah musuh Islam yang selalu menghalang-halangi dakwah Islam. Umat Islam sangat gembira atas terbunuhnya Abu Jahal yang kejam itu.

Baca Juga : Sosok Imam Mahdi Menurut Al Qur'an, Sang Pemimpin Umat di Hari Kiamat

Demikian kisah singkat Abu Jahal yang memiliki banyak hikmah yang dapat kita petik. Semoga kisah singkat di atas dapat meningkatkan ibadah dan wawasan kita. Mohon maaf jika ada kekurangan ataupun kesalahan.
Top