Ya Allah.., Kejam, Diejek Gajinya Kecil, Pria ini Langsung Habisi Rekan Kerjanya

Komentar
Salah satu alasan, agar tidak memberitahukan masalah gaji

Layaknya karyawan, bersaing pun memang harus dilakukan agar menumbuhkan etos kerja yang tinggi. Terkadang karyawan dengan gaji yang besar lebih menyombongkjan diri, dan akhirnya membuat persaingan kerja yang tidak sehat antara karyawan. Tak jarang banyak kasus yang terjadi seperti pembunuhan.


Image from tribunstyle.com

Pembunuhan jaman sekarang semakin marak terjadi di Indonesia, bermacam permasalahan yang mendasari pelaku sampai tega dengan keji membunuh korban.

Mulai dari masalah kelompok bahan masalah pribadi seperti gaji, seperti kasus berikut ini.

Tribunstyle.com lansir dari berbagai sumber pada, Senin (13/8/2018).

Pada kasus pembunuhan di Desa Rasau, Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (11/8/2018) terjadi karena korban mendapat gaji lebih besar dari si pembunuh tak lain adlah temannya.

Dikabarkan,Polisi terlah berhasil menangkap seorang pria bernama Pidelis Kalis karena telah membunuh dua temannya.

Diketahui setelah korban mendapatkan gaji lebih besar, pelaku mendapatkan ejekan karena mendapat gaji yang lebih kecil.

Baca juga : Fakta Viral, Sri Mulyani Siap Jual Bali Demi Bayar Utang Indonesia

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono pun mengatakan bahwa kasus pembunuhan ini diawali saat adanya penemuan mayat di salah satu semak-semak di Desa Rasau, Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (11/8).


Polisi yang mendapat laporan itu, langsung menyelidiki lokasi dan mencari pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi pun berhasil menangkap Pidelis di Jalan Tebu Ruko, Kalbar, pada Minggu (12/8).

Setelah dilakukan interogasi, diketahui pelaku membunuh korban yang merupakan rekannya karena masalah gaji.

Didi menjelaskan pelaku membunuh dua rekannya sekaligus, yakni Kontansius Pranoto dan Petrus Jun Heri.

Pelaku membunuh kedua korban dengan menggunakan palu dan parang.

Setelah membunuh korban, pelaku diketahui mengambil kartu identitias korban, ponsel, dan uang Rp 40 ribu.

Baca juga : Menjadi Negara Ke-3 Paling Bahagia Sedunia, Tak Disangka Orang Denmark Suka ke Kuburan

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa parang, tokol, alat angkut dorong, kasur berlumurah darah, pakaian pelaku, 3 ponsel milik korban, ponsel pelaku, dompet, kartu identitas korban, dan kain penutup korban.

Dan atas perbuatan ini, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran, meskipun kadang gaji kita diatas teman kita di dalam bekerja jangan sekali-sekali mengolok.

Karena rejeki pada dasarnya sudah menjadi bagiannya sendiri-sendiri.
Top