Ya Allah Aku Lelah Jadi Ibu

Komentar

Ibu rumah tangga, Gambar diolah dari republika.com

"Ini kerjaan kok ga beres-beres, tiap hari kok kaya gini terus..."

"Butuh libur, butuh piknik, butuh me-time, butuh rehat sejenaaak saja, kalau boleh lari pengen lari aja deh rasanya..."

"Seandainya ada tombol PAUSE untuk semua ini"

Ada yang pernah merasa seperti itu?

Pekerjaan rutinitas seorang Ibu nampak seakan sia-sia dan berulang. Begitu terus setiap hari, tidak ada habisnya.

Baca Juga: Pesan Seorang Ibu"Untuk calon suami anakku dan calon menantuku"

Namun Bunda, masih ingat kisah Siti Hajar?

Ibunda Nabi Ismail 'alayhi salam ini berlari bolak balik dari Shofa ke Marwah sampai 7 kali.

Berharap di padang gurun yang gersang itu barangkali ada air untuk bayinya yang sedang haus.

Ketemukah airnya? Tidak.

Tetapi lari-larinya Siti Hajar yang "sia-sia" itu ternyata menjadi asbab ridhoNya Allah sehingga memancarlah air zamzam yang sampai sekarang tak pernah surut justru dari jejakan kaki bayi Ismail.

Baca Juga: Suka Membentak Ibunya, Wanita ini Dihadiahkan Azab Mengerikan

Sia-siakah yang dilakukan sang Ibu? Tidak sama sekali ternyata.

Pekerjaan seorang "IBU": menyusui, memandikan, ganti popok, menyuapi, dan seterusnya...

Memasak, menyapu, mengepel, mencuci, dan seterusnya buat yang ga ada ART...

Apalagi yg masih harus lembur pekerjaan kantor buat yang bekerja.

Semua tetek bengek itu seakan terlihat tidak gemerlap, tidak keren, tidak ngeksis. Seakan sia-sia, ga ada hasil.

Tapi yang berlelah-lelah itu, bisa jadi asal sebab ridho Allah. Bisa jadi yg mengantarkan kita ke Jannah.

Tidak terlihat mulia dihadapan penduduk bumi tetapi bisa jadi membahana seantero 'penduduk langit'.

Baca Juga: Keistimewaan Seorang Ibu Dalam Hadits Tentang Ibu

Bukankah itu yang lebih penting? Bukankah doa ibunda mustajab tanpa penghalang ke Allah?

Maka setiap pekerjaan keIBUan itu bisa jadi dzikrullah & doa.

Semoga setiap tetes susu yang mengalir ke bayi ini mengalir pula kesholihan.

Semoga yang memakai baju-baju yang telah  kucuci ini selalu menjaga kehormatannya.

Semoga yang memakan hidangan ini diberiNya kesehatan.

Semoga setiap suapan nasi ini menjadikannya anak yang kuat.

Maka... Mari buat malaikat Raqib sibuk luar biasa mencatat kebaikan-kebaikan yang kita upayakan. Dan jangan sampai malaikat Atid bahkan membuka bukunya.

Allah sebaik2nya pemberi balasan.

Wallahu'alam.

BACA JUGA: Ingin Membagi Pengalaman, Wanita Ini Beberkan Bahayanya Makan Bakso dan Mie instan

Tulisan ini kami kutip dan kami olah dari Bunda @Kiki Barkiah, semoga menjadi pengingat, penyemangat bagi bunda lain agar tak pernah menyerah.

Karena segala sesuatu yang kita lakukan dalam rumah tangga adalah amal kebaikan yang tak ada batasannya.

Percayalah, Allah akan memberi balasan yang terbaik untuk kita, seyiap tetes keringat para ibu rumah tangga.
Top