Wahai Suami, Jika Kamu Menginginkan Bidadari Surga Maka Ciptakanlah Surga Dalam Rumahmu

Komentar

Gambar rumah tangga bahagia dilansir dari daylimoslem.com

Jangan berharap mendapatkan surga, jika istrimu saja tidak kau muliakan...

Dan jangan pernah berharap dapat bidadari, jika istrimu saja sering kau sakiti.

Di surga, bidadari tidak akan pernah menangis karena dikecewakan dan disakiti hatinya. Disurga, bidadari tidak pernah diabaikan dan di khianati.

Wahai suami hargailah istrimu

Istri bukanlah makhluk yang berharap dipuja laksana dewi, mereka cuma makhluk yang punya hati yang hanya ingin disayangi dan dihargai.

Dibalik kelembutan seorang istri, dia ditakdirkan memiliki kekuatan yang begitu dahsyat.

Dia berjuang mengandung anak anakmu, mempertarungkan hidupnya untuk melahirkan anak anakmu, dan melupakan mimpi mimpi kehidupannya demi membesarkan dan mendidik anak anakmu.

Dia mampu menghapus luka yang ditoreh, kekecewaan yang bertubi dan mengobati lelah perjuangannya 24 jam mendampingi hidupmu.

Ketika seisi rumah sakit, dia mampu mengurusnya seorang diri. Tapi ketika ia terbaring sakit, kadang seisi rumahpun tak mampu mengurusnya. Bahkan tidak jarang, dalam sakit nya ia mengurus seisi rumah yang terjaga sehat dan bahagia.

Tutur katanya memang kadang tak mengenakan untuk di dengar, tapi bukankah semua yang disampaikannya adalah sebuah kejujuran.

Jika kalimat dan emosinya tak lagi terkontrol itu semata mata karena penat hati dan pikirannya, bukan karena busuk hatinya. Karena hati yang busuk tidak pernah terjamah cinta. Jadi berhentilah berburuk sangka dan menilai salah kepadanya.

Jika ingin bidadari surga maka bahagiakan istrimu, karena bidadari tak hidup di neraka.

Jika ia tersenyum, pastikan dia bahagia.

Karena kadang dibalik senyuman seorang istri, dia hanya sedang menutupi luka, kadang dibalik tawa seorang istri bukan karena dia ingin tertawa, tapi kadang karena dia tidak tahu harus berekspresi apa atas keputus asaannya.

BACA JUGA: Wahai Bunda, Tunda Tidurmu Sebelum Mendoakan Anakmu

Jika ia menangis di depanmu, bisa jadi karena ia tidak lagi sanggup menyembunyikan air matanya.

Jika ia menangis dibelakangmu, semata mata ia berusaha berkompromi dengan dirinya sendiri untuk bisa menerima kondisimu apa adanya.

Jika ia terlihat tegar di depanmu, bisa jadi itu adalah sebuah kekuatan dalam menghargai kehadiranmu, tapi mungkin juga karena hatinya telah membatu.

Karena bagi wanita, cinta suaminya bukanlah segala galanya, tapi perjuangan bagi kebahagiaan anaknya akan dia tebus walau dengan nyawa.

Namun berhati hatilah wahai suami, jika memutuskan untuk pergi maka kamu akan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupmu. Dan jika kamu meminta kembali dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu lagi selamanya.

Maka ingatlah wahai suami, jadikanlah istrimu laksana bidadari surga, maka Insya Allah Anda akan diperlakukan laksana seorang raja. Ciptakanlah suasana harmonis dalam rumah tanggamu dan jadikanlah rumahmu sebagai surga bagimu, bagi istri dan anak-anakmu.
Top