Mari Mengenal Umar bin Khattab, Sahabat Nabi yang Dijuluki Al-Faruq

Komentar

umar bin khattab via eramuslim.com

Siapa yang tak kenal Umar bin Khattab? Khalifah kedua menggantikan Abu Bakar Ash-Shidiq yang dijuluki Al-Faruq oleh Rasulullah SAW karena bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Di tangannyalah peradaban Islam mulai eksis dan menyebar ke berbagai wilayah

Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan.

Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Khattab (581- November 644) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga khalifah kedua Islam (634-644). Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah SAW. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan.

Umar bin Khattab berasal dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari Bani Makhzum. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Pada zaman jahiliyah keluarga 'Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka.

Lima Fakta Umar bin Khatab yang Bikin Takjub

Dibalik keperkasaannya menyebarkan agama Islam, ternyata ada fakta lain yang cukup mengejutkan. Khalifah berjuluk Amirul Mukminin ini dahulunya adalah penentang Islam dan menjadi musuh paling perkasa bagi Rasulullah SAW.


ilustrasi umar bin khattab via aihanifah.com

Namun hidayah menuntunnya kepada Islam. Ia berbalik menjadi hamba yang begitu mencintai agama Allah. Lima fakta berikut akan membuat  kita semakin takjub terhadap salah satu pemimpin Islam yang begitu fenomenal tersebut. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Penduduk Surga yang berjalan di Muka Bumi

Umar merupakan salah satu sahabat yang begitu dekat dengan Rasulullah SAW. Kesehariannya dihabiskan bersama Rasulullah SAW untuk berdakwah dan berjuang demi Islam. Dalam satu riwayat Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Umar bin Khattab merupakan penduduk surga yang berjalan di muka bumi.

Bagitulah Rasul memuliakan kedudukan Umar. Dalam sebuah riwayat dari Said bin al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kamu sedang berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Sewaktu tidur, aku bermimpi seolah-olah aku berada di Surga. Kemudian aku melihat seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana, maka aku bertanya, ‘Milik siapa istana ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik umar’. Maka aku teringat akan kecemburuan Umar sehingga aku menjauhi istana itu”. Umar menangis dan berkata, “Demi Allah mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah”. (HR. Bukhari).

Begitulah kemuliaan Umar, semasa hidup di dunia saja, Allah SWT sudah membangunkan surga untuknya.

2. Manusia yang Ditakuti Setan

Setan merupakan makhluk Allah SWT yang senantiasa menjerumuskan manusia kepada lembah nista. Namun jangan coba-coba melakukan hal tersebut kepada Umar bin Khattab. Karena ternyata Ia menjadi manusia yang begitu ditakuti setan. Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a bahwa Rasulullah pernah bersabda, ”Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar”

Ada juga riwayat lain yang dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Allah mengatakan jika setan berpas-pasan dengan Umar, maka mereka lebih baik memilih jalan lain. Rasulullah bersabda

“Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi dalam al-Manaqib, hadits no. 3791)

3. Umar bin Khattab Membuat Islam Semakin Tangguh

Saat masih menjadi kaum kafir, Umar bin Khattab memang sudah terkenal di kalangan Umat Muslim sebagai musuh yang patut diperhitungkan. Itulah mengapa umat Islam putus asa untuk mengislamkan Umar. Mengingat Ia lah yang berada di garda terdepan untuk menyakiti umat muslim.

Namun ternyata, hidayah Allah dalam meluluhkan hati Umar begitu mudahnya. Hanya dengan   penggalan surat Thaha hati Umar luluh lantah dan ingin segera memeluk Islam. Ini juga berkat doa Rasulullah SAW kepada Allah atas Amirul Mukminin. Suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Ya Allah, muliakan Islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai yaitu Abu jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattabb.” Maka yang lebih Allah cintai dari keduanya adalah Umar bin Khattab.(Lihat Shahih Sunan Ibnu Hibban 12/305)

Dan benar saja, Islam semakin kuat setelah Umar masuk agama Allah ini. Ia terkenal cakap dalam mengatur strategi perang sehingga pada zamannya, kekuasaan islam meluas dengan cepat. Umar berhasi menguasai  wilayah Samarkand hingga libya bagian barat, kemudian seluruh wilayah Syam dan terus terbentang hingga wilayah selatan.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa beliau bermimpi tentang kepemimpinan Umar.

“Aku bermimpi sedang mengulurkan timba ke dalam sebuah sumur yang ditarik dengan penggerek. Datanglah Abu Bakar mengambil air dari sumur tersebut satu atau dua timba dan dia terlihat begitu lemah menarik timba tersebut, -semoga Allah Ta’ala mengampuninya-.

Setelah itu datanglah Umar bin al-Khattab mengambil air sebanyak-banyaknya. Aku tidak pernah melihat seorang pemimpin abqari (pemimpin yang begitu kuat) yang begitu gesit, sehingga setiap orang bisa minum sepuasnya dan juga memberikan minuman tersebut untuk onta-onta mereka.”

Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Kami menjadi lebih kuat setelah Umar bin Khattab memeluk Islam.”

4. Umar adalah Seorang yang Mendapat Ilham

Umar bin Khattab diberi oleh Allah Ilmu Pengetahuan yang begitu luas dan tidak puas dengan apa yang sudah diketahuinya.  Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan  mampu memperkirakan hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Kejeniusan Umar termasuk kategori kejeniusan langka, karena sifat-sifat yang ada pada dirinya banyak yang tidak kita temukan pada diri tokoh-tokoh lain.

Umar juga termasuk seorang yang mendapatkan ilham, perkataannya sering bersesuaian dengan wahyu. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani Israil ada yang diberikan ilham walaupun mereka bukan Nabi, jika salah seorang dari umatku mendapatkannya, maka Umar lah orangnya ”. (HR. Bukhari)

5. Pengaruh Pemikiran Umar Terhadap Perkembangan Hukum Islam 

Umar bin Khattab memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Tidak ada manusia yang mampu menandingi kejeniusan langka tersebut.  Terlebih pemahamannya terhadap isi Alquran dan hadist yang begitu dalam. Oleh karenanya menempatkan kedudukannya sebagai seorang faqih umat Islam nomor satu yang tak tertandingi.

Diriwayatkan dari Sa’id Ibnu al-Musayyab bahwa Abu Hurairah ra berkata, “ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW. tiba-tiba beliau berkata, “sewaktu tidur aku bermimpi meminum susu hingga aku melihat bekas-bekas susu tersebut melekat pada kuku-kukuku kemudian aku berika pada Umar. “mereka bertanya, “Apa takwilnya wahai Rasulullah?” maka Rasulullah mnjawab, “Ilmu”.

“Kalaulah saja ilmu Umar ditimbang dengan ilmunya penduduk bumi ini, pastilah akan terlihat ilmu Umar lebih berat.”

Kejeniusannua inilah yang membuatnya berperan besar dalam perkembangan hukum Islam. Ketika bersama Nabi Muhammad SAW beliau hanya menyampaikan Ide, maka pada masa pemerintahannya Umar leluasa membedakan mana hak dan yang bathil. Jika pada masanya orang berpikiran bahwa apa yang dilakukan Umar salah, maka hukum-hukum yang di jalankan Umar sangat relevan jika diterapkan dimasa depan.

Rumusan hukum dan metode istibath yang diperkenalkan oleh Umar dimungkinkan untuk dikembangkan secara dinamis, kreatif dan dimodifikasi. Sejumlah Sarjana yang berupaya menawarkan kemestian pemikiran ulang (re-thinking) atau tajdid dalam bidang pemikiran fiqh dan ushul fiqh dengan mencoba melihat metode Umar dengan melihat kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Islam modern.

5 Perbuatan Umar Bin Khattab yang Tidak Mungkin Dilakukan Para Pemimpin Indonesia

ilustrasi umar bin khattab via reportasependidikan.com

Umar Bin Khattab adalah contoh bagaimana seorang pemimpin seharusnya berlaku. Tak hanya punya pribadi yang benar-benar lurus, Umar Bin Khattab juga melakukan tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Apa yang dilakukannya semasa menjadi khalifah kedua sangat fenomenal. Dan jujur saja, hampir tidak ada lagi pemimpin seperti ini, lebih-lebih di Indonesia.

1. Pidato Pertamanya Sebagai Khalifah Benar-Benar Menggetarkan Jiwa

Umar Bin Khattab pada awalnya tidak pernah mau menjadi seorang khalifah. Hanya saja Abu Bakar memerintahkan beliau untuk menggantikannya. Sehingga karena alasan tersebut, sang pembela Rasul ini pun mau menjadi pemimpin. Pidato pertamanya benar-benar menggetarkan jiwa dan hampir-hampir tidak lagi ada yang seperti itu di era kekinian.

Kala itu sambil menangis sang khalifah ini berkata, “Aku ini keras, banyak orang yang takut padaku. Kalau aku nanti salah, lalu siapa yang berani mengingatkan?” Pernyataan ini menunjukkan jika Umar Bin Khattab benar-benar takut salah ketika memimpin nantinya. Seketika itu khalayak pun hening dan tidak ada yang menjawab pertanyaan sang khalifah. Hingga akhirnya berdirilah seseorang sambil mengacungkan pedangnya ke atas, lalu berkata, “Aku, akulah yang akan mengingatkanmu dengan pedang ini.” Mengetahui jawaban ini sang khalifah pun bersyukur. Zaman sekarang, mana ada sih pemimpin yang mau diingatkan seperti itu?

2. Umar Bin Khattab, Antar Sendiri Karung Gandum untuk Rakyatnya yang Lapar

Diceritakan pada suatu ketika khalifah Umar berjalan-jalan di kota Madinah pada malam hari untuk mencari tahu kondisi rakyatnya. Kemudian sampailah beliau ke sebuah rumah di mana terdengar suara gadis kecil yang menangis meraung-raung. Bertanyalah sang khalifah dan akhirnya diketahui penyebab si gadis kecil itu menangis adalah karena lapar.

Tanpa berkata satu patah kata pun, sang khalifah pun bergegas keluar dan pergi ke baitul mal sambil air matanya mengucur dengan deras. Beliau pun langsung memanggul sendiri sekarung gandum di pundaknya dan diantarkan kepada keluarga miskin tadi. Jarang sekali pemimpin yang begitu peduli terhadap rakyatnya seperti ini, bahkan sampai memanggul karung gandumnya sendiri dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

3. Pemimpin Besar yang Tidur di Pelepah Pohon Kurma

Sudah jadi hal yang lazim bagi pemimpin besar untuk mendapatkan fasilitas terbaik. Termasuk jet pribadi, makanan mewah, sampai kamar-kamar suite saat pergi ke luar negeri. Khalifah Umar sangat anti dengan hal-hal semacam ini. Prinsip beliau, hidup dalam kebersahajaan asal rakyatnya bisa menikmati kenyamanan. Bahkan seringkali sang pemimpin besar Islam ini tidur di pelepah kurma di pojokan Madinah.

Suatu ketika datanglah seorang utusan dari jauh untuk menemui khalifah. Si utusan ini pun bertanya kepada pria tua yang sedang berbaring-baring di sebuah pelepah kurma. Singkatnya, si utusan pun bertanya kepada pria tersebut di manakah istana khalifah Umar? Namun kemudian khalifah pun terdiam dan mengatakan, “Aku Umar ada perlu apa kau kemari?” Sang utusan ini pun takjub bukan main. Pasalnya ketika itu sang pemimpin besar ini sedang duduk di pelepah kurma. Inilah potret khalifah Umar, pemimpin Islam yang saat itu daerah kekuasaannya sangat luas namun tidur dengan nyamannya di pelepah kurma.

4. Sangat Adil dan Berani

Adil dan berani juga termasuk sifat Umar Bin Khattab yang paling identik. Hal tersebut juga makin tercermin saat beliau menjadi khalifah. Diceritakan pada suatu ketika datanglah seorang kakek tua dari Mesir yang ingin mempertanyakan keadilan kepada khalifah. Si kakek tua ini mengatakan jika rumahnya dihancurkan oleh menteri Mesir karena menghalangi masjid yang hendak dibangun. Umar Bin Khattab pun naik pitam dan akhirnya menyuruh sang kakek mengambilkan tulang. Kemudian digoresnya tulang itu berbentuk lurus dan kemudian khalifah menyuruh kakek ini untuk membawanya ke sang menteri.

Tanpa banyak berkata si kakek tua pun memberikan tulang tersebut kepada sang menteri dan mengatakan ini dari khalifah. Begitu memegang tulang tersebut, sang menteri pun langsung pucat. Seketika itu ia menyuruh bawahannya untuk segera merobohkan masjid tersebut dan mendirikan lagi rumah si kakek.

Belum sempat dilakukan, sang kakek ini pun bertanya. “Ada apakah gerangan sehingga tuan menjadi begitu ketakutan setelah melihat tulang ini?” Sang menteri pun kemudian menjelaskan jika ia diingatkan khalifah untuk berbuat adil. Jika tak mampu untuk itu, sang khalifah sendiri yang akan memenggal lehernya.

5. Berani Langsung Berhentikan Panglima Terbaik

Ada satu lagi alasan kenapa kepempimpinan Umar Bin Khattab begitu inspiratif. Ini tentang bagaimana sang khalifah pada akhirnya memberhentikan panglima terbaik Islam sepanjang masa. Ya, Khalid Bin Walid yang begitu jumawa dan hampir tidak pernah mengalami kekalahan, diberhentikan dari tugas oleh Umar Bin Khattab. Alasannya sendiri begitu luar biasa.

Saat itu sang khalifah mengatakan khawatir umat Islam takkan bisa apa-apa jika Khalid bin Walid tiada. Maksudnya, tanpa Khalid di kemiliteran, umat Islam akan berhenti untuk bergantung kepada sosok ahli siasat perang itu. Dan Islam akan bisa tetap jaya, meskipun sosok Khalid sudah tiada. Salutnya, ternyata keputusan ini sama sekali tidak memberatkan bagi Khalid. Seketika saat khalifah Umar menyuruhnya berhenti, saat itu pula sang jenderal kebanggaan mengundurkan dirinya.


ilustrasi umar bin khattab via bukalapak.com

Sangat jarang ditemui pemimpin sehebat Umar Bin Khattab di masa kekinian seperti sekarang. Tak hanya tegas dan bertanggung jawab, beliau juga sangat sederhana. Meskipun sudah melakukan hal-hal hebat, namun sang khalifah masihlah menganggap dirinya belum selalu melakukan hal yang benar. Umar Bin Khattab, sikapnya yang luar biasa patut dicontoh oleh semua orang, termasuk pula para pemimpin Indonesia.

Demikian kisah Umar Bin Khattab sahabat Rasulullah SAW yang menjadi khalifah kedua sepeninggal Rasulullah SAW. Mari kita menjadikannya sebagai tauladan. Mohon maaf jika ada kekurangan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.
Top