Ternyata, Orang Seperti Inilah yang Dirindukan dan Dijadikan Saudara Oleh Rasulullah

Komentar

Sifat dan Karakter Orang Beriman (Gambar: wahdahjakarta.com)

Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa'ala ali sayyidina muhammad.

Sebelum Rasulullah wafat, beliau menangis dan mengatakan pada sahabat bahawa Beliau merindukan saudara-saudaranya!

Ternyata yang dimaksud Beliau adalah orang-orang seperti ini!

Dalam sebuah ceramah,  Ust. Muhammad Lili Nur Aulia, Lc. Menceritakan bawasanya sembilan hari sebelum wafatnya utusan Allah swt, Muhammad saw. Sepulang dari menunaikan haji wada’, turun firman Allah swt, “… wattaqu yauman… turja’uuna fiihi” (Q.s al-baqarah 281).

Sejak itu, tanda-tanda kesedihan sudah tampak dalam diri manusia mulia itu.

Aku ingin mengunjungi makam para syuhada uhud,” ujar Beliau Muhammad.

Beliaupun pergi ke lokasi makam, dan berdiri di tepi makam para sahabatnya.

Assalamualaikum ya syuhadaa Uhud. Kalian telah lebih dahulu, dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Dan aku insya Allah akan bretemu dengan kalian.”

Dalam perjalanan pulang, Rasul saw menangis. Para sahabat bertanya, tentang sebab tangisannya.

Dengan nada lirih, Nabi Allah itu mengatakan, “Aku merindukan saudara-saudaraku..”

Bukankah kami ini adalah saudara-saudaramu, ya Rasulullah?” sergah para sahabat.

Rasul menjawab, “Tidak. Kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah orang yang datang setelahku, tapi mereka beriman kepadaku meskipun tidak melihatku.”

Masya Allah, sungguh Nabi merindukan kita umatnya yang selalu beriman, seperti dilansir dari islampos.com.


Namun, apakah kita termasuk saudara-saudara Rasulullah saw yang dirindukannya itu?

Seberapa besar juga kerinduan kita kepada sang Nabi yang merindukan kita itu, meski pun kita tidak pernah melihat dan belum pernah bertemu dengannya? Apa bukti kerinduan kita?

BACA JUGA: Subhanallah, Perlahan-Lahan Benua Afrika Mulai Terbelah! Bukti Nyata Ayat Al-Quran

Andai kita merasa sebagai saudara-saudara yang dirindukan Rasulullah saw. Ada banyak hal yang harus kita lakukan.

Dan yang paling jelas adalah, mengikuti sunnah Rasulullah saw dalam berdakwah atau menyerukan nilai agama Allah ini ke banyak orang.

Sekali lagi bertanyalah pada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan pada agama ini? Apakah kita sudah benar-benar beriman dengan menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah?

Mudah-mudahan, kita termasuk yang disebut Rasulullah saw sebagai saudara-saudara yang dirindukannya. Aamiin ya rabbal’alamin.
Top