Tensi Darah Rendah, Gejala, Serta Cara Pencegahanya

Komentar

tensi darah rendah via hellosehat.com

Kamu sering kali pingsan tak sadarkan diri? Hati-hati siapa tahu kamu terserang tensi darah rendah. Tensi darah rendah tidak boleh disepelekan lho! Inilah selengkapnya tentang tensi darah rendah, gejala tensi darah rendah hingga cara mengatasi tennsi darah rendah.

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah. Tekanan darah dikatakan rendah ketika kurang dari 90 mmHg pada sistolik (bilangan atas). Tensi darah rendah tidak bisa dianggap sepele.

Ketika tensi darah rendah, suplai darah tidak mencukupi ke berbagai bagian tubuh seperti jantung dan otak. Tensi darah rendah dapat menyebabkan Anda mengalami pusing, bahkan pingsan.

Penderita tensi darah rendah kerap kali tidak sadar.Oleh karena itu berikut ciri-ciri tensi darah rendah hingga cara mudah mengatasinya agar tekanan darah kembali naik.

Sering merasa pusing dan lelah tanpa aktivitas berlebihan, bisa jadi tanda bahwa Anda memiliki tensi darah rendah. Bagi beberapa orang, tensi darah rendah bahkan dapat menyebabkan pingsan.

Kapan seseorang dinyatakan memiliki tensi darah rendah? Apa saja gejala yang menunjukkan tensi darah rendah? Yuk kenali selengkapnya tentang tensi darah rendah.

Baca Juga : Apa itu Hipotensi, Penyakit yang Tak Kalah Menyeramkan Dibanding Darah Tinggi

Apa itu tensi darah rendah?

Darah rendah adalah kondisi tekanan darah yang dihasilkan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh di bawah batas tekanan normal. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri.

Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Jika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal, biasanya disebut dengan tekanan darah rendah atau hipotensi. Ini juga berarti menandakan bahwa jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah.

Tekanan darah yang normal, ukurannya 120/80 mm Hg. Beberapa ahli mengatakan bahwa tekanan darah yang rendah berada pada ukuran sistoliknya 90 (angka pertama) dan distoliknya berukuran 60 (angka kedua). Perubahan tekanan darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga berbahaya karena bisa berdampak pusing yang hebat, akibat otak gagal menerima aliran darah yang cukup.

Bagaimana cara mengetahui tensi darah rendah atau tidak?

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tensi darah rendah atau tidak, Anda perlu melakukan pengukuran tekanan darah. Ketika Anda melakukan pengukuran tekanan darah akan muncul dua angka.

Angka yang pertama (angka yang muncul paling atas) menunjukkan tekanan sistolik, yaitu tekanan pada arteri ketika jantung berkontraksi (yaitu saat memompa darah).

Sedangkan angka yang kedua (angka yang muncul di bawah) menunjukkan tekanan diastolik, yaitu tekanan pada arteri pada saat jantung relaksasi (yaitu saat jantung terisi darah).

Jika hasil tes tersebut  90/60 (90 mm Hg per 60 mm Hg), artinya Anda memiliki tensi darah rendah.

Ada berbagai macam hal yang menyebabkan tensi darah rendah, seperti kehamilan, alergi, faktor psikologi, atau masalah pada jantung.

Meskipun tidak semua tensi darah rendah merupakan kondisi serius, Anda tetap tidak boleh meremehkannya. Dalam kasus yang fatal, tensi darah rendah bisa saja menyebabkan kematian.

Ciri-Ciri Tensi Darah Rendah

Setiap penyakit tentu memiliki gejala tertentu, begitu pula dengan darah rendah. Lebih jelasnya, berikut ciri-ciri tensi darah rendah:
  • Sering sakit kepala (pusing).
  • Sering mengalami kebingungan.
  • Penglihatan kadang-kadang kabur (berkunang-kunang)
  • Merasa cepat lelah saat beraktivitas
  • Sering menguap
  • Berkeringat dingin (di telapak kaki dan tangan)
  • Tampak pucat
  • Denyut nadi lemah

Gejala tensi darah rendah yang dapat mulai Anda perhatikan adalah kondisi tubuh ketika berdiri sehabis duduk lama. Penderita tensi darah rendah akan merasa pusing dan bahkan bisa saja pingsan.

Apakah Anda merasakan dan mengalami ciri-ciri tensi darah rendah di atas?

Kalau jawabannya “ya”, kemungkinan besar Anda menderita darah rendah. Tenang saja karena ada beberapa cara mengatasi tensi darah rendah dan menaikkan tekanan darah.

Apa penyebab tekanan darah rendah?

1. Anda sedang hamil

Tekanan darah mulai turun pada awal kehamilan dan biasanya umum terjadi pada usia kehamilan trimester kedua. Selalu cek tekanan darah dan perhatikan ciri-cirinya. Nantinya dokter akan melakukan perawatan dan meresepkan obat ibu hamil yang aman bagi ibu dan janin.

2. Penyakit jantung

Pada penderita penyakit jantung memang mudah ditemukan juga tensi darah rendah. Hal ini disebabkan oleh darah yang tidak dapat dipompa baik oleh jantung yang bermasalah, sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

3. Hormon yang berubah

Kondisi kesehatan sering dipengaruhi hormon tubuh kita. Salah satu yang bisa terjadi adalah tensi darah rendah, namun tensi darah rendah ini berhubungan dengan penyakit Addison.

4. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan cairan. Selama dehidrasi, darah yang bergantung pada air tidak dapat memasok peredaran darah ke seluruh tubuh. Sehingga, kondisi ini menurunkan volume darah pada arteri dan vena dan menyebabkan tensi darah rendah terjadi.

5. Sedang mengonsumsi obat-obatan

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda juga dapat terserang tensi darah rendah.

Cara Mengatasi Darah Rendah

Jika Anda merasa punya tanda-tanda tensi darah rendah, maka tentunya harus diatasi sedini mungkin sebelum semakin parah. Percaya atau tidak, nyatanya ada cara mudah mengatasi tensi darah rendah dan bahkan menaikkan tekanan darah hanya dengan mengubah kebiasaan sehari-hari.

Berikut beberapa cara mudah mengatasi tensi darah rendah:

1. Banyak minum air mineral

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperbanyak minum air mineral. Khusus bagi Anda yang punya gejala tensi darah rendah, disarankan untuk minum 2-3 liter air per hari, bahakn  perlu lebih banyak saat cuaca panas.

2. Perbanyak konsumsi sodium

Seperti yang kita tahu, kandungan sodium banyak ditemukan pada makanan asin, khususnya garam. Sodium ini berperan untuk menaikan tensi darah rendah dan menambah volume darah.

3. Jangan lewatkan sarapan

Sarapan adalah kegiatan yang tak boleh dilupakan karena mampu memberikan energi yang cukup hingga siang hari. Perlu diingat bahwa jangan sarapan dengan porsi yang terlalu banyak karena tekanan darah akan turun saat proses pencernaan.

4. Hindari cuaca panas

Seseorang dengan gejala tensi darah rendah akan merasa pusing jika terkena cuaca panas. Apabila terpaksa berada di bawah cuaca panas, maka jangan lupa gunakan penutup kepala.

5. Jangan konsumsi alkohol

Alkohol juga perlu dihindari oleh penderita tensi darah rendah karena akan membuat dehidrasi dan juga menurunkan tekanan darah.

6. Lakukan gerakan ringan saat bangun

Saat Anda bangun tidur, jangan pernah langsung berdiri! Lakukanlah gerakan-gerakan ringan di tempat tidur untuk memperlancar tekanan darah di seluruh anggota tubuh.

7. Diet seimbang

Jika Anda merasa punya tanda-tanda tensi darah rendah, jangan pernah melakukan diet ketat karena tubuh akan kekurangan nutrisi. Lakukanlah diet seimbang untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yng cukup.

Berikut ini yang perlu Anda lakukan saat merasakan beberapa ciri-ciri tensi darah rendah yang tiba tiba menyerang:
  • Hentikan segera apa yang sedang Anda kerjakan
  • Duduk atau usahakan langsung berbaring
  • Banyak minum air putih

Bila hipotensi menyebabkan gejala-gejala yang sangat mengganggu dan cara-cara di atas belum bisa menangani hipotensi, disarankan kamu mendiskusikannya dengan dokter untuk bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Top